Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITADinpertan Pangan

Evaluasi Kinerja dan Penyerapan Anggaran Triwulan I Tahun 2024 Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

Evaluasi realisasi fisik dan keuangan Anggaran APBD Kabupaten Demak Tahun 2024 untuk Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak sampai dengan Triwulan I diharapkan dapat sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang direncanakan. oleh sebab itu kepada PPTK yang melaksanakan Program/Kegiatan untuk lebih mencermati pos-pos kegiatan mana yang perlu untuk ditingkatan penyerapannya.

Pada Tahun 2024 Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak mendapatkan alokasi anggran sebesar Rp. 55.959.998.144 yang terdiri dari 7 Program dan  17 Kegiatan. Penyerapan anggaran sampai dengan 31 Maret 2024 pada Triwulan I (Januari – Maret) sebesar Rp.  2.933.462.096  ( 5,24%).

Para PPK dan PPTK sebagai pelaksana kegiatan untuk terus meningkatkan dan memantau perkembangan kegiatan yang ada di lapangan, sehingga ada perbaikan pada triwulan selanjutnya.

Untuk realisasi Target Kinerja Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Tahun 2024 sampai dengan Triwulan I adalah Sebagai berikut :

No.Indikator KinerjaSatuanTarget Tahunan
202
4
 Realisasi
s/d Triwulan
I
 Tingkat Capaian (%) s/d Triwulan I
1Indikator Kepuasan MasyarakatAngka82,1590,32110,00
2Nilai SAKIPAngka82,1577,1094,00
3Persentase Keluhan Masyarakat yang Ditindaklanjuti%100100100
4Persentase Indikator Kinerja Sasaran Strategis Perangkat Daerah Yang Mecapai Target%10071,4271,42
5LPE Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian%1,35-2,56-190.00
6Skor Pola Pangan Harapan (PPH)Angka87,295,80107,00
7Persentase Peningkatan Rata-rata Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan%1,0617,891688,00
8Persentase Peningkatan Ketersediaan Pangan%0,401,66414,00

Dari tabel tersebut diatas pada triwulan I tahun 2024 terdapat 8 indikator kinerja dengan 5 indikator memenuhi target yaitu : 1) Indikator Kepuasan Masyarakat, 2) Persentase Keluhan Masyarakat yang Ditindaklanjuti; 3) Skor Pola Pangan Harapan (PPH); 4) Persentase Peningkatan Rata-rata Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan; 5) Persentase Peningkatan Ketersediaan Pangan.

Terdapat 3 indikator yang tidak memenuhi target, yaitu : 1) Nilai SAKIP; 2) Persentase Indikator Kinerja Sasaran Strategis Perangkat Daerah Yang Mecapai Target; 3) LPE Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian.

Dari ke-3 indikator kinerja yang tidak memenuhi target tersebut terdapat 2 Indikator kinerja yaitu Nilai SAKIP dan LPE Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuhan dan Jasa pertanian merupakan nilai kinerja pada tahun 2023 dengan pertumbuhan negatif sebesar -2,56%, dikarenakan :

  • Menurunnya luas panen dan produksi tanaman pangan yaitu padi dan palawija. Hortikultura yaitu bawang merah dan cabe juga mengalami penurunan, hanya perkebunan khususnya tembakau perternakan dan hortikultura  buah-buahan tahunan yang meningkat. Tapi secara total menjadikan pertanian negatif. Luas panen berkurang karena adanya alih fungsi lahan, untuk perumahan, jalan tol, terkena rob, produktivitas juga tidak optimal karena faktor cuaca ektrem tahun lalu, banjir/ rob, dan juga kurang pupuk.

Sedangkan untuk indikator kinerja Persentase Indikator Kinerja Sasaran Strategis Perangkat Daerah Yang Mecapai Target belum tercapai 100% karena pengukurannya adalah Jumlah Indikator kinerja yang mencapai target sejumlah 5 indikator dibagi 7 indikator sehingga belum tercapai 100%.

