ARTIKEL • BERITA • Demak • Dinpertan Pangan
Urban Farming Rumah Tangga Perkotaan “Budidaya Tosakan/ Caism (Sawi Hijau Daun Lonjong) Organik”
March 9, 2024
Budidaya sawi di pekarangan rumah bisa menjadi salah satu solusi memenuhi kebutuhan konsumsi sendiri terhadap sayuran sawi atau justru hasilnya dijual sehingga menjadi pemasukan tambahan. Selain bermanfaat, budidaya sawi juga cukup mudah dilakukan.



Penyuluh Kecamatan Demak (Sumedi, Endang, Agus, Dewi, Nining, Syahri, Ella, Sribudi) melakukan panen sawi di lahan BPP Demak pada hari Kamis (07/03).
Cara Budidaya Sawi Hijau (Caisim) di Lahan Ada beberapa tahap dalam budidaya caisim (sawi hijau) di lahan. Berikut cara budidaya sawi hijau di lahan, seperti dikutip dari publikasi Balitsa Litbang Kementan RI.
- Teknik Persemaian Benih Caisim Benih sawi disemai di media campuran tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 selama sekitar seminggu dan ditutup 2-3 hari dengan menggunakan daun pisang atau penutup lainnya. Setelah 7-8 hari, bibit sawi kemudian dipindahkan ke bumbungan sampai kurang lebih 2-3 minggu. Untuk tiap hektar lahan, diperlukan sekitar 750 gram benih sawi.
- Teknik Persiapan Lahan
Penanaman bibit dicangkul dan dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau sampah lain yang berpotensi menghambat pertumbuhan caisim. Tanah digemburkan dengan cara dicangkul sedalam 30 cm dan dibuat bedengan. Pengolahan lahan untuk penanaman sebaiknya dilakukan 3-4 minggu sebelum penanaman bibit caisim. Bedengan dibuat dengan lebar 100-120 cm dan ketinggian 30 cm. Di setiap bedengan, bibit caisim ditanam membaris dengan jarak antar tanaman sekitar 10-15 cm.
- Cara Menanam Caisim
Bibit caisim yang siap tanam bisa disebar ke bedengan. Caranya, membuat lubang terlebih dahulu untuk tempat menaruh bibit caisim. Jika penanaman benih caisim dilakukan langsung di bedengan, setelah dua minggu perlu dilakukan penjarangan antar-tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan caisim. Pastikan caisim tidak tertutupi oleh apa pun alias terpapar sinar matahari secara langsung. Hal ini untuk menunjang pertumbuhan bibit caisim.
- Pemberian Pupuk
Untuk Budidaya Caisim Terdapat 2 jenis pupuk yang diberikan ketika menanam caisim ini, yaitu pupuk kandang dan kompos. Pemberian pupuk dilakukan sebelum dan setelah penanaman bibit caisim. Pupuk kandang diberikan ke lahan sebelum caisim ditanam, dengan jarak sekitar 3 hari sebelum penanaman. Caranya adalah mencampur rata pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha dengan tanah. Sementara itu, pupuk kompos diberikan setelah 2 minggu dari penanaman bibit caisim. Pupuk susulan ini disebar sebanyak 130 kg/ha lahan.
- Cara Perawatan Caisim
Cara perawatan caisim adalah dengan melakukan penyiraman air dan penyiangan dari gulma serta melakukan pencegahan dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Hal ini dilakukan supaya caisim bisa tumbuh baik dan sehat serta tidak berebut nutrisi dengan tanaman pengganggu. Penyiraman air perlu dilakukan dari awal sampai panen jika menanam caisim saat musim kemarau. Sementara jika penanaman dilakukan di musim hujan, penyiraman air dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Penyiangan dari gulma atau tanaman pengganggu pertumbuhan lainnya dilakukan setiap 2 minggu sekali. Hal ini dilakukan bersamaan dengan pemberian kompos pada caisim. Untuk menjaga caisim dari hama dan penyakit lain, penggunaan pestisida organik yang bisa dilakukan setelah dilakukan pencegahan dengan memperhatikan saluran drainase serta sanitasi lahan.
- Cara Panen Caisim
Pemanenan dapat dilakukan setelah usia caisim mencapai 45-50 hari. alam skala optimal, produksi dari 1 hektar lahan bisa mencapai 1-2 ton caisim. Cara pemanenan adalah dengan mencabut tanaman caisim dari bidang tanam. Panen caisim bisa juga dengan memotong pangkal batangnya. Perlu diketahui, keterlambatan dalam memanen bisa menyebabkan caisim menjadi berbunga.
Sumber: BPP Kec. Demak
Recent Comments