Evaluasi Kinerja dan Penyerapan Anggaran Triwulan I Tahun 2024 Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak
April 24, 2024
Evaluasi realisasi fisik dan keuangan Anggaran APBD Kabupaten Demak Tahun 2024 untuk Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak sampai dengan Triwulan I diharapkan dapat sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang direncanakan. oleh sebab itu kepada PPTK yang melaksanakan Program/Kegiatan untuk lebih mencermati pos-pos kegiatan mana yang perlu untuk ditingkatan penyerapannya.
Pada Tahun 2024 Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak mendapatkan alokasi anggran sebesar Rp. 55.959.998.144 yang terdiri dari 7 Program dan 17 Kegiatan. Penyerapan anggaran sampai dengan 31 Maret 2024 pada Triwulan I (Januari – Maret) sebesar Rp. 2.933.462.096 ( 5,24%).
Para PPK dan PPTK sebagai pelaksana kegiatan untuk terus meningkatkan dan memantau perkembangan kegiatan yang ada di lapangan, sehingga ada perbaikan pada triwulan selanjutnya.
Untuk realisasi Target Kinerja Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Tahun 2024 sampai dengan Triwulan I adalah Sebagai berikut :
| No. | Indikator Kinerja | Satuan | Target Tahunan 2024 | Realisasi s/d Triwulan I | Tingkat Capaian (%) s/d Triwulan I |
| 1 | Indikator Kepuasan Masyarakat | Angka | 82,15 | 90,32 | 110,00 |
| 2 | Nilai SAKIP | Angka | 82,15 | 77,10 | 94,00 |
| 3 | Persentase Keluhan Masyarakat yang Ditindaklanjuti | % | 100 | 100 | 100 |
| 4 | Persentase Indikator Kinerja Sasaran Strategis Perangkat Daerah Yang Mecapai Target | % | 100 | 71,42 | 71,42 |
| 5 | LPE Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian | % | 1,35 | -2,56 | -190.00 |
| 6 | Skor Pola Pangan Harapan (PPH) | Angka | 87,2 | 95,80 | 107,00 |
| 7 | Persentase Peningkatan Rata-rata Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan | % | 1,06 | 17,89 | 1688,00 |
| 8 | Persentase Peningkatan Ketersediaan Pangan | % | 0,40 | 1,66 | 414,00 |
Dari tabel tersebut diatas pada triwulan I tahun 2024 terdapat 8 indikator kinerja dengan 5 indikator memenuhi target yaitu : 1) Indikator Kepuasan Masyarakat, 2) Persentase Keluhan Masyarakat yang Ditindaklanjuti; 3) Skor Pola Pangan Harapan (PPH); 4) Persentase Peningkatan Rata-rata Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan; 5) Persentase Peningkatan Ketersediaan Pangan.
Terdapat 3 indikator yang tidak memenuhi target, yaitu : 1) Nilai SAKIP; 2) Persentase Indikator Kinerja Sasaran Strategis Perangkat Daerah Yang Mecapai Target; 3) LPE Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian.
Dari ke-3 indikator kinerja yang tidak memenuhi target tersebut terdapat 2 Indikator kinerja yaitu Nilai SAKIP dan LPE Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuhan dan Jasa pertanian merupakan nilai kinerja pada tahun 2023 dengan pertumbuhan negatif sebesar -2,56%, dikarenakan :
- Menurunnya luas panen dan produksi tanaman pangan yaitu padi dan palawija. Hortikultura yaitu bawang merah dan cabe juga mengalami penurunan, hanya perkebunan khususnya tembakau perternakan dan hortikultura buah-buahan tahunan yang meningkat. Tapi secara total menjadikan pertanian negatif. Luas panen berkurang karena adanya alih fungsi lahan, untuk perumahan, jalan tol, terkena rob, produktivitas juga tidak optimal karena faktor cuaca ektrem tahun lalu, banjir/ rob, dan juga kurang pupuk.
Sedangkan untuk indikator kinerja Persentase Indikator Kinerja Sasaran Strategis Perangkat Daerah Yang Mecapai Target belum tercapai 100% karena pengukurannya adalah Jumlah Indikator kinerja yang mencapai target sejumlah 5 indikator dibagi 7 indikator sehingga belum tercapai 100%.
