ARTIKEL • BERITA • Dinpertan Pangan • Sayung
Monitoring Panen Padi di Desa Jetaksari Kecamatan Sayung: Panen Melimpah, Petani Sejahtera
July 1, 2025
Sayung – Pada hari Senin, 30 Juni 2025, tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sayung melaksanakan kegiatan monitoring panen padi di Desa Jetaksari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kelompok Tani Sido Rukun 1, dengan lahan panen milik para petani yaitu Bapak Lasmin, Wardi, Asbawi, Mukmin, dan Sukarjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan dan pengawalan terhadap proses produksi pertanian guna menjamin keberlanjutan dan peningkatan hasil tani di wilayah Kecamatan Sayung.
Hamparan sawah yang dipanen hari itu memiliki luas total sekitar 25 hektare, dengan 10 hektare di antaranya ditanami varietas padi unggul Inpari 32, yang telah ditanam sejak akhir bulan Maret 2025. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan di lapangan, panen kali ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, dengan produktivitas mencapai 62,45 kuintal per hektare. Angka ini menunjukkan capaian yang baik dan berpotensi meningkatkan pendapatan petani di tengah dinamika harga dan biaya produksi yang terus berubah.


Gabah hasil panen sebagian dimanfaatkan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, sedangkan sisanya dijual dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) kepada penebas lokal dengan harga jual mencapai Rp8.000 per kilogram, yang berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi ini tentunya memberikan keuntungan lebih bagi petani, serta menjadi indikator positif bagi stabilitas harga dan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, PPL BPP Sayung juga memberikan himbauan kepada para petani untuk segera melakukan olah tanah dan percepatan tanam, mengingat kondisi lahan yang masih basah dan tersedianya air dari saluran irigasi. Langkah percepatan tanam ini penting untuk menjaga ketersediaan air pada fase pertumbuhan tanaman selanjutnya dan sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap risiko banjir yang sering terjadi pada musim tanam pertama (MT I) yang jatuh pada bulan November hingga Januari.

Dengan adanya panen yang memuaskan ini, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat, dan secara lebih luas turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Demak. Melalui kolaborasi antara petani, kelompok tani, dan penyuluh pertanian, semoga semangat kemandirian pangan terus terjaga dan membawa kemakmuran bagi daerah.
Sumber: BPP Sayung
Recent Comments