Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

Bahan Pangan Anti Virus dan Imunitas Tinggi

Ancaman virus corona masih belum berakhir, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut. Cara efektif untuk memutus mata rantai penyebarannya mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi kerumunan, penggunaan masker, penggunaan disenfektan sampai tindakan vaksinasi.   Selain upaya-upaya tersebut, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus memegang peranan yang cukup penting.  Daya tahan dapat ditingkatkan dengan konsumsi makanan yang bergizi dan yang memiliki kandungan yang bermanfaat sebagai anti virus dan imunitas yang tinggi. Konsumsi makanan yang kaya vitamin, mineral dan makanan pokok seperti beras merah/hitam, sorgum, ubi jalar, kacang-kacangan; aneka sayur dan buah; produk hewani seperti olahan susu, telur dan madu ; maupun makanan dan minuman herbal. 

Bahan pangan anti virus dan  imunitas tinggi, antara lain :

1. Minyak Eukaliptus

Tanaman eukaliptus merupakan salah satu tanaman penghasil atsiri yang banyak digunakan dalam pembuatan produk farmasi, kosmetika, parfum dan perawatan tubuh. Masyarakat lebih mengenal minyak eukaliptus sebagai minyak kayu putih.  Secara tradisional, minyak eukaliptus telah dimanfaatkan untuk mengatasi masalah saluran pernafasan seperti bronchitis, sinusitis dan pharyngitis.  Berbagai penelitian dilakukan minyak atsiri ini sebagai anti bakteri, anti jamur dan anti virus dengan hasil yang beragam tergantung species eucalyptus yang digunakan.

Pembuatan minyak eukaliptus diperoleh dengan cara menyuling daun tanaman eukaliptus. Ranting dan kulit kayu tanaman ini juga mengandung kandungan minyak atsiri, tetapi kandungan yang tertinggi pada bagian daun. Penyulingan umumnya dilakukan dengan teknik penyulingan uap dimana bahan tidak kontak langsung dengan air, melainkan kontak langsung dengan uap. Minyak yang dihasilkan berwarna bening dengan variasi kehijauan dan dapat digunakan langsung sebagai obat oles.  Produk eukaliptus lainnya dalam bentuk balsam, inhaler, roll-on, lotion, dan bahan aromaterapi.

2. Secang

Kayu secang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sejak dahulu sebagai bahan anti bakteri, bahan anti radang, bahan pewarna alami, bahan formula jamu atau minuman kesehatan, bahan pengawet pada pasta cabai dan bahan tambahan formulasi skin care dan body care. Senyawa aktif secang yaitu brazilin dan komponen lain yang berfungsi sebagai penghambat berkembangnya covid-19. 

Produk olahan secang yang banyak dikenal adalah wedang secang /wedang uwuh.  Wedang uwuh merupakan minuman kesehatan yang terbuat dari bahan kayu  secang dengan tambahan rempah-rempah seperti daun cengkeh, kayu manis, jahe ditambah gula merah.  Tujuan penambahan bahan rempah-rempah dan gula untuk meningkatkan rasa pedas yang memberikan rasa segar dan untuk melamurkan rasa pahit dari kayu secang. Minuman wedang secang berfungsi meningkatkan stamina tubuh, penghangat tubuh, mengatasi perut kembung dan masuk angin, menurunkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan nafsu makan.

Pembuatan minuman secang secara instan dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan bahan secang dan jahe masing masing 100 gram yang telah bersih, lalu dihaluskan menggunakan blender kemudian ditambahkan 500 ml air.  Pengadukan dilakukan sampai larut lalu disaring. Larutan secang dan jahe diperoleh direbus dengan penambahan serbuk kayu manis 5 gr, serbuk cengkeh 5 gr dan gula pasir sebanyak 1 kg sampai mengental membentuk kristal dan didinginkan. Campuran yang telah dingin diblender sampai halus kemudian diayak.

3. Beras Merah dan Beras Hitam

Beras terdiri atas beberapa warna yaitu putih, merah dan hitam, yang dipengaruhi oleh kandungan pigmen yang terdapat didalamnya. Kandungan pigmen tersebut menunjukkan adanya zat antioksidan yang dinamakan antosianin. Semakin gelap warna pada beras menandakan kandungan antioksidan yang semakin tinggi.  Antosianin dapat menangkal radikal bebas dan mencegah berbagai penyakit.  Kandungan antioksidan dan serat beras merah enam kali lebih banyak dibandingkan beras putih, sehingga selain menyehatkan, mengonsumsi beras merah akan membuat kenyang lebih lama.  Indek glikemik beras merah dan beras hitam lebih rendah dari beras putih sehingga cocok dikonsumsi penyakit diabetes. 

Beras merah memiliki manfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, disebabkan mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral seperti zat besi, mangan, dan zink yang memiliki banyak manfaat yaitu membentuk sel darah merah, mempercepat penyembuhan, dan meningkatkan kemampuan untuk melawan infeksi. Setiap 100 gr nasi dari beras merah mengandung 6 mg kalsium, 63 mg fosfor dan 0,8 mg zat besi. Konsumsi beras merah dan beras hitam dapat  mencegah penyakit kanker usus besar, kanker payudara dan leukemia.

Mengkonsumsi beras merah juga menjadikan tubuh lebih sehat, karena mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas untuk melawan berbagai virus sehingga disarankan dikonsumsi untuk mencegah infeksi virus Covid 19. Golongan vitamin B juga berperan penting dalam pembentukan energi , menjaga organ vital, menjaga fungsi saraf dan memperlancar metabolisme.

Cara memasak beras merah dengan cara menambahkan air lebih banyak dari biasanya sampai 1 cm dari beras dibandingkan dengan saat memasak nasi putih, dengan tujuan agar berasmerah dapat matang dengan sempurna dan agar rasa lebih pulen.  Beras merah dapat dicampur dengan beras putih dengan perbandingan satu berbanding satu.  Sedangkan     memasak beras hitam dengan cara masukan air sampai 1 ½ cm dari beras.  Sebelum dimasak lakukan pencucian dengan melakukan perendaman dulu selama 30 menit kemudian masaklah dengan menggunakan api sedang selama 12 menit. Jika menggunakan rice cooker, beras bisa diaduk 10 menit setelah mematikan api dan tidak terlalu sering mengaduk.

4.  Sirih

Tanaman sirih dikenal masyarakat sebagai tanaman yang banyak manfaat untuk pengobatan. Sirih terdiri dari berbagai jenis, seperti sirih hijau, sirih gading, sirih hitam, sirih merah, sirih wulung/keraton. Sirih hijau dimanfaatkan sebagai antiseptik, anti peradangan dan anti analgenik yang dapat membantu penyembuhan luka.  Komponen utama dalam sirih antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. 

Daun sirih digunakan sebagai anti bakteri, meningkatkan sistem kekebalan tubuh.  Sebagai upaya pencegahan Covid 19, sirih juga dapat digunakan untuk membantu menurunkan resiko penyakit penyerta seperti diabetes. Fungsi sirih untuk mengatasi batuk, bronchitis, pendarahan gusi, asam urat, sembelit, radang, kolesterol dan jantung dengan memanfaatkan air rebusan dan dikonsumsi secara rutin. Sebagai antiseptik untuk membersihkan tenggorokan dengan cara mengunyah beberapa lembar daun sirih, sedangkan untuk pengobatan luar sebagai analgesik sirih dihancurkan hingga menjadi pasta dan dioleskan pada bagian yang sakit.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/99640/bahan-pangan-anti-virus-dan-imunitas-tinggi/

Bagikan

Recent Comments