Persentase Peningkatan Rata-rata Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan pada Triwulan I mengalami pertumbuhan 17,89 % dari target yang ditetapkan 1,06% (1688%)
Pencapaian sasaran tersebut didapat melalui jumlah rata-rata produksi 19 (sembilan belas) komoditi pengukuran indikator kinerja, yaitu: produksi sub sektor pertanian tahun 2024 terdiri dari : 1) Padi; 2) Jagung; 3) Kacang Hijau; 4) Bawang merah; 5) Cabe; 6) Jambu air; 7) Belimbing; 8) Mangga; 9) Pisang. Produksi sub sektor perkebunan tahun 2024 terdiri dari : 1) Tembakau; 2) Kelapa; 3) Tanaman Toga. Produksi sub sektor peternakan tahun 2024 dari target terdiri dari : 1) Produksi Daging Ternak Besar; 2) Produksi Daging Ternak Kecil; 3) Produksi Daging Unggas; 4) Produksi Telur Ayam; 5) Produksi Telur Itik.
Peningkatan rata-rata produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan tahun 2024 seperti pada table sebagai berikut :
Capaian Peningkatan rata-rata produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan Triwulan 1 tahun 2024 terhadap triwulan 1 tahun 2023
| No | Komoditas | Produksi | Prosentase Pertumbuhan | |
| Tahun 2023 Triwulan I | Tahun 2024 Triwulan I | |||
| 1 | Persentase peningkatan rata-rata produksi pertanian | 31,89 | ||
| 1) Padi (Ton) | 283.782 | 262.829 | (7,38) | |
| 2) Jagung (Ton) | 40.453 | 39.102 | (3,34) | |
| 3) Kacang Hijau (Ton) | 29 | – | – | |
| 4) Bawang merah (Ton) | 6.147 | 23.056 | 275,09 | |
| 5) Cabe (Ton) | 660 | 476 | (27,86) | |
| 6) Jambu air (Ton) | 4.267 | 5.076 | 18,97 | |
| 7) Belimbing (Ton) | 1.069 | 1.528 | 42,88 | |
| 8) Mangga (Ton) | 6.413 | 6.869 | 7,11 | |
| 9) Pisang (Ton) | 21.589 | 24.499 | 13,48 | |
| 10) Semangka Ton) | 680 | – | – | |
| 2 | Persentase peningkatan rata-rata produksi perkebunan | 19,46 | ||
| 1) Tembakau | – | – | – | |
| 2) Kelapa | 152 | 172 | 13,11 | |
| 3) Tanaman Toga | 17 | 25 | 45,26 | |
| 3 | Persentase peningkatan rata-rata produksi peternakan | 2,33 | ||
| 1) Produksi Daging Ternak Besar (Ton) | 71 | 59 | (15,90) | |
| 2) Produksi Daging Ternak Kecil | 147 | 131 | (10,97) | |
| 3) Produksi Daging Unggas | 11.868 | 11.934 | 0,56 | |
| 4) Produksi Telur Ayam | 384 | 273 | (28,89) | |
| 5) Produksi Telur Itik | 365 | 484 | 32,66 | |
| 6) Produksi Telur Burung Puyuh | 19 | 27 | 36,53 | |
| Rata-rata (1+2+3) | 15,02 | |||
Berdasarkan pengukuran kinerja dari ke-tiga sub sektor yaitu subsektor pertanian, subsektor perkebunan dan subsektor peternakan capaian nilainya positif yaitu peningkatan rata-rata produksi subsektor pertanian sebesar 31,89% hal ini dipengaruhi peningkatan produksi komoditas hortikultura (bawang merah, jambu air, belimbing, mangga , dan pisang ) sedangkan komoditas pertanian tanaman pangan semua mengalami penurunan yaitu padi, jagung dan kacang hijau belum berproduksi. Peningkatan rata-rata produksi subsektor perkebunan sebesar 19,46%. dan peningkatan rata-rata produksi subsektor peternakan sebesar 2,33% dipengaruhi menurunannya produksi daging ternak besar, ternak kecil, telur ayam, adapun untuk produksi daging unggas , telur itik dan burung puyuh mengalami pertumbuhan positif apabila dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2023.
Persentase peningkatan ketersediaan pangan pada triwulan 1 tahun 2024 mengalami pertumbuhan positif yaitu 1,66% dari target yang ditetapkan sebesar 0,40% ( 414,00 %) pencapaian sasaran tersebut didapat melalui rata-rata jumlah produksi tanaman pangan, hortikultura dan peternakan.
