Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELBERITADinpertan PanganKarangawen

GERDAL OPT Tikus di Poktan Sumber Panguripan Desa Bumirejo Karangawen

Karangawen – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak bersama petani kembali melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (GERDAL OPT) di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Sumber Panguripan, Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen, pada Jumat (15/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Karangawen sekaligus PPL Desa Bumirejo, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Demak, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bumirejo, serta seluruh anggota Poktan Sumber Panguripan. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bentuk sinergi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan.

Upaya Teknis dan Pemanfaatan Musuh Alami

Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik secara teknis maupun biologis. Pada kesempatan ini, pengendalian dilaksanakan dengan cara gropyokan massal serta pemasangan umpan racun berupa klerat di area lahan pertanian.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada petani mengenai pemanfaatan musuh alami yang tersedia di alam, seperti burung hantu, ular, dan garangan. Pemanfaatan musuh alami ini dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menekan populasi hama tikus.

Komitmen untuk Swasembada Pangan

Melalui kegiatan ini, petugas berharap gerakan pengendalian tikus dapat menjadi langkah awal yang berkesinambungan. Kekompakan dan kerja sama antar petani serta dukungan lintas sektor diharapkan mampu menekan populasi tikus hingga tingkat serendah mungkin.

“GERDAL OPT ini merupakan salah satu bentuk komitmen petugas dan petani dalam menjaga keberlangsungan produksi tanaman pangan. Dengan pengendalian yang intensif dan terkoordinasi, diharapkan hasil panen meningkat dan swasembada pangan dapat tercapai,” ungkap petugas dalam kegiatan tersebut.

Dukungan Produktivitas Pertanian

Kegiatan pengendalian hama ini tidak hanya bertujuan menurunkan serangan tikus, tetapi juga sebagai upaya pengawalan produktivitas lahan pertanian. Dengan pengendalian yang efektif, petani dapat lebih optimal dalam mengelola lahannya sehingga memberikan hasil yang lebih baik dan berkelanjutan.

Sumber: BPP Karangawen

Bagikan

Recent Comments