Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITATanaman Pangan dan Hortikultura

SOSIALISASI PROGRAM KLASTER BAWANG MERAH DESA PASIR KECAMATAN MIJEN KABUPATEN DEMAK BERSAMA BANK INDONESIA

Bawang merah termasuk dalam Komoditas pangan utama. Jawa Tengah termasuk salah satu lumbung Bawang Merah di Indonesia dan Kabupaten Demak adalah salah satu sentra bawang merah di Jawa Tengah. Menurut Heri Wuryanta, S.TP., MP. selaku Kepala Bidang TPH DINPERTAN Demak “Komoditas hortikultura di Kabupaten Demak yang menyumbang inflasi adalah komoditas bawang merah dan cabe. Kedua komoditas ini merupakan hasil pertanian yang bersifat perishable (mudah rusak) sehingga memiliki umur simpan rendah. Karena sifatnya yang mudah rusak maka perlu penyediaan bawang merah dan cabe yang kontinyu. Harga bawang merah dan cabe yang fluktuatif mengikuti hukum pasar. Apabila panen raya dapat dipastikan harga akan murah, begitu juga sebaliknya saat hasil panen rendah maka harga akan melonjak. Hal ini yang menyebabkan bawang merah dan cabe merupakan komoditas hortikultura penyebab inflasi di daerah”.

Untuk memaksimalkan Program Pengembangan Klaster Bawang Merah Di Kabupaten Demak, maka Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memberikan Sosialisasi Program Pengembangan Klaster Bawang Merah kepada GAPOKTAN “Karya Makmur” yang di laksanakan di Restoran Bale Banyu Jepara melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan Demak, Petugas Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Mijen, serta dihadiri bapak Kepala Desa Pasir.

“Program Pengembangan Klaster Bawang Merah kepada GAPOKTAN “Karya Makmur” di harapkanmampu memenuhi target capaian pengembangan sentra produksi, peningkatan kualitas produksi, kemitraan pasar dengan industri/konsumen langsung, memenuhi kebutuhan konsumsi dan benih dan kelembagaan klaster” lanjut Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Ibu Maya.

Sosialisasi Program Klaster Bawang Merah Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Bersama Bank Indonesia Di Restoran Bale Banyu Jepara

Sekretaris GAPOKTAN “Karya Makmur” Bapak Rosyid menambahkan “GAPOKTAN terdiri sembilan Kelompok Tani dan diharapkan Program Pengembangan Klaster Bawang Merah bisa mengatasi segala permasalahan para petani bawang merah khususnya di Desa Pasir sehingga para petani meminimalisir rasa cemas dengan permasalahan saat tanam maupun panen”.

Sementara itu Bapak Yuli Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa “Proses pengembangan melalui input, proses, perdagangan dan output dan juga berharap bisa mensukseskan rencana program Klaster bawang merah Desa Pasir tahun ini 2021, kami juga bekerjasama dengan Pemkab. Demak & OPD, Instansi terkait di tingkat Provinsi (Dintanbun, Dinkop UKM, DKP,  BPTP,  Dinperindag), Akademisi, BPN, Perbankan, Expertpool, dan Instansi terkait lainnya”.

Sosialisasi Program Pengembangan Klaster Bawang Merah Di Kabupaten Demak kepada GAPOKTAN “Karya Makmur” Desa Pasir Kec. Mijen, Kab. Demak merupakan beberapa langkah awal Program Pengembangan Klaster Bawang Merah. Keberadaan Program Pengembangan Klaster Bawang Merah ini juga di harapkan meningkatkan kapasitas daya saing dan kinerja UMKM yang berada dalam klaster melalui fasilitasi Bantuan Teknis dan sarana prasarana juga membangun infrastruktur sarana, dan prasarana serta memfasilitasi pelatihan pendampingan dan mengimplementasikan seluruh rencana kegiatan yang telah disusun berdasarkan tupoksi setiap stakeholder.

Penulis : An Naas Putra Yuniardi, S.P. (Bid. TPH)

Bagikan

Recent Comments