“GROPYOKAN TIKUS” JURUS JITU ANTISIPASI SERANGAN HAMA TIKUS
November 18, 2020
Salah satu permasalahan yang sering meresahkan petani adalah hama tikus. Sudah lama hama tikus menjadi musuh petani yang sering sulit diantisipasi. Jika sepasang tikus dibiarkan hidup dalam setahun tanpa dikendalikan, maka potensi populasinya akan berkembang sangat pesat. Ini yang patut kita waspadai. Sehingga demi mengantisipasi serangan hama tikus, Kelompok Tani Teratai dan Flamboyan Desa Sedo Kecamatan Demak beserta PPL, PHP, Pemdes dan para petani lainnya melakukan Gerakan Gerdal di area persawahan desa setempat, Kamis (15/10/2020).
[metaslider id=”1832″]
Mujiharto, salah seorang Pemdes Sedo yang juga terlibat dalam aksi tersebut menyebutkan, ada sekitar 20 petani di lokasi tersebut yang melakukan gerakan missal pengendalian hama tikus di lokasi kelompok tani mereka. Dirinya sangat mengapresiasi upaya para petani menekan populasi hama di lokasinya. Ia berpesan agar petani lebih semangat untuk melaksanakan gropyokan tikus dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan new normal demi keselamatan bersama.
“Melalui kegiatan gropyokan tikus ini setidaknya bisa meminimalkan serangan hama tikus. Tentu harapan kami adalah terbinannya semangat gotong royong, kebersamaan di antara petani. Kami tekankan agar kegiatan seperti ini terlaksana di semua lokasi, utamanya pada lokasi-lokasi endemik tikus,” ujar Mujiharto.
Adapun langkah yang ditempuh dalam upaya gropyokan tikus ini, terlebih dahulu para petani mencari lubang sarang tikus. Kemudian menaburkan bahan yang terdiri dari beras aking dan obat tikus. Kelompok Tani Desa Sedo mencampur 50 kg beras aking dengan 50 kg obat tikus. Sebelumnya beras aking direndam semalaman kemudian paginya dicampur dengan obat tikus. Petani menaburkan campuran bahan-bahan tadi di lubang-lubang yang diperkirakan sebagai sarang tikus kemudian menutupinya dengan kulit padi/sekam. Dengan cara ini otomatis tikus akan mati dengan sendirinya karena memakan beras aking yang dicampur dengan obat tikus. Kunci keberhasilan dari pengendalian tikus ini adalah bagaimana cara menggerakkan kekompakan para petani. Kalau dilakukan sendiri-sendiri sama saja hasilnya karena jangkauan habitat tikus ini cukup luas, maka dari itu penting untuk melakukan gerakan pengendalian secara bersama-sama dengan alat-alat pedukung yang ada.
(Rahmadanti Yusnita Nur, S.TP / PPL Kec. Demak)
Recent Comments