Mekanisasi Pertanian dengan Transplanter di Poktan Ngudi Mulyo Desa Ngemplik Wetan Kecamatan Karanganyar
September 30, 2025
Karanganyar – Selasa, 30 September 2025. Mekanisasi pertanian menjadi salah satu langkah penting dalam modernisasi usaha tani, dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing produk pangan. Seiring berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian karena faktor usia, biaya tanam padi semakin meningkat. Dalam konteks ini, penggunaan rice transplanter hadir sebagai solusi tepat untuk menekan biaya produksi sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja.



Pendampingan Tanam dengan Transplanter
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan Kecamatan Karanganyar melaksanakan pendampingan tanam padi menggunakan rice transplanter di lahan seluas 5 hektar milik Poktan Ngudi Mulyo, Desa Ngemplik Wetan. Penanaman dilakukan secara bertahap, dengan varietas padi ketan berumur bibit sekitar 15 hari yang dikenal lebih tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Tantangan di Lapangan
Meski potensial, sebagian petani masih menunjukkan keraguan dalam menggunakan transplanter. Kekhawatiran muncul karena umur bibit yang masih relatif muda dan tinggi tanaman yang rendah, sehingga dikhawatirkan mudah roboh setelah ditanam. Selain itu, persiapan lahan menjadi faktor penting. Lahan yang tidak optimal atau terlalu sempit dapat menyulitkan pengoperasian mesin sehingga efektivitas penggunaannya berkurang.
Harapan Penggunaan Alsintan
Melalui pendampingan ini, PPL berharap petani semakin yakin bahwa penggunaan rice transplanter mampu menekan biaya tanam, mempercepat pekerjaan, dan menghasilkan pertanaman yang seragam. Mekanisasi ini juga diharapkan menjadi langkah nyata menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Karanganyar.
Sumber: BPP Kecamatan Karanganyar – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak
Recent Comments