Persentase Peningkatan Ketersediaan Pangan
| No | Komoditas | Produksi | Prosentase Pertumbuhan | |
| Tahun 2023 Triwulan 1 | Tahun 2024 Triwulan 1 | |||
| 1 | Beras (Ton) | 181.677,24 | 168.263,13 | (7,38) |
| 2 | Jagung (Ton) | 37.621,29 | 36.364,86 | (3,34) |
| 3 | Kacang Hijau (Ton) | 29 | 4 | (86,21) |
| 4 | Ubi kayu (Ton) | 436 | 311 | (28,67) |
| 5 | Talas (Ton) | 11 | 14 | 27,27 |
| 6 | Ganyong (Ton) | – | 5 | – |
| 7 | Ubi Jalar (Ton) | 1.646 | 407 | (75,27) |
| 8 | Sorgum (Ton) | 330 | 32 | (90,30) |
| 9 | Bawang merah (Ton) | 6.147 | 23.056 | 275,09 |
| 10 | Cabe (Ton) | 660 | 476 | (27,86) |
| 11 | Jambu air (Ton) | 4.267 | 5.076 | 18,97 |
| 12 | Belimbing (Ton) | 1.069 | 1.528 | 42,88 |
| 13 | Mangga (Ton) | 6.413 | 6.869 | 7,11 |
| 14 | Pisang (Ton) | 21.589 | 24.499 | 13,48 |
| 15 | Semangka (Ton) | 680 | – | (100,00) |
| 16 | Kelapa (Ton) | 152 | 172 | 13,11 |
| 17 | Tanaman Toga (Ton) | 17 | 25 | 45,26 |
| 18 | Produksi Daging Ternak Besar (Ton) | 70,69 | 59,45 | (15,90) |
| 19 | Produksi Daging Ternak Kecil (Ton) | 147 | 131 | (10,97) |
| 20 | Produksi Daging Unggas (Ton) | 11.868 | 11.933 | 0,55 |
| 21 | Produksi Telur Ayam (Ton) | 384 | 273 | (28,89) |
| 22 | Produksi Telur Itik (Ton) | 365 | 484 | 32,66 |
| 23 | Produksi Telur Burung Puyuh (Ton) | 19 | 27 | 36,53 |
| Rata-rata | 1,66 | |||
Pencapaian indikator tersebut diatas terdapat komoditas ketersediaan pangan yang mengalami penurunan yaitu : beras, jagung, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, shorgum, cabe, semangka, daging ternak besar, daging ternak kecil dan telur ayam mengalami penurunan produksi terhadap triwulan 1 tahun 2024, hal ini dipengaruhi :
- Untuk produksi tanaman pangan, hortikultura disebabkan oleh iklim ekstrim dimana curah hujan tinggi berdampak banjir pada awal tahun dan pengaruh la nina pada MT.I Januari 2024 sehingga mempengaruhi jadwal tanam dan juga.
- Produksi telur terutama telur ayam menurun disebabkan karena sudah masanya dijual / dipotong oleh peternak dan juga ternak sudah memasuki masa afkir/tua.
- Penurunan produksi daging dikarenakan : a) Pengendalian ternak betina produktif lebih ketat dalam pengawasan pemotongan; b) Pemeliharaan ternak besar (sapi dan kerbau) terfokus kepada budidaya ternak; c) Banyaknya daging dari luar daerah sudah dalam bentuk potongan/kiloan. Produksi daging berdasarkan atas data pemotongan ternak, sehingga tidak berkorelasi dengan populasi ternak.
Diskusi Tanya Jawab
Tingkat ketercapaian realisasi penyerapan anggaran dan evaluasi kinerja yang telah tercapai dan yang belum tercapai sampai dengan triwulan 1 2024
Alternatif / solusi yang dilakukan untuk meningkatkan pencapaian target kinerja di triwulan selanjutnya sesuai hasil rapat sebagai berikut :
- Meningkatkan pengembangan dan pelatihan petani dan staf teknis pertanian agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
- Peningkatan infrastruktur pertanian memadai untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam produksi, pengumpulan, dan distribusi hasil pertanian.
- Pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam bidang pertanian seperti teknologi pengolahan dan penanaman, penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, serta pengembangan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
- Penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan pertanian seperti kebijakan subsidi pupuk, peningkatan akses ke pasar, dan insentif bagi petani untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas hasil pertanian.
- Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di masa depan.
- Peningkatan akses modal dan teknologi terkini dalam produksi pertanian untuk mendorong pengembangan dan peningkatan produktivitas pertanian.
- Penanganan perubahan iklim dan bencana alam dengan mengembangkan sistem peringatan dini, mitigasi bencana, dan pemulihan pasca-bencana.
- Pengembangan budidaya secara organik.
Sumber: Sekretariat
Recent Comments