Mengukur pH Tanah
March 19, 2021
pH adalah tingkat keasaman atau suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7 sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga disebut sebagai alkaline) dengan nilai pH 7 sampai 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7. Biasanya jika pH tanah semakin tinggi maka unsur hara semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada dalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang diberikan jika pH dalam tanah netral.
Pengukuran pH tanah bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan kertas lakmus, pH indikator dan pH meter atau secara tradisional. Pengukuran yang paling akurat dengan menggunakan pH meter, namun alat tersebut harganya mahal sehingga kurang terjangkau bagi petani kecil. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kita hanya membahas cara menggunakan kertas lakmus atau pH indikator yang harganya terjangkau oleh petani dan pengukuran secara tradisional.
Mengetahui pH tanah dengan menggunakan Kertas Lakmus atau pH Indikator
Alat dan Bahan:
- Kertas Lakmus atau pH Indikator
- Air Destilasi (Air bening)
- Gelas
- Sendok Teh
- Sampel Tanah. Cara mengambil sampel tanah: ambil tanah kering dari kedalaman solum tanah kurang lebih 30 cm dari permukaan tanah di empat lokasi (disudut dan tengah lahan pada satu hamparan) lalu campurkan secara merata, jemur angin-anginkan tidak terpapar matahari langsung. Tujuannya agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita.
Cara pengukuran
- Ambil sedikit sampel tanah dan air bening dengan perbandingan 1 : 1
- Masukkan kedalam gelas
- Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
- Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi terpisah (tanah mengendap)
- Setelah air terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (kurang lebih 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
- Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH Indikator berubah warnanya.
- Setelah warnanya stabil, cocokan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
Mengetahui pH Tanah Secara Tradisional
Cara tradisional mengetahui keasaman tanah ini hanya mendeteksi kondisi tanah asam atau basa saja, tidak sampai mengukur berapa pH tanah. Kalau untuk mengetahui lebih jelasnya berapa pH tanah, menggunakan kertas pH indikator, atau jika ingin lebih spesifik lagi (lebih akurat) gunakan pH meter.
Bahan yang digunakan hanyalah kunyit atau kunir, berikut ini langkah-langkahnya:
- Ambil kunyit sebesar jari telunjuk.
- Potong jadi dua.
- Salah satu potongan kunyit tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan diukur pH nya.
- Tunggu sampai kira-kira setengah jam (30 menit).
- Ambil kunyit tersebut dan lihat warna bagian potongan kunyit tersebut.
- Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah asam.
- pH tanah netral jika hasil potongan kunyit tadi berwarna tetap cerah.
- Jika warna kunyit biru berarti tanah cenderung basa.
Demikian cara pengukuran pH tanah secara sederhana.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/66095/mengukur-ph-tanah/
Recent Comments