Persentase Peningkatan Rata-rata Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan pada Triwulan I mengalami pertumbuhan 17,89 % dari target yang ditetapkan 1,06% (1688%)

Pencapaian sasaran tersebut didapat melalui jumlah rata-rata produksi 19 (sembilan belas) komoditi pengukuran indikator kinerja, yaitu: produksi sub sektor pertanian tahun 2024 terdiri dari : 1) Padi; 2) Jagung; 3) Kacang Hijau;  4) Bawang merah; 5) Cabe; 6) Jambu air; 7) Belimbing; 8) Mangga; 9) Pisang. Produksi sub sektor perkebunan tahun 2024 terdiri dari : 1) Tembakau; 2) Kelapa; 3) Tanaman Toga. Produksi  sub sektor peternakan tahun 2024 dari target terdiri dari : 1) Produksi Daging Ternak Besar; 2) Produksi Daging Ternak Kecil; 3) Produksi Daging Unggas; 4) Produksi Telur Ayam; 5) Produksi Telur Itik.

Peningkatan rata-rata produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan tahun 2024 seperti pada table sebagai berikut :

Capaian Peningkatan rata-rata produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan Triwulan 1 tahun 2024 terhadap triwulan 1 tahun 2023

NoKomoditasProduksiProsentase Pertumbuhan
Tahun 2023 Triwulan ITahun 2024 Triwulan I
1Persentase peningkatan rata-rata produksi pertanian  31,89
 1) Padi (Ton) 283.782 262.829 (7,38)
 2) Jagung (Ton) 40.453 39.102 (3,34)
 3) Kacang Hijau (Ton) 29
 4) Bawang merah (Ton) 6.147 23.056 275,09
 5) Cabe (Ton) 660 476 (27,86)
 6) Jambu air (Ton) 4.267 5.076 18,97
 7) Belimbing (Ton) 1.069 1.528 42,88
 8) Mangga (Ton) 6.413 6.869 7,11
 9) Pisang (Ton) 21.589 24.499 13,48
 10) Semangka Ton) 680 – –
2Persentase peningkatan rata-rata produksi perkebunan   19,46
 1) Tembakau – – –
 2) Kelapa 152 172 13,11
 3) Tanaman Toga 17 25 45,26
3Persentase peningkatan rata-rata produksi peternakan  2,33
 1) Produksi Daging Ternak Besar (Ton) 71 59 (15,90)
 2) Produksi Daging Ternak Kecil 147 131 (10,97)
 3) Produksi Daging Unggas 11.868 11.934 0,56
 4) Produksi Telur Ayam 384 273 (28,89)
 5) Produksi Telur Itik 365 484 32,66
 6) Produksi Telur Burung Puyuh 19 27 36,53
     
 Rata-rata  (1+2+3)  15,02

Berdasarkan pengukuran kinerja dari ke-tiga sub sektor yaitu subsektor pertanian, subsektor perkebunan dan subsektor peternakan capaian nilainya positif yaitu peningkatan rata-rata  produksi subsektor pertanian sebesar 31,89% hal ini dipengaruhi peningkatan produksi komoditas hortikultura (bawang merah, jambu air, belimbing, mangga , dan pisang ) sedangkan komoditas pertanian tanaman pangan semua mengalami penurunan yaitu padi, jagung dan kacang hijau belum berproduksi.  Peningkatan rata-rata produksi subsektor perkebunan sebesar 19,46%. dan peningkatan rata-rata  produksi subsektor peternakan sebesar 2,33% dipengaruhi menurunannya produksi daging ternak besar, ternak kecil, telur ayam, adapun untuk produksi daging unggas , telur itik dan burung puyuh mengalami pertumbuhan positif apabila dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2023.

Persentase peningkatan ketersediaan pangan pada triwulan 1 tahun 2024 mengalami pertumbuhan positif  yaitu 1,66% dari target yang ditetapkan sebesar 0,40% ( 414,00 %) pencapaian sasaran tersebut didapat melalui rata-rata jumlah produksi tanaman pangan, hortikultura dan peternakan.

