Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELBERITADinpertan PanganSayung

Tim Distanbun Provinsi Jateng Lakukan Monitoring Dampak Perubahan Iklim di Desa Pilangsari, Sayung

Sayung – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang masih berlangsung hingga akhir Mei 2025 kembali berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Demak. Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung. Luapan Sungai Reong yang tidak mampu menampung debit air menyebabkan jebolnya tanggul di sisi utara desa. Akibatnya, sekitar 30 hektare lahan sawah yang tengah dalam masa standing crops dengan umur tanaman 20–30 Hari Setelah Tanam (HST) terendam banjir.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Sebagai respons cepat, Distanbun Provinsi langsung menurunkan tim monitoring untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Tim tersebut terdiri dari Bapak Harjadno dari Bidang Tanaman Pangan, Bapak Tanto dari Bidang Alat dan Mesin Pertanian (Alsin), POPT Rinda, Korluh Hari Mul, serta para PPL Kecamatan Sayung yaitu Catur Hikmah, Singgih, dan Maryuti. Tim diterima dan didampingi oleh kelompok tani serta perangkat Desa Pilangsari dalam pelaksanaan survei lapangan.

Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan bahwa pertanaman padi di lahan terdampak dipastikan mengalami puso. Meski begitu, upaya darurat telah dilakukan masyarakat setempat dengan memperbaiki tanggul dan melakukan pompanisasi untuk mengurangi genangan. Namun, kapasitas pompa yang tersedia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan. Oleh karena itu, Distanbun Provinsi akan mengupayakan bantuan berupa benih padi untuk masa tanam ulang dan pengadaan pompa air dari Brigade Alsin sebagai bagian dari langkah pemulihan.

Lebih dari itu, tim juga menekankan pentingnya mitigasi jangka panjang dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap pertanian. Beberapa upaya yang direkomendasikan antara lain adalah penambahan jumlah pompa, penataan dan sanitasi saluran irigasi, serta penyesuaian kalender tanam agar lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi.

Melalui monitoring ini, diharapkan langkah-langkah konkret yang dilakukan dapat membantu petani bangkit kembali, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian di wilayah rawan banjir seperti Kecamatan Sayung.

Sumber: BPP Sayung

Bagikan

Recent Comments