Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITADinpertan PanganPerkebunan

Melalui Pelatihan PHT Tembakau, Petani Praktik Pengamatan Hama-Penyakit Hingga Pembuatan APH

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupeten Demak bekerjasama dengan BPTPHP Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan Pelatihan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tembakau di 12 (dua belas) Kelompok Tani di Kecamatan Mranggen, Karangawen, dan Guntur mulai 13 Juni s.d. 15 Agustus 2024. Pelatihan tersebut dipandu oleh POPT Provinsi Jawa Tengah, Penyuluh Pertanian pendamping, dan petugas Bidang Perkebunan.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang anggota kelompok dalam 4 (empat) kali pertemuan di rumah pengurus kelompok tani. Para petani peserta pelatihan dibekali cara dan teknis pengendalian hama terpadu, meliputi pengamatan pertumbuhan tanaman dan hama penyakit di lahan demplot, pembuatan perangkap likat kuning (yellow sticky trap), serta pemanfaatan Agensia Pengendali Hayati (APH) meliputi pembuatan Metabolit Sekunder (MS) Trichoderma, dan perbanyakan Nitrobacter.

Pengamatan Pertumbuhan dan Hama Penyakit Tanaman

Peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang, mulai pengamatan pada 4-5 tanaman yang telah diberi tanda (ajir). Mulai pertemuan II s.d. IV, pengamatan hanya dilakukan pada tanaman tersebut. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, jarak tanam, kondisi tanah, dan keberadaan hama penyakit di sekitar tanaman. Pengamatan dilakukan sepagi mungkin sebelum matahari naik agar serangga-serangga (jika ada) dapat mudah teramati.

Setelah sampai di lokasi pelatihan, para peserta menyalin hasil pengamatan pada kertas plano untuk kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama-sama.

Pembuatan Perangkap Likat Kuning

Serangga pengganggu tanaman umumnya tertarik dengan cahaya, warna, aroma makanan atau bau tertentu, dimana warna yang disukai serangga biasanya warna-warna kontras seperti warna kuning cerah.

Inilah yang menjadi dasar dibuatnya perangkap likat kuning (yellow sticky trap) dengan menggunakan plastik, botol ataupun kertas yang dilapisi dengan perekat agar hama tidak bisa terbang dan mati. Warna kuning bisa berasal dari warna kuning cat atau bahan-bahan lain yang berwarna kuning.

Perangkap likat kuning dapat berguna juga sebagai indikator hama apa saja yang mengganggu tanaman. Dengan demikian, dapat memudahkan petani terkait solusi dan cara pengendaliannya.

Pembuatan MS Trichoderma

Trichoderma selain dikenal sebagai biofungisida (pengendali jamur hayati), juga dapat berperan sebagai biofertilizer atau pupuk organik yang dapat meningkatkan produksi tanaman dan memperbaiki struktur tanah di sekitar perakaran tanaman.

Pembuatan MS Trichoderma memerlukan bibit Trichoderma (padat) serta gula pasir, air leri, dan air kelapa sebagai media tumbuhnya. Adapun alat yang diperlukan antara lain galon bekas, kompor, panci, serta pengaduk untuk mensterilkan media tumbuh jamur dari kontaminan.

Perbanyakan Nitrobacter

Bakteri Nitrobacter memiliki banyak manfaat bagi pertanian, karena mampu menguraikan zat organik menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Selain itu, nitrobacter juga dikenal sebagai pupuk N cair, sehingga mampu mengurangi ketergantungan petani pada penggunaan pupuk kimia.

Bahan yang diperlukan antara lain pupuk urea 1 kg, garam krosok 0,5 kg, tetes tebu 200 ml, air sumur 10 L, dan galon berukuran 15 L.

Pemanfaatan APH dan penerapan PHT di lahan demplot tembakau petani terbukti secara signifikan mampu meningkatkan kesuburan tanaman, mengendalikan hama penyakit, serta dapat menambah produksi saat panen.

Sumber: Bidang Perkebunan

Bagikan

Recent Comments