Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN DI LAHAN SEMPIT WILAYAH PERKOTAAN

Teknik budidaya tanaman diwliayah perkotaan banyak di lakukan oleh masyarakat untuk menyalurkan hobi sampai dengan menambah pendapatan. Pengetahuan masyarakat dalam melakukan budidaya tanaman di lahan sempit menjadi titik tekan dalam keberhasilan kegiatan bertani di wilayah perkotaan. Banyak model budidaya tananman di lahan sempit yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan  Pertanian Kementerian Pertanian melalui BPTP di setiap Provinsi seluruh Indonesia termasuk BPTP Lampung. Teknologi yang dapat di terapkan adalah dengan model vertikultur. Budidaya tanaman yang di atur secara vertical atau disebut vertikultur, Keunggulan Hemat lahan, menghasilkan jumlah biomassa tanaman per satuan luas lahan lebih banyak, Contoh : Vertikultur talang, vertikultur pot, wall garden. Tanaman yang dapat dikembangkan berupa tanaman buah dalam pot (Tabulampot, Sayuran daun dalam polybag, sayuran buah dalam polybag).

Tahapan Budidaya

  1. Penyiapan Media Tanam
  • Campuran tanah lapisan atas (top soil) dan pupuk kandang/kompos (1:1)
  • Campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang/kompos (1:1:1)

       2. Pembibitan

  • Siapkan tempat persemaian; dapat berupa kotak kayu/trey
  • Media semai : campuran tanah dan kompos yang telah dihaluskan (1:1)
  • Isikan media semai (bila kurang gembur bisa dicampur dengan sekam / pasir) ke tempat persemaian
  • Sebelum benih disebar/di tanam, rendam dalam air hangat selama 1 malam, benih yg mengapung dibuang
  • Benih yang tenggelam, diangkat, kemudian dikering anginkan
  • Benih ditanam sedalam 1-4 cm, tergantung pada ukuran benih
  • Tutup kembali dengan media semai (tipis), kemudian ditutup dengan kain goni/daun pisang/kertas koran selama 2-3 hari.
  • Setelah 7-10 hari, bibit dipindahkan ke bumbunan yg terbuat dari daun pisang atau plastik.
  • Pembumbunan atau penyapihan tanaman cabai, tomat, terong, seledri, kol bunga, kubis, dll.
  • Wadah penyapihan : plastik es, daun pisang, pot mungil, gelas air mineral
  • Cabut bibit dengan hati-hati agar perakarannya tidak rusak, menggunakan pengungkit dari bambu, kayu, atau garpu
  • Media yang digunakan: tanah+pukan (1:1), bila terlalu padat bisa ditambah sekam/pasir.
  1. Penanaman

     Penanaman pada budidaya di lahan sempit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Siapkan bibit, wadah dan media tanam
  • Isi wadah dengan media sebanyak ¾ bagian wadah
  • Tanam bibit sayuran
  • Penuhi wadah dengan media tanam
  1. Pupuk dan Pemupukan

       Proses pemupukan dalam budidaya di lahan sempit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

       Pupuk :

  • Pupuk kimia (Urea, TSP, KCl, pupuk pelengkap cair (jika dibutuhkan)
  • Pupuk organik (pupuk organik cair, ekstrak kompos)

        Pemupukan :

  • Awal tanam (tabur pada media)
  • Pupuk susulan setiap 1-2 minggu sekali (tabur atau penyiraman pupuk yang telah dilarutkan, misal masing-masing 2 g urea, TSP, KCl per liter air)
  1. Pemeliharaan

         Sinar matahari penuh (siasat : sinar UV), Penyiraman tanaman : sesuai kebutuhan, cukup air tapi tidak tergenang, 1-2 kali sehari/2 hari sekali (sesuai komoditas dan fase pertumbuhan), pengendalian hama dan penyakit diupayakan dengan penggunaan  pestisida nabati, pengendalian gulma dapat dilakukan secara teratur sesuai dengan jenis gulma.

  1. Panen dan pascapanen
  • Sayuran Daun (Caisin, bayam, kangkung, selada, dan sayuran daun lainnya), Pada umumnya panen dapat dilakukan pada umur 30-50 hari setelah tanam, dengan cara mencabut atau memaotong pangkal batangnya.Tanaman yang baru dipanen ditempatkan di tempat yang teduk, dijaga agar tidak cepat layu dengan cara diperciki air.
  • Sayuran Buah ( Cabai, tomat, terung, sayuran buah lainnya), Panen mulai dapat dilakukan berkisar antara 2-4 bulan, Panen dapat dilakukan beberapa kali, 10-15 kali (tergantung pemeliharaan) dengan selang waktu 3-7 hari, Sebelum pemanenan buah bagus, buah yang busuk dibuang

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/98742/teknik-budidaya-tanaman-di-lahan-sempit-wilayah-perkotaan/

Bagikan