Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang Putih (Allium Sativum L)

Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu:  (1) merusak perkembangan telur, larva dan pupa. (2) menghambat pergantian kulit. (3) mengganggu komunikasi serangga. (4) menyebabkan serangga menolak makan. (5) menghambat reproduksi serangga betina. (6) mengurangi nafsu makan. (7) memblokir kemampuan makan serangga. (8) mengusir serangga. (9) menghambat perkembangan patogen penyakit.

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan  pestisida nabati adalah: (1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. (2) relatif aman terhadap lingkungan. (3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. (4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. (5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. (6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

Sementara, kelemahannya adalah: (1) daya kerjanya relatif lambat. (2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung. (3) tidak tahan terhadap sinar matahari. (4) kurang praktis. (5) tidak tahan disimpan. (6) kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.

Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya  berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

Ekstrak bawang putih Bahan dan Alat :85 gram bawang putih50 ml minyak sayur10 ml deterjen/sabun950 ml air Alat penyaring Botol Cara Pembuatan :Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.Cara Penggunaan :Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hariOPT Sasaran :Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung.

Ekstrak bawang putih Bahan dan Alat :2 siung bawang putihDeterjen/sabun4 cangkir airAlat penumbuk/blenderAlat penyaringBotolCara Pembuatan :Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Saring. Masukkan dalam botolCara Penggunaan :Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari OPT Sasaran :Cendawan

Ekstrak minyak bawang putih Bahan dan Alat :100 gram bawang putih2 sendok makan minyak sayur10.5 liter air10 ml deterjen/sabunDeterjenCara Pembuatan :Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. SaringCara Penggunaan :Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari OPT Sasaran :Hama kubis, belalang dan kutu daun.

Minyak bawang putih Bahan dan Alat :50 ml minyak bawang putih950 ml air1 ml deterjen/sabunCara Pembuatan :Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Tambahkan air. AdukCara Penggunaan :Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hariOPT Sasaran :Ulat buah tomatUlat penggerek umbi kentang Wereng padi Nematoda

Sumber: http://epetani.pertanian.go.id

Bagikan

Recent Comments