Jadi mitra UD Sanjaya? Siapa takut
August 7, 2023
Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Pola Kemitraan Angkatan X di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Guntur bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak selama 3 hari yaitu tanggal 2-3 Agustus 2023. Pada kesempatan kali ini Bidang Perkebunan yang ikut serta mendampingi kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak pada pertemuan kali ini diwakili oleh Subkoor Tanaman Semusim Bapak Heri Agus Subagio, S.Pt, MM. Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah Rabu (03/8/2023), menjelaskan, Bimtek ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang saling menguntungkan, menumbuhkan jejaring usaha yang solid, dan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produk (tembakau). “Sedang keluaran atau hasil yang diharapkan dari Bimtek ini yaitu terciptanya sistem kemitraan dan jaringan pemasaran yang kuat, terwujudnya nilai jual yang tinggi, dan terwujudnya kesejahteraan baik secara individu ataupun dalam kelompok tani,” katanya.


Bimtek ini diikuti 30 petani dari 3 Kecamatan yaitu Guntur, Karangawen, dan Mranggen. Sedang metode Bimtek berupa ceramah, diskusi dan tanya jawab, brain stroming, simulasi, praktek, kunjungan lapangan, dan sebagainya. Kegiatan Bimtek ini dibiayai dari anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) tahun 2023,” ujarnya.
Pada pertemuan di hari pertama hadir narasumber yaitu Bapak Rajikan petani dari Desa Kangkung Mranggen yang menjadi perwakilan dari perusahaan/ kemitraan UD. Sanjaya Kabupaten Malang, materi yang disampaikan adalah pola kemitraan berbasis potensi wilayah.
Bagaimana menjadi mitra dan apa saja yang perlu disiapkan oleh petani, salah satu keuntungan mengikuti kemitraan yaitu harga sudah ditentukan diawal dan melalui proses penawaran. ” jadi kami sebagai mitra, tentu saja ingin untung tetapi tidak ingin merugikan petani”, “kami tahu bagaimana pola yang di terapkan oleh beberapa kemitraan yang sudah ada, kami ingin merubah pola yang sudah ada yaitu melibatkan petani dalam penentuan harga” ujar rajikan perwakilan dari UD. Sanjaya Malang. Ini adalah jawaban bagi petani yang selama ini galau dan menjadi permasalahan dalam pemasaran/ penjualan produk hasil olahan tembakau di Kabupaten Demak. Sekian dan terimakasih.
(Bidang Perkebunan)
Recent Comments