TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI
April 8, 2022
Pada tanaman cabai rawit, seringkali ditemukan buah yang rontok dan membusuk, baik sebelum masak maupun sesudah masak. Kadang kala cabai rawit berwarna cokelat kehitaman atau agak menguning dan pada bagian tertentu dari kulit buah cabai ditemukan bintik hitam yang berukuran sangat kecil. Hal ini menandakan bahwa buah cabai tersebut telah terserang oleh hama lalat buah.
Secara ekonomis beberapa spesies lalat buah merupakan hama penting yang berasosiasi dengan berbagai buah-buahan dan sayuran tropika. Serangan hama lalat buah dapat mengakibatkan produksi dan mutu buah menjadi rendah, bahkan dapat mengakibatkan gagal panen. Jenis lalat buah yang menyerang cabai rawit ialah Bactrocera cucurbitae.
Cara pengendalian hama lalat buah yang ramah lingkungan tidak dapat ditawar lagi, artinya produk buah tidak tercemar oleh bahan kimia yang berbahaya bagi konsumen, terutama pestisida. Ketergantungan petani terhadap penggunaan insektisida sintetik untuk mengendalikan hama cukup tinggi, sehingga perlu segera diatasi dengan mencari alternatif pengendalian lain yang ramah lingkungan. Kebutuhan terhadap teknik pengendalian hama yang ramah terhadap lingkungan sangat diharapkan, terutama yang efektif, efisien, dan mudah diterapkan oleh petani di lapangan. Diantara teknologi pengendalian hama lalat buah yang ramah lingkungan ialah pengendalian secara kultur teknis, pengendalian secara fisik/mekanik, pengendalian secara biologi, dan pengendalian secara kimiawi (dapat digunakan sebagai alternatif terakhir).
Gejala Serangan Hama Lalat Buah pada Cabe
- Serangan lalat buah paling sering terjadi pada buah cabe yang masih hijau (muda),
- Gejala terlihat pada tangkai buah, ujung buah maupun bagian tengah buah cabe yang masih muda (hijau) menguning,
- Jika serangan terjadi pada pangkal buah (dekat tangkai buah) biasanya tangkai akan menguning dan buah gugur sebelum telur lalat buah menetas,
- Serangan pada ujung buah dan bagian tengah buah menyebabkan buah cabe menguning dan busuk serta sedikit basah,
- Jika diperhatikan pada buah cabe yang terserang terdapat titik hitam/lubang kecil bekas tusukan ovipositor lalat buah betina,
- Jika dibelah, didalam buah cabai terdapat larva lalat buah berukuran kecil seperti ulat dan berwarna putih
Teknologi pengendalian hama lalat buah tanaman cabai yang ramah lingkungan yaitu dengan cara: kultur teknis, fisik/mekanik, biologi, dan kimiawi.
1. Pengendalian Secara Kultur Teknis
- Melakukan sanitasi lahan dengan tujuan untuk memutuskan daur hidup lalat buah, sehingga perkembangan lalat buah pada tanaman cabai dapat ditekan. Sanitasi dilakukan dengan cara mengumpulkan buah yang jatuh atau busuk kemudian dimusnahkan dan dibakar atau dibenamkan di dalam tanah dengan cara membuat lobang berukuran 1 x 0,5 m atau 1 x 1 m sampah/serasah di sekitar tanaman juga harus dikumpulkan dan dibakar atau dipendam dalam tanah. Pastikan ke dalam tanah tidak memungkinkan larva dapat berkembang menjadi pupa. Pupa yang ada dalam tanah dapat dimusnahkan dengan cara membalikkan tanah di sekitar tanaman.
- Menggunakan perangkap lem kuning atau lem tikus bening yang dicampur dengan sedikit metyl eugenol untuk menangkap lalat buah dewasa.
- Pengasapan dengan membakar sampah kering, dan dibagian atasnya ditutupi sampah basah, agar dapat dihasilkan asap dan tidak sampai terbakar. Kepulan asap yang menyebar ke seluruh bagian tanaman akan mengusir keberadaan hama lalat buah.
- Pemasangan mulsa plastik dapat menekan larva berubah menjadi pupa dan akhirnya mengurangi populasi serangga dewasa.
2. Pengendalian secara fisik/mekanis
- Menggunakan perangkap atraktan metyl eugenol/cue lure yang dipasang atau digantung di dalam perangkap yang terbuat dari bekas air mineral untuk menangkap lalat jantan. Bagian dasar botol diberi sedikit air, lalat buah mati terendam air. Sebaiknya perangkap dipasang dibagian luar lahan atau di bagian pinggir pertanaman, hal ini bertujuan agar lalat tidak terkumpul di tengah pertanaman
3. Pengendalian Secara Biologi
- Dengan melepaskan serangga jantan yang sudah mandul, maka telur yang dihasilkan dari perkawinan dengan lalat betina menjadi steril atau tidak bisa menghasilkan keturunan, dan akhirnya populasi akan turun dan musnah.
4. Pengendalian Secara Kimiawi
- Dapat dilakukan dengan cara pengabutan/pengasapan (fogging) dan pencampuran insektisida dengan zat penarik (atraktan) maupun foodatraktan (tertarik dengan makanan).
Recent Comments