Perlunya Mengenal Bahan-Bahan Alami Yang Berpotensi Sebagai Pengawet Makanan
December 10, 2021
Bahan pengawet adalah bahan tambahan pangan yang dapat mencegah atau menghambat proses fermentasi, pengasaman, atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Pengawetan bahan pangan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Hal ini diupayakan agar bahan pangan dapat bertahan dalam waktu yang panjang. Seiring dengan kemajuan teknologi manusia terus berinovasi dalam mengembangkan pengawetan dan pengolahan makanan. Teknologi pengawetan konvensional dengan cara pengeringan, penggaraman, pemanasan, pembekuan dan pengasapan serta fumigasi sampai saat ini masih diterapkan untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang masa simpan bahan pangan.
Metode pengawetan atau upaya penambahan masa simpan dapat dilakukan dengan metode-metode tertentu. Metode pengawetan dibagi menjadi 3 golongan yaitu, pengawetan secara alami, pengawetan secara biologis, dan pengawetan secara kimia.
Perkembangan teknologi pangan yang semakin canggih berdampak pada perkembangan cara penanganan, pengolahan, pengemasan, dan distribusi produk pangan kepada konsumen. Pengawet alami adalah senyawa kimia turunan dari tumbuhan, hewan, mikroba, dan aktivitas metabolisme yang menunda pembusukan suatu produk dengan cara tertentu. Bahan alami dapat digunakan sebagai pengawet, karena mengandung zat aktif antimikroba. Contohnya adalah daun beluntas, jahe, kluwak, kunyit. Kandungan minyak atsiri pada daun beluntas dan jahe mempunyai sifat antimikroba. Senyawa flavonoid seperti asam sianida, asam hidrokarpat, asam khaulmograt, dan asam glorat pada kluwak terbukti dapat memperpanjang masa simpan. Sedangkan pada kunyit yang berperan sebagai antimikroba adalah kandungan senyawa aktif kurkumin, desmetoksikumin, dan bidesmetoksikumin. Selain itu, pengawet alami juga dapat diperoleh dari bawang putih, madu, tanaman coklat, kayu manis dan lidah buaya. Bawang putih dapat dijadikan pengawet karena kandungan senyawa (alliin, allicin, dan ajoene) serta antioksidan yang tinggi. Tanaman coklat atau cocoa juga dapat digunakan sebagai pengawet, senyawa antioksidan seperti phenol dan alkaloid yang terkandung didalam dapat diaplikasikan pada pengawet lainnya. Kandungan cinnamaldehyde, eugenol, carophyllen, dan cineole dalam kayu manis terbukti dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba dan antijamur. Sedangkan pada lidah buaya, kandungan antrakuinon seperti aloin, aloe- emodin, barbaloin dan emodin berperan sebagai antioksidan dan antibakteri.
Sebagai contoh kali ini sebagai pengawet alami lidah buaya yang digunakan untuk pengawetan buah dan sayuran. Tanaman lidah buaya senyawa yang terkandung didalamnya seperti antrakuinon, saponin dan emodin dapat dijadikan sebagai pengawet alami yang dibuat menjadi gel lidah buaya berhasil memperpanjang umur simpan buah belimbing selama 21 hari pada konsentrasi 1% dengan teknik pencelupan selama 5 menit. Gel lidah buaya tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa, sehingga dapat diaplikasikan pada buah dan sayuran.
Gel Aloe vera merupakan salah satu pelapis terbaik yang telah terbukti secara biologis dapat digunakan sebagai pengawet pada berbagai macam makanan, hal ini dikarenakan, kandungan dari lapisan pembentuk, senyawa antimikroba, iodegradable dan kandungan biokimia. Penyusun utama kandungan biokima adalah polisakarida dan metabolisme yang bertindak sebagai penghalang alami untuk kelembaban dan oksigen. Gel Aloe vera dapat memperpanjang masa simpan buah dan sayur dengan memperkecil laju respirasi dan memelihara mutu buah dan sayuran (warna, rasa, dan lain sebagainya) serta sifat antijamur dan antibakteri yang dapat mempertahankan buah dan sayur dari kerusakan.
Cara membuat gel lidah buaya; Membuat gel lidah buaya sendiri bisa lebih terjamin keamanannya. Berikut cara membuat gel lidah buaya sendiri di rumah yang mudah dan aman. Bahan dan alat yang diperlukan:
Daun lidah buaya; Pisau atau alat pengupas untuk sayuran; Sendok kecil; Blender; Wadah kedap udara untuk menyimpan; Vitamin C atau vitamin E (opsional) membuat menggunakan satu atau dua daun lidah buaya dalam proses pembuatannya. Tidak perlu terlalu banyak, pasalnya gel lidah buaya yang dibuat secara alami tanpa bahan pengawet hanya bisa bertahan sekitar 1 minggu. Namun, kalau ingin menyimpannya lebih lama, bisa membekukannya atau menambahkan pengawet ke dalam proses pembuatannya dengan menambahkan bubuk vitamin C atau vitamin E untuk membuat gel lidah buaya bertahan lama. Setelah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, berikut langkah-langkah membuat gel lidah buaya. Daun lidah buaya segar dikupas kulit bagian terluar dari daun lidah buaya. Kemudian, cucilah dengan baik. Bersihkan kotoran yang terdapat pada daun lidah buaya. Kemudian, berdirikan daun lidah buaya yang sudah dicuci bersih tersebut untuk menurunkan resin berwarna kuning yang mengalir keluar dari daun. Resin mengandung lateks yang dapat mengiritasi kulit. Selanjutnya bersihkan sisa-sisa daun dan kupas kulitnya dengan menggunakan pisau kecil. Pastikan untuk mengupas salah satu sisi kulit sehingga gel tetap menempel pada sisi yang lain. Untuk mengambil gel lidah buaya, kamu bisa mengambilnya dengan sendok kecil. Kemudian masukkan ke dalam blender. Blender beberapa detik gel lidah buaya alami hingga berbusa. Setelah itu, pindahkan gel lidah buaya yang sudah diblender ke wadah tertutup. Jika ingin lebih lama, bisa menambahkan pengawet pada ¼ cangkir atau 60 ml gel lidah buaya, atau menambahkan 500 mg bubuk vitamin C atau 400 International Unit (IU) bubuk vitamin E atau bisa menggunakan keduanya. Tambahkan kedua vitamin ini langsung ke dalam proses blender gel lidah buaya. Untuk penyimpanannya, gel lidah buaya tanpa pengawet bisa disimpan dalam lemari pendingin dalam wadah kedap udara hingga 1 minggu. Sedangkan, jika ditambahkan pengawet bisa disimpan lebih lama hingga 2 bulan di lemari pendingin. Setelah gel lidah buaya alami selesai dibuat, kamu bisa langsung, mengaplikasikan nya langsung ke sayuran atau buah-bauahnnnya.
Recent Comments