Persentase Peningkatan Ketersediaan Pangan

NoKomoditasProduksiProsentase Pertumbuhan
Tahun 2023 Triwulan 1Tahun 2024 Triwulan 1
1Beras (Ton) 181.677,24 168.263,13 (7,38)
2Jagung (Ton) 37.621,29 36.364,86 (3,34)
3Kacang Hijau (Ton) 29 4 (86,21)
4Ubi kayu (Ton) 436 311 (28,67)
5Talas (Ton) 11 14 27,27
6Ganyong (Ton) – 5 –
7Ubi Jalar (Ton) 1.646 407 (75,27)
8Sorgum (Ton) 330 32 (90,30)
9Bawang merah (Ton) 6.147 23.056 275,09
10Cabe (Ton) 660 476 (27,86)
11Jambu air (Ton) 4.267 5.076 18,97
12Belimbing (Ton) 1.069 1.528 42,88
13Mangga (Ton) 6.413 6.869 7,11
14 Pisang (Ton) 21.589 24.499 13,48
15Semangka (Ton) 680 – (100,00)
16Kelapa (Ton) 152 172 13,11
17Tanaman Toga (Ton) 17 25 45,26
18Produksi Daging Ternak Besar (Ton)70,6959,45 (15,90)
19Produksi Daging Ternak Kecil (Ton) 147 131 (10,97)
20Produksi Daging Unggas (Ton) 11.868 11.933 0,55
21Produksi Telur Ayam (Ton) 384 273 (28,89)
22Produksi Telur Itik (Ton) 365 484 32,66
23Produksi Telur Burung Puyuh (Ton) 19 27 36,53
Rata-rata  1,66

Pencapaian indikator tersebut diatas terdapat komoditas ketersediaan pangan yang mengalami penurunan yaitu : beras, jagung, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, shorgum, cabe, semangka, daging ternak besar, daging ternak kecil dan telur ayam   mengalami penurunan produksi terhadap triwulan 1 tahun 2024, hal ini dipengaruhi :

  1. Untuk produksi tanaman pangan, hortikultura disebabkan oleh iklim ekstrim   dimana curah hujan tinggi berdampak banjir pada awal tahun dan pengaruh la nina pada MT.I Januari 2024 sehingga mempengaruhi jadwal tanam dan juga.
  2. Produksi telur terutama telur ayam menurun disebabkan karena sudah masanya dijual / dipotong oleh peternak dan juga ternak sudah memasuki masa afkir/tua.
  3. Penurunan produksi daging dikarenakan : a) Pengendalian ternak betina produktif  lebih ketat dalam pengawasan pemotongan; b) Pemeliharaan ternak besar (sapi dan kerbau) terfokus kepada budidaya ternak;  c) Banyaknya daging dari luar daerah sudah dalam bentuk potongan/kiloan. Produksi daging berdasarkan atas data pemotongan ternak, sehingga tidak berkorelasi dengan populasi ternak.

Diskusi Tanya Jawab

Tingkat ketercapaian realisasi penyerapan anggaran dan evaluasi kinerja yang telah tercapai dan yang belum tercapai sampai dengan triwulan 1 2024

Alternatif / solusi yang dilakukan untuk meningkatkan pencapaian target kinerja di triwulan selanjutnya sesuai hasil rapat sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pengembangan dan pelatihan petani dan staf teknis pertanian agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
  2. Peningkatan infrastruktur pertanian memadai untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam produksi, pengumpulan, dan distribusi hasil pertanian.
  3. Pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam bidang pertanian seperti teknologi pengolahan dan penanaman, penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, serta pengembangan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
  4. Penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan pertanian seperti kebijakan subsidi pupuk, peningkatan akses ke pasar, dan insentif bagi petani untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas hasil pertanian.
  5. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di masa depan.
  6. Peningkatan akses modal dan teknologi terkini dalam produksi pertanian untuk mendorong pengembangan dan peningkatan produktivitas pertanian.
  7. Penanganan perubahan iklim dan bencana alam dengan mengembangkan sistem peringatan dini, mitigasi bencana, dan pemulihan pasca-bencana.
  8. Pengembangan budidaya secara organik.

Sumber: Sekretariat

Bagikan

Recent Comments