Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELBERITADinpertan PanganKarangawen

Monitoring LTT, LTP, dan HPP Jagung oleh PPL BPP Karangawen Pasca Libur dan Cuti Bersama

Karangawen 14 Mei 2025 – Mengawali aktivitas pasca libur dan cuti bersama, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karangawen kembali menjalankan tugas monitoring di wilayah binaan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung program pelaporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP) yang menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memantau dan memproyeksikan produksi pangan nasional.

Monitoring dilaksanakan langsung di lapangan oleh para PPL yang telah terjadwal, yakni Rini Handayani di Desa Brambang, Rustiyono di Desa Karangawen, M. Ainur Rofiq di Desa Sidorejo, dan Siswati di Desa Bumirejo. Mereka melakukan pengamatan dan pencatatan LTT komoditas padi serta LTP komoditas jagung sesuai dengan kondisi terkini di masing-masing wilayah binaan. Data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam perencanaan penyuluhan serta penyusunan laporan kepada instansi terkait.

Selain pelaporan LTT dan LTP, para PPL juga turut melakukan monitoring terhadap Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung. Salah satu sampel diambil dari petani di Desa Brambang. Dari hasil pengamatan, harga jual jagung di tingkat petani saat ini sebesar Rp 4.900 per kilogram. Angka ini masih berada di bawah HPP yang telah ditetapkan pemerintah, menjadi catatan penting dalam evaluasi kondisi pasar dan perlindungan harga bagi petani.

Kegiatan monitoring ini tidak hanya menjadi bentuk pelaporan teknis, tetapi juga sebagai sarana untuk melihat langsung perkembangan kondisi lahan dan aktivitas petani di lapangan. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan berharga dalam perencanaan kegiatan penyuluhan yang lebih tepat sasaran, serta upaya peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak, baik pemerintah maupun petani, dapat terus bersinergi dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Source: BPP Karangawen

Bagikan

Recent Comments