Manfaatnya Biochar atau Arang untuk perbaikan kualitas lahan (sifat fisik, kimia, dan biologi tanah)
October 29, 2021
Biochar adalah bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomas pertanian) melalui pembakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (pyrolysis). Pembakaran tidak sempurna dapat dilakukan dengan alat pembakaran atau pirolisator dengan suhu 250-350? C selama 1-3,5 jam, bergantung pada jenis biomas dan alat pembakaran yang digunakan. Pembakaran juga dapat dilakukan tanpa pirolisator, tergantung kepada jenis bahan baku. Kedua jenis pembakaran tersebut menghasilkan biochar yang mengandung karbon untuk diaplikasikan sebagai pembenah tanah.
Hasil penelitian Balai Penelitian Tanah menginformasikan beberapa karakteristik biochar yang dihasilkan, khususnya yang berasal dari bahan baku limbah pertanian. Biochar bukan pupuk tetapi berfungsi sebagai pembenah tanah. Sumber bahan baku biochar adalah; Sumber bahan baku biochar terbaik adalah limbah organik khususnya limbah pertanian. Potensi bahan baku biochar tergolong melimpah yaitu berupa limbah sisa pertanian yang sulit terdekomposisi atau dengan rasio C/N tinggi.
Dari berbagai hasil penelitian diketahui bahwa sumber bahan baku biochar terbaik adalah limbah organik khususnya limbah pertanian. Selain itu untuk potensi bahan baku biochar tergolong melimpah (1) proporsi sekam padi adalah 16-28% dari jumlah gabah kering giling; (2) proporsi tempurung dari buah kelapa sebesar 15-19%; (3) proporsi tempurung kelapa sawit 6,4% dari produksi tandan buah segar (TBS); dan (4) proporsi tongkol jagung 21% dari bobot tongkol kering.
Dibalik itu bila kita pingin melakukan pemanfaatan biochar sekala luas di Indonesia, potensi penggunaan biochar sangatlah besar bahan bakunya seperti tempurung kelapa, sekam padi, kulit buah kakao, tempurung kelapa sawit, tongkol jagung, dan bahan lain yang sejenis, banyak tersedia. Dalam hal kegaiatag penanfaatan Biochar atau Arang secam untuk perbaikan kualitas lahan (sifat fisik, kimia, dan biologi tanah) melalui biochar dari bahan arang sekam sangat mudah, dapat menggunakan alat dapat pula tidak. Untuk menekan biaya sebaiknya pembuatan biochar sekam sebagai bahan pembenah tanah dibuat dengan cara tanpa alat. Kenapa dalam materi ini memilih untuk memanfaatkan sekam padi, karenan ternyata sekam padi ini sangatlah banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti bahan bakar dalam pembuatan bata merah, dibakar dijadikan abu sebagai abu gosok pembersih. Sekam juga dimanfaatkan menjadi pakan ternak setelah digiling menjadi dedak kasar. Namun petani selama ini belum menganggap sekam dan jerami mempunyai nilai ekonomi, sehingga bahan tersebut banyak tidak dimanfaatkan untuk pertanian. Untuk mengingatkan petani agar secam padi dimanfaatkan untuk keperluan perbaikan pertanian maka kita sosialisasikan inovasi teknologi pemanfaatan secam padi dijadikan biochar adapun caranya adalah sebagai berikut;
Cara membuat biochar berbahan sekam padi untuk berbagai fungsi sangatlah mudah yaitu menggunakan alat yang cukup sederhana Alat pembakaran yang digunakan berupa kiln steinless dengan kapasitas 40 L dan suhu 250-3500C. Pembakaran sekam sebaiknya dilakukan selama 3,5 jam. Kenapa memilih sekam karena sekam adalah sisa hasil panen padi yang tidak mudah terdekomposisi tetapi mudah dijadikan biocharmdan mahan bakunya mudah didapat.
Fungsi Biochar adalah Biochar sangat bermanfaat bagi pertanian terutama untuk perbaikan kualitas lahan (sifat fisik, kimia, dan biologi tanah). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biochar dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mampu memulihkan kualitas tanah yang telah terdegradasi. Dalam bidang pertanian, biochar berfungsi 1) meningkatkan ketersediaan hara; 2) meretensi (menyimpan/menahan) hara ;3) meretensi air; 4) meningkatkan pH dan
KTK pada lahan kering masam; 5) menciptakan habitat yang baik bagi
perkembangan mikroorganisme simbiotik seperti mikoriza karena kemampuannya dalam menahan air dan udara serta menciptakan lingkungan yang bersifat netral khususnya pada tanah-tanah masam; 6) meningkatkan produksi tanaman pangan; 7) mengurangi laju emisi CO2 dan mengakumulasi karbon dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu, biochar mampu bertahan lama di dalam tanah (> 400 tahun) karena sulit terdekomposisi.
Aplikasi biochar ke lahan pertanian (lahan kering dan basah) dapat meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air dan hara, memperbaiki kegemburan tanah, mengurangi penguapan air dari tanah dan menekan perkembangan penyakit tanaman tertentu serta menciptakan habitat yang baik untuk mikroorganisma simbiotik.
Recent Comments