Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELBERITABonangDinpertan Pangan

Pendampingan Praktek Pembuatan PGPR di Gapoktan Desa Jatimulyo Kecamatan Bonang

Pada Jumat, 14 November 2025, Gapoktan Desa Jatimulyo Kecamatan Bonang melaksanakan kegiatan praktik perbanyakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Kegiatan ini merupakan inisiatif Gapoktan Desa Jatimulyo sebagai upaya penguatan budidaya tanaman melalui pemanfaatan mikroorganisme bermanfaat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Poktan Desa Jatimulyo, BPP Kecamatan Bonang, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Jawa Tengah. Setelah penyampaian pengarahan oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan Bonang, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan PGPR yang dipandu oleh tim POPT Provinsi Jawa Tengah bersama tim PPL Kecamatan Bonang.

Apa itu PGPR?

PGPR merupakan kelompok bakteri yang hidup secara alami di sekitar perakaran tanaman (rizosfer) yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Bakteri ini memberikan manfaat fisiologis seperti peningkatan penyerapan nutrisi, stimulasi pertumbuhan akar, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.


Tahapan Pembuatan PGPR

1. Pembuatan Biang PGPR

Alat: Wadah bersih dan penutup
Bahan: Akar bambu, 15 liter air matang, 2–3 sendok makan gula pasir

Cara pembuatan:

  • Akar bambu direndam dalam air matang.
  • Tambahkan gula pasir.
  • Tutup rapat dan diamkan selama 2–4 hari.

2. Perbanyakan PGPR

Alat: Kompor, panci, wadah bersih bertutup
Bahan:

  • Dedak/bekatul 1,5 kg
  • Terasi 12 sachet (4,5 g)
  • Gula pasir 750 g
  • Injet 3 sdm
  • Air sumur 45 liter

Cara pembuatan:

  1. Rebus air sumur hingga hangat.
  2. Masukkan terasi dan injet yang telah diencerkan.
  3. Tambahkan dedak sambil diaduk merata.
  4. Setelah mendidih, angkat dan dinginkan.
  5. Saring rendaman akar bambu ke dalam wadah bersih.
  6. Campurkan media perbanyakan yang sudah dingin dengan ekstrak akar bambu.
  7. Tutup rapat dan diamkan selama 7 hari.
  8. PGPR siap diaplikasikan.
    (Takaran di atas untuk tiga kali resep.)

Manfaat yang Diharapkan

Dengan pemanfaatan PGPR, diharapkan kelompok tani dapat:

  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit,
  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,
  • Mendongkrak produktivitas hasil panen,
  • Mewujudkan pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara PPL, POPT, dan petani dalam pengembangan budidaya pertanian yang ramah lingkungan dan efisien.

Sumber: BPP Bonang

Bagikan

Recent Comments