Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELBERITADemakDinpertan Pangan

PENANGANAN PASCA PANEN PADI

Pascapanen padi adalah serangkaian tahapan kegiatan yang meliputi pemungutan (pemanenan) malai, perontokan gabah, penampian, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, dan pengolahan sampai siap dipasarkan atau dikonsumsi

Penyuluh Pertanian Kecamatan Demak (Sumedi, Endang, Dewi, Nining, Agus, Syahri, Sribudi dan Ella) melakukan kegiatan pascapanen padi di lsawah milik BPP Demak pada hari Kamis (07/03). Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, tahapan pascapanen meliputi:

  1. Panen
  2. Penentuan saat panen

Penentuan saat panen merupakan tahap awal dari kegiatan penanganan pascapanen padi. Ketidaktepatan dalam penentuan saat panen dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu gabah/beras yang rendah.

  • Pemanenan

Panen merupakan kegiatan akhir dari proses produksi di lapangan dan faktor penentu proses selanjutnya. Pemanenan pada saat yang tepat merupakan hal yang cukup penting guna mempertahankan kualitas dan kuantitas gabah. Pemanenan padi harus dilakukan pada umur panen yang tepat, menggunakan alat dan mesin panen yang memenuhi persyaratan teknis, kesehatan, ekonomi dan ergonomis, serta menerapkan sistem panen yang tepat.

  • Penumpukan dan Pengumpulan

Penumpukan dan pengumpulan merupakan tahap penanganan pascapanen setelah padi dipanen. Sebagian petani masih meletakkan padi setelah panen tanpa alas. Mereka masih kurang peduli akan adanya susut saat penumpukan dan pengumpulan. Ketidaktepatan dalam penumpukan dan pengumpulan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya pada waktu penumpukan dan pengangkutan padi menggunakan alas terpal. Penggunaan alas dan wadah pada saat penumpukan dan pengangkutan dapat menekan kehilangan hasil antara 0,94 – 2,36 %.

  • Perontokan

Perontokan merupakan tahap penanganan

pascapanen setelah penumpukan dan

pengumpulan padi yang bertujuan untuk

memisahkan gabah dari malai dan jerami dengan cara memberikan tekanan atau pukulan terhadap malai. Perontokan dilakukan setelah semua padi dipanen oleh pemanen. Tempat perontokan sebaiknya mudah dijangkau dan dekat dengan lokasi panen. Perontokan harus dilakukan di atas alas antara lain dari terpal plastik, tikar dan anyaman bambu yang bersih dan bebas cemaran untuk menghindari terjadinya susut pascapanen karena tercecer, rusak, kotor dan lain-lainnya.

  • Pengangkutan

Pengangkutan adalah Kegiatan memindahkah gabah setelah panen dari suatu tempat ke tempat lain dengan tetap mempertahankan mutu gabah. Pengangkutan dapat dilakukan dengan menggunakan alat dan/atau mesin sesuai dengan karakteristik lokasi. Tingkat kehilangan hasil dalam tahapan pengangkutan cukup rendah berkisar antara 0,5 – 1,5 %.

  • Pengeringan

Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk digiling atau aman untuk disimpan dalam waktu yang lama. Secara biologis, gabah yang baru dipanen masih hidup sehingga masih berlangsung proses respirasi yang menghasilkan CO2, uap air dan panas sehingga proses biokimiawi berjalan cepat. Jika proses tersebut tidak dikendalikan maka gabah akan menjadi rusak dan beras bermutu rendah.

  • Pembersihan dan Sortasi

Pembersihan merupakan kegiatan menghilangkan kotoran fisik maupun biologis. Pembersihan dapat menggunakan alat dan/atau mesin sesuai sifat dan karakteristiknya.

Pembersihan gabah dengan cara menghilangkan butir hampa dan benda asing lainnya. Pembersihan gabah akan mempertinggi daya simpan gabah, mempertinggi rendemen penggilingan dan mempertinggi harga jual persatuan berat. Pembersihan gabah dapat dilakukan segera setelah perontokan dan pada saat pengeringan, dengan cara diayak, ditampi, dianginkan, atau menggunakan alat manual blower/cleaner. Selama proses pembersihan, gunakan alas dari tikar, bambu, karung plastik atau lainnya untuk menghindari banyaknya gabah yang hilang. Pembersihan dilakukan berulang hingga gabah cukup bersih (kadar hampa dan kotoran < 3%). Apabila pembersihan dilakukan menggunakan alat pembersih manual blower atau power blower, dipilih yang mudah dioperasikan, ringan, mudah dipindah- pindahkan, berkapasitas tinggi dan tahan lama.

Sortasi merupakan kegiatan pemilahan hasil panen yang baik dari yang rusak atau cacat, yang sehat dari yang sakit dan benda asing lainnya. Sortasi gabah biasanya dapat dilakukan bersamaan pada saat melakukan kegiatan perontokan, pengeringan maupun pembersihan.

  • PENGEMASAN

Pengemasan merupakan kegiatan mewadahi dan/atau membungkus produk dengan memakai media/bahan tertentu untuk melindungi produk dari gangguan faktor luar yang dapat mempengaruhi daya simpan. Bahan kemasan gabah dapat berasal dari wadah berbahan kertas, karung plastik, karung goni, dll. Pengemasan dapat menggunakan alat dan/atau mesin Bahan kemasan tidak boleh menimbulkan kerusakan, pencemaran hasil panen yang dikemas dan tidak membawa OPT.

Kegiatan pengemasan gabah biasanya tidak dilakukan apabila penyimpanan dilakukan dengan sistem curah ke dalam silo atau tempat penyimpanan sejenisnya.

8. PENYIMPANAN

Penyimpanan merupakan tindakan untuk mempertahankan gabah/beras agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan gabah/ beras dapat mengakibatkan terjadinya respirasi, tumbuhnya jamur, dan serangan serangga, binatang mengerat dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu gabah/beras. Cara penyimpanan gabah/beras dapat dilakukan dengan : (1) sistem curah, yaitu gabah yang sudah kering dicurahkan pada suatu tempat yang dianggap aman dari gangguan hama maupun cuaca, dan (2) cara penyimpanan menggunakan kemasan/wadah seperti karung plastik, karung goni, dan lain-lain.

Sumber: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau (2014)

Bagikan

Recent Comments