Kendalikan Hama Padi dengan Bumbung Konservasi di Desa Kendaldoyong
July 14, 2025
Wonosalam – Dalam upaya mendukung pertanian ramah lingkungan dan pengendalian hama terpadu, BPP Wonosalam bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Sentosa Desa Kendaldoyong melaksanakan kegiatan pembuatan bumbung konservasi pada Kamis, 10 Juli 2025.
Bumbung konservasi merupakan salah satu inovasi pengendalian hama padi, khususnya hama sundep atau penggerek batang padi, yang berbasis pelestarian musuh alami. Alat ini dibuat dari bambu utuh yang diberi lubang pada ruas-ruasnya sebagai tempat meletakkan kelompok telur hama sundep yang ditemukan di persemaian. Tujuan utama dari penggunaan bumbung konservasi adalah menekan populasi hama sundep sekaligus menjaga keberlangsungan parasitoid sebagai musuh alami.



Pembuatan bumbung ini cukup sederhana, hanya memerlukan bambu yang tidak pecah, gergaji, parang, serta oli bekas atau paselin sebagai perangkap. Cara kerjanya pun cukup mudah. Petani hanya perlu rajin mengamati persemaian padi, mencari kelompok telur hama sundep, kemudian memasukkannya ke dalam bumbung. Jika telur tersebut menetas menjadi ulat sundep, maka ulat akan terjebak oleh oli di dasar bumbung. Namun jika telur tersebut berisi parasitoid, maka parasitoid akan terbang keluar melalui lubang dan terus menjalankan perannya dalam pengendalian hayati.
Koordinator BPP Wonosalam, Deni Hestina, menyampaikan bahwa pengendalian hama sundep harus dilakukan secara serentak dan sejak dini. Menurutnya, langkah konkret seperti ini sangat penting untuk mencegah kerugian besar dan kegagalan panen. “Upaya pengendalian yang tepat dan berkelanjutan akan memperkuat ketahanan pangan di tingkat petani,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Pendekatan ramah lingkungan seperti bumbung konservasi menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Demak.
Sumber: BPP Wonosalam
Recent Comments