Pemeliharaan Tanaman Semangka
March 24, 2021
Perawatan tanaman perlu dilakukan secara rutin, mulai dari setelah tanam bibit hingga panen buah semangka (Citrullus lanatus). Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada tanaman semangka antara lain pemangkasan dan pembentukan tajuk, pengairan, sanitasi lahan, pemupukan susulan, melakukan penyerbukan buatan dan pembuahan, serta pemeliharaan buah.
1. Pemangkasan dan Pembentukan Tajuk
Pemangkasan merupakan langkah membuang cabang-cabang yang tidak produktif dan membentuk percabangan optimum. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan pertumbuhan tanaman, menjamin proses produksi berlangsung maksimal, menekan resiko serangan hama dan penyakit, serta merangsang tumbuhnya tunas-tunas produktif. Pemotongan titik tumbuh dilakukan dengan menggunting sekitar 2 cm bagian pucuk dengan gunting yang dicelup larutan fungisida atau larutan pemutih (clorox), seperti bayclin. Tujuannya untuk menjaga agar tidak terjadi penularan penyakit pada bekas pelukaan.
2. Pengairan
Pengairan dilakukan pada waktu, cara, dan jumlah yang tepat untuk menjamin kebutuhan air bagi tanaman sehingga pertumbuhan dan proses produksi berjalan secara optimal. Pemberian air disesuaikan dengan fase perkembangan tanaman dan curah hujan. Pada musim kemarau, pengairan dilakukan 2 hari sekali sampai menjelang berbunga (umur 3 minggu). Setelah tanaman berbunga sebaiknya tanaman tidak diberi air, agar pembentukan bunga tidak terganggu, dan buah tidak mudah pecah. Pada saat buah sebesar telur ayam pengairan perlu dilakukan agar kelembaban lahan stabil dan ukuran buah bisa maksimal. Setelah 10 hari menjelang panen pengairan dihentikan untuk mmemperoleh kadar gula buah lebih tinggi, serta memudahkan pemanenan.
3. Sanitasi Lahan
Kegiatan sanitasi bertujuan untuk menjamin proses produksi berlangsung secara maksimal, dengan menghindari serangan organisme pengganggu tanaman dan persaingan dengan gulma dalam mendapatkan sinar matahari dan unsur hara. Pengendalian gulma dilakukan pada saat gulma mulai tumbuh. Kebersihan kebun perlu dijaga agar serangan penyakit dapat ditekan.
4. Pemupukan Susulan
Tanaman semangka merupakan tanaman yang berumur pendek dan pertumbuhannya sangat cepat. Oleh karena itu perlu diberikan pupuk untuk memenuhi nutrisi tanaman sehingga pertumbuhan dapat optimal dengan mutu sesuai dengan standar. Jenis pupuk yang digunakan adalah NPK dengan perbandingan (15:15:15). Pemupukan dilakukan sebagai berikut :
- Pemupukan I, dilakukan saat tanaman umur 5 HST (Hari Setelah Tanam) dengan konsentrasi 2% (2 Kg NPK dalam 100 l air), setiap rumpun tanaman diberikan 250 cc;
- Pemupukan II, setelah tanaman berumur 2 minggu HST dengan konsentrasi 3%. Dosis 250 cc/tanaman.;
- Pemupoukan III, diberikan pada saat (25-30 HST) dengan konsentrasi 2%. Dosis pupuk 250cc;
- Pemupukan IV, diberikan pada saat 7 – 10 hari setelah pemupukan III, dengan konsentrasi 2% dan dosis 250 cc/tanaman.
5. Penyerbukan (buatan) dan Pembuahan
Pada semangka tanpa biji, diperlukan langkah penyerbukan buatan antara bunga betina dari tanaman triploid dengan serbuk sari dari tanaman diploid. Buah semangka yang tidak cukup mendapatkan penyerbukan bentuknya abnormal sehingga tidak dapat dipasarkan. Pelaksanaan penyerbukan triploid sebagai berikut :
- Penyerbukan buatan mulai pada umur 24-30 HST, tergantung varietas dan suhu lingkungan. Penyerbukan di daerah suhu tinggi dapat berlangsung lebih cepat;
- Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, 1 bunga jantan diserbukan pada 1 bunga betina;
- Penyerbukan dilakukan pada pagi hari antara pukul 05.30-09.00 pada saat bunga betina sedang mekar, bila lewat jam 09.00 biasanya bunga betina sudah layu;
- Usapkan bunga jantan semangka penyerbuk pada bunga betina semangka tanpa biji;
- Bakal buah atau bunga betina yang akan diserbuki adalah bunga pada ruas 13-18.
- Setelah diserbuki, beri tanda bunga betina dengan benang wool atau tali rafia. Bunga yang diserbuki dalam selang 3-5 hari ditandai dengan warna yang sama, hal ini untuk mennetukan saat panen. Proses penyerbukan diharapkan selesai dalam 5 – 10 hari
6. Pemeliharaan Buah
Seleksi buah ditujukan untuk mendapatkan buah yang pertumbuhannya paling optimum dan bentuknya sempurna. Untuk varietas semangka yang berukuran besar, sebaiknya dipilih 1 buah yang memiliki pertumbuhan paling baik. Seleksi buah dilakukan ketika buah sudah berukuran sebesar telur ayam. Pilih satu diantara buah yang terbentuk pada cabang. Kriteria buah yang dipilih adalah yang memiliki pertumbuhan paling bagus. Bila pertumbuhannya seragam, pilih dari cabang yang paling vigor. Untuk varietas yang memiliki bobot buah kecil (<2 Kg), pada satu tanaman dapat dibesarkan 2 – 3 buah. Buah yang akan dibesarkan dipilih yang berada pada cabang yang berbeda dengan posisi ruas yang seragam pada ruas 13 -15 untuk mendapatkan buah yang seragam. Pemotongan buah yang tidak akan dibesarkan dilakukan ketika cuaca tidak hujan, setelah pukul 09.00. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi penyakit.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/96095/pemeliharaan-tanaman-semangka/
Recent Comments