{"id":5104,"date":"2022-08-26T01:32:00","date_gmt":"2022-08-26T01:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=5104"},"modified":"2022-08-26T01:32:02","modified_gmt":"2022-08-26T01:32:02","slug":"upaya-bangkit-kedelai-kementan-kawal-ketersediaan-benih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=5104","title":{"rendered":"Upaya Bangkit Kedelai, Kementan Kawal Ketersediaan Benih"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kebangkitan kedelai nasional menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan impor. Pada tahun ini pemerintah menargetkan produksi bahan baku tahu tempe tersebut sebanyak 1 juta ton.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Jenderal Tanaman Pangan,&nbsp;Suwandi&nbsp;mengatakan, Kementerian Pertanian&nbsp;menargetkan produksi satu juta ton kedelai tahun 2022 guna mencukupi kebutuhan nasional dan tidak bergantung pada pasokan impor. Untuk itu harus ada upaya mengatasi ketersediaan benih kedelai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam mengatasi kelangkaan benih kedelai, perlu terobosan upaya penyediaan benih bermutu kedelai melalui pemurnian varietas, penggunaan benih varietas unggul baru potensi tinggi di atas 3 ton\/ha termasuk hasil radiasi dari BATAN,\u201d kata&nbsp;Suwandi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan tersebut Direktur Perbenihan yang diwakili Catur Setiawan mengungkapkan,&nbsp;pihaknya&nbsp;terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas melalui penyediaan benih bermutu kedelai. Untuk itu, ia meminta, pengawas&nbsp;benih&nbsp;tanaman sebagai garda terdepan mengawal ketersediaan benih bermutu bersertifikat, tidak hanya menunggu adanya permohonan sertifikasi, namun perlu segera jemput bola di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPengawas benih juga harus&nbsp;mendorong pertanaman kedelai yang berpotensi menjadi areal penangkaran untuk segera dilakukan sertifikasi melalui pemurnian varietas oleh produsen benih kedelai,\u201d katanya saat&nbsp;rapat koordinasi Ketersediaan dan Penyiapan Benih Kedelai&nbsp;untuk Program ABT 2022 Provinsi Jateng di Solo, beberapa waktu lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Koordinasi yang dilakukan untuk memastikan pasokan benih kedelai bersertifikat hingga Desember 2022 terpenuhi dengan aman.&nbsp;\u201cDisamping itu Balai Benih Palawija, harus ikut berkontribusi mengoptimalkan lahannya dalam penyiapan benih sumber kedelai,\u201d tambah&nbsp;Catur.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu&nbsp;Dina, Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya&nbsp;mengatakan,&nbsp;untuk mengatasi kelangkaan benih bersertifikat,&nbsp;khususnya kedelai (aneka kacang dan umbi), benih sebar dapat dihasilkan melalui kegiatan pemurnian varietas.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mempercepat pengujian benih kedelai, Kementan berupaya melakukan terobosan teknologi percepatan pengujian mutu benih kedelai melalui pengujian RE (Radicle Emergence) dan bisa dipercepat yang semula 8 hari menjadi 2 hari.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/uploads\/news\/images\/inline\/220825154857-105.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Supriyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Tengah mengatakan, Jawa Tengah ditergetkan menanam kedelai program ABT Tahun 2022 seluas 50.000 Ha. Luas tanam kedelai&nbsp;selama&nbsp;Mei \u2013 Agustus&nbsp;sudah&nbsp;seluas 12.589 ha dengan produksi minimal 13.848 ton atau sekitar 1,4&nbsp;persen&nbsp;dari target produksi nasional 1 juta ton.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala BPSB Prov Jawa Tengah,&nbsp;Agus menambahkan, dari&nbsp; areal pertanaman kedelai yang ada&nbsp;pada&nbsp;Mei hingga Agustus 2022, untuk areal yang berpotensi dijadikan penangkaran benih melalui pemurnian varietas seluas 2.979&nbsp;ha. Lokasinya&nbsp;tersebar di 8 Kabupaten yaitu Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Pati dan Semarang. Sedangkan seluas 30 Ha melalui sertifikasi baku di Kab Grobogan.<\/p>\n\n\n\n<p>Total areal penangkaran benih kedelai di Jateng seluas 3.009&nbsp;ha&nbsp;dan asumsi produksi benih sebesar 1,1 ton\/ha.&nbsp;Produsen benih kedelai yang akan mengopkup calon benih kedelai bersertifikat di Jawa Tengah yaitu CV Sujinah, PB Utama, CV. Tani Utami, KB Sidoarjo, KUB Karya Bakti, dan CV. Mekar Mulya Sari.<\/p>\n\n\n\n<p>Agus memperkirakan,&nbsp;jumlah stok benih kedelai&nbsp;di&nbsp;Jawa Tengah pada Agustus hingga Oktober sebanyak 5.092 ton. Varietas kedelai yang dominan Varietas Grobogan dan sebagian varietas Anjasmoro.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memenuhi bantuan benih program ABT di Jawa Tengah seluas 17 ribu ha dengan kebutuhan benih sebanyak 850 ton pada Agustus hingga Desember 2022,&nbsp;Agus mengatakan,&nbsp;terdapat sisa stok benih setiap bulannya.&nbsp;Hingga akhir Desember&nbsp; 2022 sisa stok benih&nbsp;diperkirakan sekitar 2.500 ton.&nbsp;\u201cStok ini&nbsp;dapat digunakan untuk pertanaman seluas 50 ribu ha, baik di Jawa Tengah maupun provinsi lainnya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan itu Dina berharap, dari target luas tanam kedelai Jawa Tengah seluas 50 ribu ha, masih terdapat surplus benih untuk lahan sekitar 19 ribu ha yang dapat dimanfaatkan oleh provinsi di luar Jawa Tengah.<br><strong>Sumber: <\/strong><a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/20876-Upaya-Bangkit-Kedelai-Kementan-Kawal-Ketersediaan-Benih\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/20876-Upaya-Bangkit-Kedelai-Kementan-Kawal-Ketersediaan-Benih<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebangkitan kedelai nasional menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan impor. Pada tahun ini pemerintah menargetkan produksi bahan baku tahu tempe tersebut sebanyak 1 juta ton. Direktur Jenderal Tanaman Pangan,&nbsp;Suwandi&nbsp;mengatakan, Kementerian Pertanian&nbsp;menargetkan produksi satu juta ton kedelai tahun 2022 guna mencukupi&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=5104\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5105,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[603,1487],"class_list":["post-5104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-kedelai","tag-ketersediaan-benih"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5104"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5106,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5104\/revisions\/5106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}