Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITATanaman Pangan dan Hortikultura

PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

Komoditas hortikultura di Kabupaten Demak yang menyumbang inflasi adalah komoditas bawang merah dan cabe. Kedua komoditas ini merupakan hasil pertanian yang bersifat perishable (mudah rusak) sehingga memiliki umur simpan rendah. Karena sifatnya yang mudah rusak maka perlu penyediaan bawang merah dan cabe yang kontinyu. Harga bawang merah dan cabe yang fluktuatif mengikuti hukum pasar. Apabila panen raya dapat dipastikan harga akan murah, begitu juga sebaliknya saat hasil panen rendah maka harga akan melonjak. Hal ini yang menyebabkan bawang merah dan cabe merupakan komoditas hortikultura penyebab inflasi di daerah. Kebutuhan bawang merah dan cabe termasuk tinggi mengingat bawang merah dan cabe digunakan sebagai bumbu masak/masakan di hampir seluruh daerah sehingga permintaan selalu tinggi.

Permasalahan yang dihadapi dalam pemasaran bawang merah dan cabe adalah kadar air yang tinggi merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme dan distribusi dalam bentuk segar memiliki kehilangan hasil yang tinggi. Bawang merah dan Cabe juga merupakan produk hortikultura yang mempunyai umur simpan rendah.

Guna mengatasi permasalahan tersebut di atas maka pengolahan bawang merah dan cabe merupakan salah satu cara menjaga ketersediaan bawang merah dan cabe tanpa bergantung pada musim. Pengolahan bawang merah dan cabe juga dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani. Tersedianya produk olahan bawang merah dan cabe juga dapat mencegah fluktuasi harga dan inflasi.

 Saat ini budidaya bawang merah dan cabe membutuhkan modal besar. Hal ini disebabkan penggunaan input yang berlebihan, terutama pupuk dan pestisida. Akibatnya pada saat panen apabila harga jual murah tidak dapat menutup anggaran untuk penyedia saprodi. Guna mengatasi permasalahan ini maka dilakukan pengembangan bawang merah dan cabe secara organik, meskipun belum seluruhnya dapat menghindari penggunaan bahan non organik.

Dalam rangka implementasi peran Bank Indonesia dalam program pengendalian inflasi dan sebagai tindak lanjut atas program pengembangan klaster bawang merah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik bagi petani di wilayah klaster. Pelatihan pembuatan pupuk organik dilaksanakan di klaster bawang merah di Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak pada tanggal 19 – 20 Januari 2021.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengandeng Yayasan Anugrah Nusa Bangsa Indonesia sebagai narasumber dalam pelatihan pembuatan pupuk organik yaitu DR. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, M.Eng tenaga ahli sektor riil – Expert Pool Bank Central Republik Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk peningkatan produktivitas bawang merah berbasis Integrated Smart Ecofarming MA-11.  

Microbacther Alfafa – 11 adalah superdecomposer mikroba aktivitas tinggi (unaerob) yang mampu merombak semua bahan organik dalam tempo sangat cepat. Kegunaan MA-11 adalah :

  1. Merombak rantai organik dengan cepat pada materi bahan untuk pakan ternak, pupuk, bahan pangan seperti kopi, kakao, kacang-kacangan dan juga pembuat bioetanol sebagai energi terbarukan tamah lingkungan bebas emisi.
  2. Meningkatkan produksi pertanian dan ternak secara signifikan baik secara kualitas dan kuantitas dalam waktu cepat.
  3. Mengembalikan kesehatan dan kegemburan tanah dalam waktu cepat sehingga meningkatkan laju infiltrasi untuk usaha konservasi tanah, air dan udara.

(Heri Wuryanta, S.TP., MP)

Bagikan