Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELKementerian Pertanian

Pengendalian Hama Penyakit Padi Sawah

Salah satu tantangan dalam pembangunan pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya produktivitas lahan. Disisi lain sumberdaya  alam terus menurun sehingga perlu diupayakan  untuk tetap menjaga kelestariannya. Demikian pula dalam usahatani padi, agar usahatani  padi  dapat  berkelanjutan,  maka  teknologi  yang  diterapkan harus  memperhatikan  faktor lingkungan, baik  lingkungan fisik  maupun lingkungan sosial, sehingga agribisnis padi dapat terlanjutkan.

Selama  ini produksi  padi  nasional masih mengendalikan sawah irigasi, namun  ke  depan bila hanya mengandalkan padi sawah irigasi akan menghadapi banyak  kendala.  Hal tersebut disebabkan banyaknya lahan sawah irigasi subur yang beralih fungsi ke penggunaan  lahan non pertanian, tingginya biaya pencetakan lahan sawah baru dan berkurangnya debit air. Dilain pihak lahan kering tersedia cukup luas dan pemanfaatannya  untuk  pertanaman  padi gogo  belum  optimal, sehingga ke depan produksi padi gogo juga dapat dijadikan andalan produksi padi nasional.

Pengendalian Gulma Secara Terpadu

Gulma dikendalikan dengan cara pengolahan tanah sempurna, mengatur  air  dipetakan  sawah, menggunakan   benih  padi  bersertifkat, hanya menggunakan kompos sisa tanaman dan kompos pupuk kandang, dan menggunakan herbisida apabila infestasi gulma sudah tinggi.

Pengendalian guma secara manual dengan menggunakan kosrok (landak) sangat dianjurkan, karena  cara  ini sinergis  dengan  pengelolaan lainnya.  Pengendalian  gulma  secara  manual  hanya  efektif dilakukan apabila  kondisi air di petakan sawah macak-macak atau tanah jenuh air.

Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu

Pengendalian  hama dan  penyakit terpadu  (PHT)  merupakan pendekatan pengendalian yang memperhitungkan faktor ekologi sehingga pengendalian dilakukan agar tidak terlalu mengganggu  keseimbangan alami  dan  tidak menimbulkan  kerugian  besar. PHT  merupakan  paduan berbagai cara pengendalian hama dan  penyakit, diantaranya melakukan monitoring populasi hama dan kerusakan tanaman sehingga penggunaan teknologi pengendalian dapat lebih tepat.

Hama yang sering menyerang tanaman padi sawah adalah :

Keong Mas

PHT pada keong mas dilakukan sepanjang pertanaman dengan rincian sebagai berikut :

  • Pratanam: ambil keong mas dan musnahkan sebagai cara mekanis.
  • Persemaian : ambil  keong  mas  dan  dimusnahkan, sebar  benih  lebih banyak  untuk  sulaman  dan  bersihkan   saluran   air  dari  tanaman  air seperti kangkung.
  • Stadia Vegetatif: tanam bibit yang agak tua (>21 hari) dan jumlah  bibit lebih banyak, keringkan sawah  sampai 7  HST, tidak aplikasi herbisida sampai  7 HST, ambil  keong  mas  dan  musnahkan, pasang  saringan pada pemasukan air, umpan dengan menggunakan daun alas dan pepaya, pasang ajir agar siput bertelur pada ajir, ambil dan musnahkan telur  siput  pada  tanaman  dan  aplikasikan   pestisida   anorganik   dan nabati seperti saponin dan rerak sebanyak 20-50 kh/ha sebelum tanam pada caren.
  • Stadia generatif dan setelah panen : ambil keong mas dan musnahkan, dan gembalakan itik setelah padi panen.

Wareng Coklat

Cara pengendaliannya sbb:

  • Gunakan varietas tahan wereng coklat, seperti: Ciherang, Kalimas, Bondoyudo, Sintanur dan Batang Gadis.
  • Berikan pupuk K untuk mengurangi
  • Monitor pertanaman paling lambat 2 minggu
  • Bila populasi hama di bawah ambang ekonomi gunakan insektisida botani atau jamur ento-mopatogenik.
  • Bila populasi hama di atas ambang ekonomi gunakan insektisida kimiawi yang direkomendasi.

Penggerek Batang

Bila populasi tinggi (di atas ambang ekonomi) aplikasikan insektisida. Bila genangan air dangkal aplikasikan  insektisida butiran seperti  karbofuran dan fipronil, dan bila genangan  air tinggi aplikasikan insektsida cair seperti dimehipo, bensultap, amitraz dan fipronil.

Tikus

Pengendalian hama tikus terpadu (PHTT) didasarkan  pada pemahaman ekologi jenis tikus, dilakukan secara dini, intensif dan terus menerus dengan  memanfaatkan teknologi pengendalian yang sesuai dan tepat waktu.  Pengendalian tikus  ditekankan  pada  awal  musim tanam untuk menekan populasi awal tikus sejak awal pertanaman sebelum tikus memasuki masa reproduksi. Kegiatan tersebut  meliputi gropyok masal, sanitasi habitat, pemasangan TBS (Trap Barrier System) dan LTBS (Linier Trap Barrier System).

Walang Sangit

Cara Pengendaliannya adalah :

  • Kendalikan gulma di sawah dan di sekitar pertanaman.
  • Pupuk lahan secara merata agar pertumbuhan tanaman seragam.
  • Tangkap walang sengit dengan menggunakan 15arring sebelum stadia pembungaan.
  • Umpan walang sangit dengan menggunakan ikan yang sudah busuk, daging yang  sudah rusak, atau dengan kotoran ayam.
  • Apabila serangan sudah mencapai ambang  ekonomi, lakukan penyemprotan insektisida.
  • Lakukan penyemprotan pada pagi sekali atau sore hari ketika walang sangit berada di kanopi.

Penyakit Hawar Daun Bakterl (HDB)

Cara Pengendaliannya sebagai berikut:

  • Gunakan varietas tahan seperti Conde dan AngkKe.
  • Gunakan pupuk nitrogen sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  • Bersihkan tunggul-tunggul dan jerami-jerami yang terinfeksi.
  • Jarak tanam jangan terlalu rapat.
  • Gunakan benih atau bibit yang sehat.

Penyakit Blast

Cara pengendaliannya adalah :

  • Gunakan varietas tahan blast secara bergantian.
  • Gunakan pupuk nitrogen sesuai anjuran.
  • Upayakan waktu tanam yang tepat, agar waktu awal pembungaan tidak banyak embun dan hujanterus menerus.
  • Gunakan fungisida yang berbahan aktif metil tiofanat atau fosdifen dan kasugamisin.
  • Perlakuan benih.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/97780/pengendalian-hama-penyakit-padi-sawah/

Bagikan

Recent Comments