Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITATanaman Pangan dan Hortikultura

PANEN GERAKAN PERCEPATAN OLAH TANAH DAN TANAM (GPOT)

Pandemic Covid-19 tidak hanya berdampak dari aspek kesehatan, tetapi juga pada aspek pemenuhan kebutuhan pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan ini, selain untuk memenuhi hak dasar setiap manusia juga untuk tetap menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah situasi pandemi yang membuat keterbatasan aktivitas sehari- hari.

Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan telah dilaksanakan kegiatan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT) yang merupakan kegiatan padat karya. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Gapoktan Tlogorejo Desa Jamus Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak seluas 40 hektar. Sasaran kegiatan GPOT adalah peningkatan produksi padi. Dengan menggerakkan petani sebanyak mungkin termasuk petani penggarap, maka kegiatan ini merupakan kegiatan padat karya. Adapun fasilitas yang diberikan meliputi bantuan operasional lapangan pengolahan tanah dan percepatan tanam kepada petani dan petugas pelaksana.

Salah satu kendala dalam budidaya padi di Desa Jamus Kecamatan Mranggen adalah serangan burung pipit. Zaenuri Ketua Gapoktan Tlogorejo Desa Jamus Kecamatan Mranggen berupaya mencari varietas yang cocok untuk mengurangi serangan burung pipit. Varietas yang digunakan adalah padi varietas PAK TIWI 1. Tanaman padi ini memiliki daun bendera yang tegak sehingga tidak disukai burung pipit.

Varietas PAK TIWI 1 telah dilepas dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2434/Kpts/SR.120/7/2012. Jumlah anakan 25 – 35 dengan potensi hasil dapat mencapai 11 ton/ha GKG. Umur tanaman 105 – 115 hari setelah tanam. Bentuk gabah slender panjang. Varieta sini tahan hama wereng coklat biotipe 1, 2 dan 3 serta agak tahan virus tungro. Nasinya pulen dengan rasa enak. Rendemen berat sekitar 69%.

Ubinan yang dilaksanakan tanggal 19 Oktober 2020. Jumlah anakan rata-rata untuk  sebanyak 25 anakan dengan jumlah bulir rata-rata 289 bulir. Tinggi tanaman 80 – 90 cm. Hasil ubinan diperoleh rata-rata sebesar 9,39 ton/ha GKG. (Heri Wuryanta, S.TP., MP)

Bagikan

Recent Comments