FFD CSA SIMURP BPP WONOSALAM, PENERAPAN TEKNOLOGI KUNCI KEBERHASILAN PETANI
September 3, 2022
Puncak kegiatan penerapan teknologi berbasis CSA di wilayah BPP Wonosalam ditandai dengan Farmer’s Field Day (FFD), Hari Lapang Petani, pada Senin (29/08/2022) di desa Tlogorejo. FFD ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, PPK SIMURP Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, Camat Wonosalam beserta jajaran Forkopimca, PPL dan kelompok tani pelaksana kegiatan CSA SIMURP.
Teknologi climate smart agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim adalah kegiatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak yang didanai melalui program SIMURP (strategic irrigation modernization and urgent rehabilitation project) Kementrian Pertanian RI.
Kegiatan FFD diawali dengan panen bersama pada demplot kacang hijau kelompok Tani Sidorejo. Tanam kacang hijau di MT 3 adalah hal yang biasa di wilayah kecamatan Wonosalam. Namun, tahun ini budidaya kacang hijau sebagian besar gagal. Koordinator BPP Wonosalam, M Hisam, SP mengatakan penyebabnya adalah anomali iklim yang cukup berat. Sebelumnya luas tanam mencapai 3.016 hektar, tahun ini hanya 194 hektar saja yang dapat panen. Serta terjadi penurunan produktivitas yang drastis. Dari rata-rata 1,1 ton/ha menjadi hanya 0,33 ton/ha atau 3,3 ku/ha.
Sementara itu diantara kegagalan tanam kacang hijau masih ada beberapa kelompok CSA yang memberi harapan. Salah satunya di Kelompok Tani Sido Rejo desa Tlogorejo. Lahan kacang hijau milik Saiful ini terbilang berhasil. Bahkan hasil ubinan menunjukkan produktivitas mencapai 1,8 ton per ha. Saiful pun membagikan tips keberhasilannya yaitu penggunaan pupuk alami dari fermentasi urin kelinci. Penggunaan pupuk alami merupakan salah satu teknologi yang dianjurkan dalam CSA guna kelestarian alam. Sistem tanam secara tugal atau ceblok dengan jarak tanam tertentu, pemilihan benih unggul, pembuatan guludan, pembuatan selokan, dan penggunaan pupuk organik merupakan teknologi yang sangat mendukung keberhasilan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, SIP, MM dalam sambutannya, memotivasi petani yang lain supaya mencontoh keberhasilan budidaya kacang hijau ini. Penerapan teknologi ini merupakan upaya cerdas dalam mensikapi perubahan iklim. Sebagaimana tujuan dalam program SIMURP.

Dalam rangka program SIMURP, BPP Wonosalam juga telah melaksanakan kegiatan Training of Farmer (TOF). TOF diikuti oleh 24 orang agen CSA dari poktan utama. Dilanjutkan dengan diseminasi teknologi kepada petani melalui pertemuan tingkat kelompok tani. BPP Wonosalam juga melaksanakan kegiatan pertemuan sosialisasi, pembinaan KWT serta pembinaan KEP SIMURP.
Dari program SIMURP ini diharapkan adanya peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, pertanian yang berkelanjutan serta ketahanan terhadap perubahan iklim. Demikian ujar Siti Khotijah SH, MM, dari Distanbun Provinsi Jateng. Teknologi yang bermanfaat ini pun sudah semestinya untuk disebarluaskan.
(Deni Hestina, S.Pt/PPL Wonosalam)
Recent Comments