PEMBIBITAN JAHE EMPRIT
April 4, 2022
Jahe emprit merupakan tergolong agribisnis yang memiliki pangsa pasar lokal. Hal inilah yang menjadikan jahe emprit banyak permintaan dan memiliki potensi yang cukup bagus dari tahun ke tahun.
Untuk skala industri sendiri, banyak sekali manfaat yang ada pada jahe emprit antara lain : bahan obat-obatan, kebutuhan herbal, kosmetik, makanan dan minuman.
Dari beberapa hal tersebut tentu banyak pertimbangan para pelaku agribisnis khususnya pemula untuk mulai melirik bisnis jahe emprit. Dari segi permintaan industri tentu saja tergolong banyak, namun tak sedikit stock jahe emprit lokal kurang memenuhi kebutuhan pasar.
Benih berkualitas adalah kunci awal agar hasil panen tinggi. Sebab, tanpa benih yang berkualitas, maka pertumbuhan dan perkembangan jahe tidak akan optimal. Agar kita tidak salah dalam memilih, berikut ini adalah ciri-ciri benih jahe emprit yang berkualitas : (1) Berasal dari varietas unggul, varietas murni dan jelas asal-usulnya, (2) Berasal dari indukan yang sehat dan bebas dari serangan hama-penyakit, seperti penyakit layu, kutu tempurung, dan lalat rimpang, (3) Sudah berumur 8-10 bulan, (4) Banyak tampak serat-serat sehat ketika rimpang dipatahkan, (5) Kulit tampak segar, tidak kisut, dan tidak mudah terkelupas, (6) Warna mengkilat dan bernas, (7) Berat seragam, antara 20-40 g, dan (8) Memiliki mata tunas yang sehat sebanyak 2-3 mata tunas. Itu adalah ciri-ciri jahe emprit yang berkualitas. Nah, dalam 1 ha lahan, kita membutuhkan setidaknya 1-1,5 ton bibit jahe emprit. Ini merupakan jumlah yang harus dimiliki untuk proses penyemaian, penanaman hingga penyulaman.
Persyaratan Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). b. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan). c. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. 2) Teknik penyemaian bibit untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam, bibit jangan langsung di tanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan. a. Penyemaian pada peti kayu rimpang jahe yang baru di panen di jemur sementara (tidak sampai kering), kemudian di simpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan di mana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan di jemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut di kemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut : a. pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di atasnya di beri abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah di semai. b. Penyemaian pada bedengan buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut di buat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit di susun pada bedengan jerami lalu di tutup jerami, dan di atasnya diberi rimpang lalu di beri jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali di semprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas di pilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah. Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 40-60 gram. 3) Penyiapan Bibit Sebelum di tanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/100692/pembibitan-jahe-emprit/
Recent Comments