FFD PENERAPAN TEKNOLOGO CSA DALAM MENDUKUNG GENTA ORGANIK
September 11, 2023
Genta Organik adalah suatu gerakan pertanian pro organik yang meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai solusi terhadap masalah pupuk mahal dan perbaikan unsur hara tanah. Gerakan ini mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri.
Genta organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupukan organik (kimia), melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang.
Bertempat di Desa Tlogosih BPP Kebonagung menyelenggarakan kegiatan FFD penerapan Teknologi CSA mendukung Genta Organik. Kegiatan ini bertepatan dengan panen raya kacang hijau di lahan milik Abdul Rohman anggota Kelompok Tani Gemar Desa Tlogosih. Rabu (6/9/2023)
Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak, Bapak Agus Herawan, S.IP, MM, Tim SIMURP Dinas Pertanian dan pangan Kab. Demak, BPP Kecamatan Kebonagung, Koordinator 5 BPP yang pelaksana program SIMURP, Camat kebonagung, Polsek Kebonagung, Danramil Kebonagung dan kepala Desa Tlogosih serta tidak kurang dari 100 orang petani dari 10 Kelompok Tani yang ada di Kecamatan Kebonagung. Tujuan dari FFD ini sendiri adalah mempertemukan petani supaya dapat saling berbagi pengalaman dalam penggunaan pupuk dan pestisida organik.



Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak, Bapak Agus Herawan, S.IP, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan menghargai upaya kolaboratif ini dalam mempromosikan pertanian organik yang berkelanjutan di Kabupaten demak khususnya. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen kita dalam mendukung pengembangan sektor pertanian organik, yang tidak hanya berdampak positif pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu Sumarjo selaku perwakilan dari Petani mengucapkan terimaksih kepada Dinas Pertanian dan pangan lewat BPP Kebonagung yang telah memeberi ilmu pembuatan Pupuk dan Pestisida Oraganik yang benar- benara nyata telah membantu dalam mengurangi biaya Produksil. Dari hasil ubinan, produktivitas kacang hijau miliknya mencapai 16 kw/ha dengan harga saat ini Rp. 14.000/kg.
Kedepannya diharapkan dampingan dan bimbingan dari penyuluh serta instansi untuk keberlanjutan pertanian organik. (BPP Kebonagung)
Recent Comments