Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITABonangDinpertan Pangan

FARMER FIELD DAY (FFD) CSA SCALING UP BPP BONANG

FFD Scaling Up  penerapan teknologi CSA (Pertanian Cerdas Iklim) Kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) atau ‘Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak baru saja dilangsungkan oleh BPP Bonang Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak pada Kamis, (15/06/23) di Desa Poncoharjo Bonang

Scaling Up tersebut berarti pula sebagai demplot (penerapan teknologi di lapangan secara langsung) yang biasanya memiliki lahan uji coba seluas satu hektar. Namun di Desa Poncoharjo, demplot yang diterapkan tak biasa yakni seluas 50 hektar.

Tujuan dari demplot itu pun tak lain untuk meningkatkan produktivitas padi lewat perlakuan khusus sebelumnya.

Selain Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, kegiatan scaling up bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Pembinaan Kelompok Tani), (Pembinaan Kelembagaan Irigasi), P3A

“Poncoharjo adalah Desa paling luas di antara Desa lain. Harapannya program scalling up ini diterapkan ke kelompok tani lainnya. Mohon kelompok tani yang mengikuti program scaling up diprioritaskan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, yang di wakili oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Ir. Sri Sulistyowati,M.M

Pihaknya pun tengah menyiapkan beberapa alsinta untuk diakomodir agar mendukung kegiatan para petani setempat.

Mengenai  kelompok tani yang dimaksud, terdapat tiga testimoni. Menurut Ir. Sri Sulistyowati,M.M perwakilan Petani Demonstrator dari Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur mengatakan bahwa yang paling terasa dari Penerapan Teknologi CSA adalah Jajar Legowo atau Jarwo yang menambah produksi dan meminimalkan hama penyakit

“Dalam pengelolaan sebenarnya butuh air namun telah bekerja sama dengan pengelola air (P3A). Sistem pengairan aman. Kendalanya dari infrastruktur pengelolaan air,” tambah Rahmadi, selaku perwakilan P3A.

Sedangkan Muhammad Hanif, A.Md, sebagai koordinator Penyuluh Pendamping menjelaskan bahwa Scaling Up memang melibatkan Poktan Sumber Makmur karena berdekatan serta memiliki satu aliran alir. Juga, tergabung dalam P3A.

Namun berdasarkan keterangannya, dulu  kelompok ini kurang menerapkan teknologi Climate-Smart Agriculture (CSA) dalam pengendalian hama terpadu.

“Dengan karakter petani dan dinamika yang cukup menguras tenaga Alhamdulillah saya mengucapkan banyak berterima kasih karena kini terbuka lebar mengenai teknologi. Kendala selanjutnya di lapangan kurang menerapkan pupuk organik, sehingga penerapan teknologi CSA-nya yaitu dengan pemberian pupuk organik dan juga pemupukan berimbang” ujarnya.

“Terkendala jarak tanam antara yang biasa dilakukan petani dengan alat penabur benih. Ketika kolaborasi kita bisa disetting sehingga jarak tanamnya bisa berkurang. Kalau tidak dibantu combain harvester tenaga kerja buat panennya susah terlalu banyak orang,” pungkasnya.

Acara yang juga diisi oleh kegiatan panen bersama di Desa Poncoharjo itu dihadiri pula oleh Ahmad Sanawi Kepala Seksi Kesejahteraan  mewakili Camat Bonang, perwakilan dari masing-masing Balai Penyuluhan Kecamatan Penerima Simurp. (BBP BONANG)

Bagikan

Recent Comments