UBINAN PADI KSA POKTAN KARYA MAJU DESA GETAS, KECAMATAN WONOSALAM
June 23, 2025
Wonosalam – Pada hari Senin, 23 Juni 2025 telah dilaksanakan kegiatan ubinan padi di lahan milik anggota Kelompok Tani (Poktan) Karya Maju yang berada di Desa Getas, Kecamatan Wonosalam. Kegiatan ini merupakan bagian dari survei rutin yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka memperoleh data produktivitas tanaman padi melalui pendekatan Kerangka Sampel Area (KSA). Pelaksanaan ubinan melibatkan kolaborasi antara Penyuluh Pertanian Kecamatan Wonosalam, Tim dari BPS Kabupaten Demak, serta para petani setempat.


Ubinan merupakan metode estimasi hasil produksi tanaman padi yang dilakukan dengan cara mengambil sampel lahan yang telah ditentukan, kemudian dilakukan pengukuran dan penimbangan hasil panen pada lahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang lebih akurat, objektif, dan terkini mengenai tingkat produktivitas tanaman padi di lapangan, khususnya menjelang masa panen.
Dalam pelaksanaan ubinan kali ini, varietas padi yang digunakan oleh petani adalah Inpari 32. Hasil pengubinan menunjukkan angka produktivitas yang tergolong tinggi. Pada lahan milik Hj. Muyanah, diperoleh berat gabah 5,28 kg dengan hasil provitas mencapai 84,48 kwintal per hektare atau setara dengan 8,448 ton per hektare. Sementara itu, lahan milik Bapak Kosim mencatat hasil panen sebesar 5,845 kg, dengan provitas 93,52 kwintal per hektare atau setara 9,352 ton per hektare. Adapun lahan milik Bapak Muslih menunjukkan hasil 5,675 kg dengan provitas 90,8 kwintal per hektare atau 9,08 ton per hektare.
Dari hasil ubinan tersebut dapat disimpulkan bahwa produktivitas tanaman padi di Desa Getas, khususnya pada lahan petani Poktan Karya Maju, berada dalam kategori baik. Hal ini mencerminkan keberhasilan petani dalam menerapkan teknologi budidaya dan pengelolaan lahan yang optimal. Diharapkan melalui kegiatan ubinan ini, data yang diperoleh dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan pertanian, khususnya dalam upaya peningkatan ketahanan pangan daerah.
Sumber: BPP Wonosalam
Recent Comments