MANFAAT DAN KHASIAT PARE
February 24, 2022
Pare (Momordica charantia L.) adalah tanaman sayur yang tumbuh merambat dengan buah berkerut dan berbintil serta memiliki rasa yang pahit, jika diolah dengan baik akan menjadi makanan yang sangat enak. Selain itu, pare juga mengandung vitamin C, vitamin A, fosfor, dan besi untuk menambah nutrisi dalam tubuh. Pare termasuk sayuran yang sering jadi menu dengan banyak manfaat antara lain:1) Perawatan tanaman Pare relatif mudah; 2) Kebutuhan pangan dan gizi keluarga tercukupi; 3) Menghemat biaya belanja konsumsi rutin bulanan; dan Menambah penghasilan dari menjual Pare yang tidak habis kita konsumsi.
Pare dapat ditanam dengan cara ditanam langsung atau melalui persemaian. Penanaman langsung, yaitu dengan benih ditanam langsung ke lahan dengan aturan tanam per lubang diisi 2 atau 3 biji se dalam 2—3 cm. Sekitar 1 minggu setelah tanam akan tumbuh tunas. Ketika tunas sudah memiliki 4 daun, sisakan satu tanaman yang bagus per lubang tanam. Penanaman tidak langsung dilakukan dengan persemaian terlebih dahulu. Dengan penyemaian dengan disemai di media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1. Beri jarak antara benih yang disemai 2 cm × 2 cm. Bibit siap ditanam setelah mencapai umur sekitar 3 minggu setelah semai (setelah muncul 3—4 daun).
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Setelah berumur dua minggu atau tinggi tanaman mencapai 50 cm, dibuat para-para setinggi 1,5 – 2 meter, dengan tujuan untuk merambatkan sulur- sulur tanaman. Setelah berumur tiga minggu, tanaman pare sudah bercabang dan sebaiknya cabang-cabang tersebut dipotong atau dilakukan pemangkasan agar tunas tumbuh menyebar sehingga bisa produksi lebih banyak. Pilih dua cabang yang paling besar dan sehat. Sisa cabang lainnya yang tumbuh di batang hingga ketinggian 1,5 m dari permukan tanah harus dipangkas. Pemangkasan kedua bisa dilakukan pada saat umur 6 minggu dengan memangkas cabang yang telah tua dan tidak tumbuh lagi serta daun-daun tua maupun cabang yang rusak karena hama penyakit.
Manfaat Pare dapat digunakan untuk mengobati/penurun panas dan penambah nafsu makan. Selain itu, daunnya dimanfaatkan sebagai obat luka bakar, obat penyakit kulit dan obat cacing. Tanaman pare berkhasiat terhadap Kesehatan, bahan yang terkandung dalam tanaman Pare. Sebagai bangsa cucurbitaceae, buah pare juga mengandung bahan glikosida triterpen atau kukurbitasin, antara lain: 1) Mengendalikan gula darah Pare memiliki kandungan magnesium yang berfungsi memaksimalkan kerja hormon insulin. Dikutip dari World Journal of Diabetes, kondisi diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan kekurangan magnesium dalam tubuh. Magnesium yang Anda peroleh dari pare, dapat memaksimalkan insulin yang bertugas mengatur kadar gula darah. Dengan begitu, pare bisa Anda jadikan pilihan makanan untuk membantu menurunkan gula darah. Selain itu, pare juga mampu mencegah penumpukkan glukosa dalam darah dan memindahkannya ke hati, otot, dan jaringan lemak. Meskipun begitu, kandungan pare tidak serta-merta dapat Anda gunakan untuk pra-diabetes atau diabetes. Anda perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter untuk mendapatkan manfaat pare lebih baik terbaik. 2) Meningkatkan kekebalan tubuh Pare mengandung senyawa antioksidan yang berlimpah, salah satunya vitamin C. Antioksidan membentuk pertahanan terhadap benda asing yang akan merusak tubuh, seperti radikal bebas yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit. Anda bisa memperoleh sekitar 58 miligram vitamin C dalam 100 gram buah pare. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi setengah kebutuhan vitamin C harian orang dewasa, yakni 90 miligram untuk pria dan 75 gram untuk wanita. Penelitian juga menunjukkan, pare mengandung beberapa agen antibakteri dan antivirus. Pare juga mengandung agen anthelmintik, yakni senyawa antiparasit yang bisa membantu mengeluarkan cacing parasit dari dalam tubuh. 