Tinjauan Laporan Kambing Mati Mendadak
January 15, 2025
Pada tanggal 14 Januari 2025 – drh. Wahyu Dwi Katmono dan Dinar Rilo Pambudi, yang merupakan Petugas Peternakan Kecamatan (P2K), melakukan survei lapangan untuk menanggapi laporan mengenai kematian mendadak kambing milik Bapak Naufal Rosid, seorang peternak di Desa Kebonbatur. Laporan tersebut menyebutkan bahwa beberapa ekor kambing mendadak mati tanpa gejala penyakit yang jelas sebelumnya.
Hasil Observasi: Setelah melakukan pemeriksaan dan observasi langsung terhadap lokasi kandang dan kondisi ternak, petugas menyimpulkan bahwa kematian kambing tersebut besar kemungkinan disebabkan oleh keracunan pakan hijauan. Pakan hijauan yang diberikan pada ternak diduga terkontaminasi oleh bahan-bahan yang berpotensi beracun bagi kambing, yang dapat menyebabkan keracunan akut. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pakan yang diberikan kepada ternak.



Selain itu, petugas juga menemukan beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi kondisi kesehatan ternak. Di antaranya adalah kondisi kandang yang lembab dan sanitasi yang tidak terjaga dengan baik. Kandang yang lembab dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi berkembangnya bakteri dan parasit yang merugikan kesehatan ternak. Sementara itu, sanitasi yang buruk dapat memicu infeksi atau penyakit lainnya pada ternak, yang memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Rekomendasi dan Solusi: Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, petugas memberikan beberapa rekomendasi untuk mengatasi masalah ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang:
- Penggantian Pakan: Segera mengganti seluruh pakan hijauan yang telah diberikan kepada ternak. Pakan harus diperiksa kualitasnya untuk memastikan tidak ada kontaminasi atau bahan beracun yang dapat menyebabkan keracunan.
- Perawatan Rutin pada Ternak: Memberikan perhatian lebih pada perawatan ternak yang masih ada. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan memberikan suplemen atau obat-obatan jika diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
- Pembersihan dan Perawatan Kandang: Melakukan pembersihan kandang secara rutin dan berkala untuk menjaga kebersihan dan menghindari kelembaban yang berlebihan. Kandang yang bersih dapat mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor dan lembab.
- Peningkatan Sanitasi: Meningkatkan sistem sanitasi di sekitar area peternakan, termasuk pengelolaan limbah ternak dan sisa pakan, untuk mencegah penyebaran penyakit atau kontaminasi lebih lanjut.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kesehatan ternak dapat terjaga dengan baik, dan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan. Petugas peternakan juga menyarankan agar peternak secara rutin berkonsultasi dengan ahli peternakan untuk memastikan bahwa proses pemeliharaan ternak berjalan dengan baik dan sesuai standar.
Recent Comments