Penyuluhan Lapangan: Merapat dan Melekat dengan Petani di Desa Sidorejo
May 8, 2025
Salah satu peran penting Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) adalah sebagai ujung tombak dalam memberikan pendampingan dan transfer teknologi kepada petani. Melalui pendekatan langsung di lapangan, diharapkan petani mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian, beradaptasi dengan pola pikir agribisnis, dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraannya.
Pada Rabu pagi, 7 Mei 2025, tim PPL dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sayung yang terdiri dari Korluh Hari Mul, bersama Irfan, Catur Hikmah, Indira, dan Maryuti, melaksanakan kegiatan monitoring standing crops dan penyuluhan langsung di lahan persawahan Desa Sidorejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk terus hadir mendampingi petani di lapangan secara aktif dan melekat, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra yang solutif.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, para PPL mendatangi petani yang sedang berada di sawah, di antaranya Bapak Busro, Bapak Miftah, Bapak Hamami, dan Ibu Fulanah. Di usia yang tidak lagi muda, mereka tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam membudidayakan padi. Suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan dimanfaatkan oleh tim penyuluh untuk menyampaikan berbagai materi penyuluhan yang relevan dan aplikatif.
Materi yang disampaikan mencakup pentingnya melakukan pengamatan dan perawatan tanaman secara rutin, terlebih pada musim pancaroba seperti saat ini yang rawan akan serangan hama dan penyakit seperti jamur, burung, dan tikus. Para penyuluh juga mendorong petani untuk menggunakan benih dari varietas unggul, bukan benih dari sisa panen sebelumnya, agar hasil panen lebih maksimal. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penggunaan pestisida secara tepat dan sesuai dosis, serta himbauan agar tidak mencampur berbagai jenis pestisida karena dapat berisiko merusak tanaman.
Tidak hanya memberikan penyuluhan, tim juga membuka ruang diskusi dengan petani untuk mendengar langsung kendala yang mereka hadapi. Salah satu permasalahan utama yang teridentifikasi adalah masih banyaknya lahan yang tergenang air dan belum bisa ditanami karena keterbatasan alat pompa air. Menurut informasi dari Kepala Desa Sidorejo, pompa air yang ada saat ini harus dimobilisasi dari satu dukuh ke dukuh lain, sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan petani secara optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa Desa Sidorejo masih sangat membutuhkan tambahan pompa air untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.
Melalui kegiatan ini, BPP Sayung berharap bisa terus memperkuat sinergi antara penyuluh dan petani, membangun komunikasi dua arah yang lebih baik, serta meningkatkan kepercayaan dan efektivitas penyuluhan. Komitmen BPP Sayung adalah untuk terus hadir dan mendampingi petani agar semakin mandiri, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
Recent Comments