BERITA • Dinpertan Pangan • Wonosalam
GUGAH SEMANGAT PETANI LEWAT REMBUG DAN KURSUS TANI CSA
March 24, 2023
Hasil bertani makin tak menentu. Musim penghujan, musim kemarau, makin tak dapat diprediksi dengan jelas. Lahan sawah selalu tergenang. Tanah seolah olah butuh diberikan pupuk kimia dalam jumlah yang besar. Hama dan penyakit pada tanaman kian hari kian menghantui.
Seperti itulah kira-kira gambaran berbagai kesulitan yang dihadapi petani saat ini. Hal ini tidak dapat dipungkiri. Banyak faktor yang memicu persoalan dalam berusaha tani. Mulai dari faktor tanah sebagai media, faktor sarana produksi, faktor teknis budidayanya sendiri sampai dengan pengairan serta faktor eksternal seperti anomaly musim. Sebagai contoh, pemberian pupuk kimia yang menurut sebagian petani selalu kurang. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang bagaimana kondisi unsur hara pada lahan lalu seberapa banyak pupuk perlu ditambahkan.

Di lain pihak, dunia pertanian dihadapkan pada tantangan peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan kualitas, perkembangan teknologi, serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan yang telah menjadi isu global. Oleh sebab itu, perlu adanya langkah yang dapat mempertemukan antara permasalahan dan tantangan dalam berusaha tani ini. Supaya berbagai permasalahan yang kerap muncul di tingkat petani mendapatkan solusi.
Gayung bersambut, program SIMURP dari Kementrian Pertanian menjadi oase atas kebutuhan petani saat ini. Petani sebagai pelaku utama membutuhkan wadah untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Program SIMURP dengan paket penerapan teknologi CSA menjadi jawaban. Teknologi climate smart agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim mengajak petani untuk menerapkan beberapa metode budidaya. Delapan metode dalam pertanian cerdas iklim ini didiseminasikan pada kelompok tani melalui rembug dan kursus tani.

Petani berkumpul pada kegiatan rembug dan kursus tani, menyampaikan permasalahan yang dihadapi, menerima penyuluhan mengenai teknologi CSA kemudian berdiskusi guna pemecahan masalah. Belajar CSA dalam rembug tidak hanya secara teori. Penyuluh juga memberikan demonstrasi dan praktek. Sebagai contoh, permasalahan pemupukan dan bagaimana kondisi lahan sawah saat ini. Persoalan ini dapat dijawab dengan praktek penggunaan perangkat uji tanah sawah (PUTS). Hasil uji tanah sawah akan meningkatkan pengetahuan petani tentang kadar unsur hara pada tanah sawah yang diuji serta menggugah kesadaran petani supaya mengambil langkah pemupukan berimbang. Dari praktek PUTS menjadi tahu dosis yang direkomendasikan serta meninggalkan cara penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Contoh lain pada penerapan teknologi CSA yaitu penggunaan bahan organik untuk membuat pupuk organik. Tema ini disampaikan untuk memberi solusi alternatif pupuk dan zat organik lain yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman. Materi yang dipilih adalah perbanyakan nitrobakter, yaitu bakteri penambat nitrogen. Manfaat nitrobakter dalam bentuk cair adalah dapat mengurangi dosis pupuk urea. Materi lain berupa pembuatan PGPR dan biosaka yang disampaikan secara teori maupun praktek. Dari praktek pembuatan nitrobakter dan lainnya petani memiliki alternatif bahan yang lebih alami untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman dan tentunya lebih ramah lingkungan.




BPP Wonosalam tahun 2023 ini mendapatkan tugas mengawal dan mendampingi kegiatan penerapan teknologi CSA pada 24 kelompok tani di 15 desa di Kecamatan Wonosalam. Kegiatan rembug dan kursus tani yang dilaksanakan sejak awal Februari dan terakhir pada tanggal 20 Maret 2023 ini diwarnai dengan antusiasme peserta. Diskusi dan demonstrasi cara (praktek) yang disampaikan mampu menggugah keingintahuan dan kesadaran petani. Tahap penentuan sikap, perubahan perilaku dan peningkatan ketrampilan tentang teknologi CSA ini harapannya menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan dalam berusaha tani. Sehingga produksi meningkat, kualitas meningkat serta mendukung pelestarian lingkungan dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana tujuan CSA.
(Deni Hestina, PPL Wonosalam)
Recent Comments