Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan PanganSayung

Digitalisasi PPL dalam Pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP)

BPP Sayung – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

Pemerintah terus mendorong kemajuan sektor pertanian sebagai bagian dari visi besar Asta Cita Presiden Prabowo, salah satunya adalah mewujudkan swaembada pangan nasional. Dalam mendukung agenda tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) mengoptimalkan pelaporan kegiatan pertanian melalui sistem digital yang terintegrasi.

Salah satu wujud nyata implementasi digitalisasi ini adalah pelaporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP) melalui aplikasi EPUSLUH. Pelaporan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat desa oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kemudian diverifikasi di tingkat kecamatan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), hingga akhirnya dilaporkan ke pusat di Kementerian Pertanian.

Sistem pelaporan ini dibatasi hingga pukul 19.30 WIB setiap harinya, guna menjamin kecepatan dan ketepatan dalam pengumpulan data. Pelaporan secara real time ini memungkinkan pemerintah pusat untuk memantau perkembangan lapangan dengan lebih cepat, sehingga kebijakan strategis di sektor pertanian dapat diambil secara responsif dan akurat.

Sebagai garda terdepan di lapangan, PPL BPP Sayung menyambut baik penerapan sistem digital ini. Selain lebih efisien dalam hal waktu dan sumber daya, pelaporan digital juga memperkuat akuntabilitas serta menjadi bagian dari indikator kinerja PPL. Meskipun tidak dipungkiri masih terdapat kendala teknis seperti gangguan server, secara umum sistem ini telah sangat membantu tugas-tugas penyuluhan.

Dalam proses pelaporan, PPL wajib mencantumkan berbagai data penting seperti:

Desa/wilayah binaan (wilbin)

Jenis LTT

Luas lahan bera

Realisasi olah lahan

Realisasi LTT dan LTP

Keterangan atau justifikasi kondisi lapangan

Setiap PPL memiliki username dan password masing-masing untuk akses sistem, dan data yang mereka input langsung terhubung dengan dashboard pemantauan Kementerian. Aktivitas ini menjadi dasar dalam evaluasi kinerja serta pencapaian target PPL dalam mendampingi petani.

Dengan semangat kerja nyata dan pelayanan maksimal kepada petani, kami berharap digitalisasi ini mampu memperkuat kualitas data, meningkatkan efektivitas pengambilan kebijakan, serta mendukung keberhasilan swaembada pangan nasional.

Bagikan

Recent Comments