3) Menjaga kesehatan mata, Pare mengandung senyawa flavonoid, seperti α-karoten, β-karoten, lutein, dan zeaxanthin yang bisa membantu meningkatkan kesehatan mata Anda. Kandungan lain pada pare juga dapat mencegah katarak dan glaukoma yang disebabkan oleh komplikasi diabetes. Berkat kandungan nutrisi ini, pare dapat meningkatkan fungsi penglihatan terutama bagi Anda yang mengalami gangguan rabun senja, serta memperlambat degenerasi makula. 4) Meredakan asma dan gangguan pernapasan lainnya Kandungan pare mampu mencegah penyakit pernapasan umum, seperti batuk, flu, atau pilek. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, jus dari buah pare digunakan untuk mengobati kondisi pernapasan tertentu, seperti batuk kering, bronkitis, dan asma selama ratusan tahun. Pare memiliki sifat antihistamin, anti-inflamasi, dan antivirus yang membuat pare menjadi makanan tambahan yang ideal dalam menjaga kesehatan pernapasan. 5) Mengobati masalah kulit Manfaat pare lainnya adalah sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai masalah kulit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Senyawa antijamur dan antibakteri yang terdapat dalam daun pare bisa membantu melawan infeksi kulit, termasuk kurap (ringworm) dan kudis (scabies). Caranya, Anda cukup mengekstrak daun pare dan oleskan pada area kulit yang mengalami gangguan. Senyawa anti-inflamasi dalam buah pare dapat mengobati kondisi kulit, seperti eksim dan psoriasis. Pare juga dapat membantu menghentikan aktivitas guanylate cyclase, yakni enzim yang dapat memperburuk kondisi psoriasis. 6) Membantu mengobati HIV dan herpes Sebuah penelitian yang diterbitkan Biomedical and Pharmacology Journal, menunjukkan bahwa komposisi fitokimia pare, yakni MAP30 berupa senyawa antivirus, dapat menghambat aktivitas HIV atau human immunodeficiency virus. HIV secara spesifik menyerang sel CD4 yang berperan dalam perlawanan infeksi. Protein MAP30 pada pare dapat menghambat infeksi HIV baru, caranya dengan merangsang sistem kekebalan dan menghasilkan lebih banyak sel CD4. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa protein MAP30 pada pare dapat membantu mengobati pasien herpes simpleks virus-1 (HSV-1), dengan menghambat reproduksi virus dan mengurangi kemampuannya membentuk plak. 7) Meningkatkan kesehatan tulang dan penyembuhan luka Pare juga mengandung vitamin K, yakni salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Manfaat vitamin K salah satunya adalah mengatur pembekuan darah normal, dengan membantu pembentukan protrombin. Kekurangan protrombin dapat membuat tubuh Anda mudah memar meski hanya mengalami cedera ringan. Studi yang diterbitkan Journal of Osteoporosis menyebutkan, asupan makanan sumber vitamin K dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko mengalami patah tulang. Hal ini dikarenakan, vitamin K pada pare dapat membantu menyebarkan kalsium ke seluruh tubuh. Vitamin K juga membantu pembentukan protein osteokalsin untuk proses pengerasan tulang. 8) Meningkatkan kesehatan pencernaan Selain rendah kalori, buah pare juga kaya kandungan serat. Serat makanan tersebut membantu melancarkan pencernaan dan gerakan peristaltik makanan melalui sistem pencernaan. Pare dipercaya memiliki efek pencahar alami yang dapat membantu meredakan sembelit atau konstipasi. Senyawa antibakteri pada pare juga dapat membantu melawan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang menyebabkan tukak lambung. Tingginya kandungan charantin pada pare, mampu membantu meningkatkan serapan glukosa dan sintesis glikogen. Hal ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan berlebih dengan mengurangi penyimpanan sel-sel lemak. Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun buah pare tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil. Percobaan pada tikus menunjukkan pemberian jus pare menyebabkan keguguran.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/100333/manfaat-dan-khasiat-pare/
Recent Comments