Pemerintah Dorong Produksi Benih Kacang Hijau Berbasis Korporasi Petani
August 30, 2021
Kementerian Pertanian mendorong pengembangan benih kacang hijau melalui kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Kacang hijau (P3BTP) Berbasis Korporasi Petani. Benih merupakan salah satu faktor penentu peningkatkan produktivitas.
Dalam Webinar Propaktani Episode 67 melalui zoom meeting dan live streaming youtube.com/propaktani, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan, kacang hijau (Vigna radiata) mempunyai banyak manfaat dan kaya gizi sebagai sumber bahan pangan protein nabati tinggi.
Terdapat 27 produk turunan kacang hijau yang disukai konsumen baik dalam maupun luar negeri. Karena itu, Suwandi mendorong masyarakat untuk giat menanam kacang hijau karena memberikan peluang ekspor yang cukup besar. Pada tahun 2020, hampir 25 persen produksi kacang hijau di ekspor.
Dengan permintaan yang tinggi, khususnya ke Cina dan Filipina, pemerintah mendorong perluasan pengembangan untuk memenuhi pasar ekspor kacang hijau dan menjadi salah satu program prioritas. Apalagi kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang sangat mudah dibudidayakan.
“Dalam kurun waktu dua bulan, kacang hijau bisa langsung panen dan juga bisa sebagai tanaman sela yang dapat tumbuh optimal pada saat musim kering,” papar Suwandi.
Benih Bersertifikat
Namun kenyataan di lapangan saat ini, untuk memperoleh benih bersertifikat kacang hijau masih sulit dan produktivitasnya masih tergolong rendah. Rata-rata produktivitas hanya 1,2 ton/ha, dengan persentase kelulusan 50 – 60 persen.
“Rendahnya produktivitas tersebut antara lain karena teknologi budidaya yang masih rendah, alih teknologi yang lambat serta pengawalan dan pendampingan yang lemah,” ungkap Lukman Hakim, Ahli Peneliti Utama Puslitbang Tanaman Pangan.
Menurutnya, teknologi produksi benih sebagai salah satu faktor penting. Dimulai dari proses anjuran teknologi budidaya yang baik, pemeliharaan mutu genetik serta penanganan panen dan pasca panen (penyimpanan benih).
Terkait ketersediaan benih sumber, Trustinah, Peneliti Ahli Utama Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang mengatakan, keberhasilan penyebaran varietas unggul kacang hijau tidak terlepas dari upaya pengembangan sistem perbenihan, kelancaran alur distribusi benih mulai dari Benih Penjenis (BS), Benih Dasar (FS), Benih Pokok (SS) sampai Benih Sebar (ES) dengan prinsip Enam Tepat (tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, harga dan tempat).
Ketersediaan benih sumber yang dihasilkan Balitkabi berupa Benih Penjenis (BS) dan Benih Dasar (FS) mengacu pada prosedur baku sertifikasi benih. Proses produksinya dilakukan pengawasan dan pengawalan yang ketat terkait mutu genetik, mutu fisik dan mutu fisiologis.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Direktorat Perbenihan mendukung kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Kacang hijau (P3BTP) Berbasis Korporasi Petani, dengan bantuan berupa benih sumber, pupuk dan pestisida berupa transfer uang kepada kelompok tani.
Catur Setiawan, Koordinator Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi benih kacang hijau bersertifikat secara insitu, yang sudah diinisisi sejak tahun 2020. Pada tahun ini dikembangkan di Jawa Barat (Majalengka, Cianjur), dan Jawa Tengah (Cilacap, Purworejo), serta NTT.
“Hasil korporasi ini, nantinya di ambil oleh mitra dengan harga lebih tinggi dari harga konsumsi, dan untuk memenuhi ketersediaan benih program pemerintah maupun free market,” harap Catur.
Saat ini penyediaan benih bersertifikat kacang hijau pada tahun 2021 masih rendah (12 persen) dari kebutuhan benih dan masih tersentra di beberapa provinsi. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi produsen benih untuk mendukung industri benih kacang hijau dalam memenuhi ketersediaan benih pengembangan kacang hijau pemenuhan ekspor.
Disamping pemaparan teknis dari narasumber, dalam Webinar Propaktani tersebut disampaikan pula pengalaman produksi benih kacang hijau dengan sistem kemitraan dengan petani oleh PT East West Seed Indonesia (Ewindow), Afrizal Gindow, Khamdan Wibowo (Direktur PB Utama) dan Darmawan (Ketua Kelompok Tani Karya Jaya 3, Kendal).
Afrizal mengatakan, varietas yang diproduksi Ewindow bekerjasama dengan Balitkabi selama ini untuk kebutuhan ekspor. Varietas yang disukai adalah Vima 1 dengan penampilan biji kusam, umur panen 57 hari, panen serempak, adaptif terhadap embun tepung. “Dengan asumsi 1 kg benih sumber menghasilkan 100-200 kg benih sebar yang siap ditanam petani,” paparnya.
Sementaraitu Khamdan Wibowo, Direktur PB Utama mengungkapkan, produksi benih kacang hijau sejak tahun 2016 meningkat setiap tahunnya. Benih itu untuk memasok kebutuhan ekpor kacang hijau varietas Vima 1,Vima 3 dan Vima 5. “Kami bekerjasama dengan lima eksportir di Surabaya per tahun rata-rata berkontribusi sebanyak 700 – 1.000 ton,” tambahnya.
Recent Comments