Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

PEMBUATAN PASTA BAWANG MERAH

Bawang merah merupakan komoditi utama hortikultura, dimana 60% pasar ASEAN ada di Indonesia, sehingga merebut pasar domestik masih terbuka lebar. Selain itu komoditi bawang merah mudah rusak dan tidak tahan lama, harga fluktuatif dan sering terjadi kelangkaan pasokan. Sehingga perlu adanya penangan pasca panen dan pengolahan bawang merah.

PENTINGNYA OLAHAN BAWANG

  1. Pola konsumsi masyarakat berubah : mau praktis, cepat dalam memasak dan bumbu siap pakai semakin dinikmati
  2. Olahan bawang belum banyak dikembangkan
  3. Untuk olahan tidak harus kualitas bagus ( pemanfaatan grade yang rendah off grade) sehingga akan meningkaatkan nilai tambah yang lebih besar

TUJUAN PENGOLAHAN

  1. Menyelamatkan hasil saat panen melimpah dan harga jatuh
  2. Mengatasi peningkatan signifikan produksi bawang merah
  3. Menjaga ketersediaan bawang merah saat langka/harga tinggi
  4. Mengurangi volume/ukuran produk untuk memudahkan transportasi
  5. Meningkatkan daya simpan
  6. Menaikkan harga jual produk/meningkatkan nilai taambah
  7. Menurunkan kehilangan hasil akibat penyimpanan segar

RAGAM OLAHAN BAWANG MERAH

  1. Tepung Bawang
  2. Pasta Bawang
  3. Bawang Goreng
  4. Bawang Iris Kering
  5. Minyak Bawang

PASTA BAWANG MERAH

Pasta bawang merupakan produk setengah jadi yang dapat digunakan langsung/dicampur dengan bumbu lainnya. Proses pembuatan pasta bawang merah menghasilkan rendemen 75-80 %. Masa simpan produk sekitar 3-4 bulan disuhu ruang dan lebih dari 6 bulan disuhu pendingin. Masih bisa diperpanjang dengan perbaikan teknologi sterilisasi. Pasta bawang merah memiliki rasa dan aroma bawang.

PROSES PEMBUATAN PASTA BAWANG MERAH

  1. Bawang merah disortasi
  2. Pengupasan kulit
  3. Pencucian
  4. Blancing (pemanasan dengan air hangat suhu 70-80 derajat) selama 2-4 menit
  5. Penghancuran ( blender) ditambah asam sitrat 2 g / kg bawang dan garam 2-5 g / kg bawang
  6. Bubur bawang merah di pasteurisasi (pemasakan) suhu 80-85 derajat selama 3-5 menit
  7. Pengemasan : jika menggunakan botol plastik, uap terlebih dahulu botol sampai berembun (uap tekurung didalam botol) baru dimasukan pasta bawang. Pasta bawang harus dimasukan langsung kedalam botol setelah dipasteurisasi sehingga botol plastik harus dilatakkan diwadah yang telah diisi batu es/air dingin. Jika menggunakan botol kaca , setelah di pasteurisasi pasta bawang langsung dimasukan kedalam botol kaca, kemudian tutup bolol setengah terbuka ( tidak tertutup rapat dan kencang) lalu kukus selama 20 menit, angkat dan ditutup rapat-rapat. Untuk pemakaian jangka panjang sebaiknya pasta bawang disimpan didalam kulkas.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/99372/pembuatan-pasta-bawang-merah/

Bagikan

Recent Comments