Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITATanaman Pangan dan Hortikultura

NOTULENSI ZOOM MEETING “WORKSHOP HASIL SURVEI KONVERSI JAGUNG”

A. Materi Metodologi Indepth Study Survei Konversi Jagung

Dr. Kadarmanto M.A (Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan)

  • Latar Belakang:

Diperlukan data konversi jagung tongkol basah/kering panen tanpa kulit dan tangkai ke jagung pipilan kering yang akurat dan up to date, untuk meningkatkan data produksi jagung.

  • Tujuan:

Memperoleh gambaran terkini angka konversi jagung tongkol basah/kering panen tanpa kulit dan tangkai menjadi jagung pipilan kering.

  • Proses Pelaksanaan Survey konversi jagung 2020

Ubinan à Pempilian à Menimbang Jagung à Mengukur Kadar Air Sebelum Dikeringkan à Pipilan Pengeringan à Konversi

B. Materi Hasil Supervisi Indepth Study Survei Konversi Jagung 2021

  • Latar Belakang:

Perhitungan data produksi jagung yang akurat, sangat dipengaruhi oleh data konversi jagung kering panen tanpa kulit dan tangkai ke jagung pipilan kering (Kadar Air 14%) yang akurat dan up to date dan memperoleh data yang berkualitas diperlukan pengawasan (quality control) terhadap setiap tahapan kegiatan Survei Konversi Jagung

  • Tujuan:
  • Mengikuti pelaksanaan Survei Konversi Jagung yang dilaksanakan oleh BPS pada lokasi sampel tambahan Kementerian Pertanian (Direktorat Serealia dan Pusdatin)
  • Melaksanakan supervisi pada kegiatan pengumpulan, pengolahan dan pelaporan data
  • Memberikan solusi terhadap ketidaksesuaian SOP (Pedoman SKJG)
  • Evaluasi Hasil Supervisi:
  • Masih ditemukan kurang sesuainya tata cara ubinan yaitu pada tahap merangkai pipa/alat ubinan, memasang/menancapkan pasak, dan memposisikan alat ubinan tidak searah jarum jam.
  • Sebelum melakukan survei perlu pengecekan kelengkapan alat: • Tidak menggunakan pasak (ubinan) dan tidak ada alat ukur kadar air (Moisture Meter) • Tidak membawa alat ukur kadar air (Moisture Meter)
  • Perlu diperhatikan hal yang kecil tetapi akan mempengaruhi nilai dari ubinan. Contoh: alat timbang perlu dikalibrasi.
  • Saran / Solusi:
  • Dilaksanakan pelatihan petugas survei untuk tata cara ubinan
  • Koordinasi untuk pelaksanaan survei/supervisi harus dilakukan dengan intensif sehingga informasi petugas dan lokasi sampel sudah dapat diketahui dengan pasti.
  • Kelengkapan alat dipastikan sudah tersedia/lengkap dan dibawa pada saat pelaksanaan survei.

C. Hasil Survei Survei Konversi Jagung 2021

     Dr. Moh. Ismail Wahab, (Direktur Serealia)

  • Berat Kering Jagung dipegaruhi Oleh:
  • Umur Tanaman, pemanenan jagung harus sesuai dgn umur fisiologis tanaman jagung tersebut.
  • Varietas jagung yang di tanam. Jagung hibrida lebih berat dari jagung lokal. Panggal dan ujung bongkol jagung lebih ringan dari bagian tengah.
  • Berat Kering Jagung Pada Berbagai Umur Panen
Umur PanenBerat Kering 100 (gr)
75 HST9,74 a
85 HST13,23 b
95 HST19,69 c
105 HST26,2 d
115 HST26,64 d
125 HST26,55 d
  • Perkembangan Harga Jagung Tingkat Petani 30 April – 13 Mei 2021 ((Konversi KA 15%)
  • Harga rata2 jagung KA 15%

– Bulan April Rp 4.488,-

– Bulan Mei Rp 5.090,-

– Harga terendah Rp 4.000 di Kota Bau-Bau

– Harga Tertinggi Rp. 5.800 di Kab. 50 Kota

2. Harga rata-rata nasional tanggal 31 Mei (Rp. 5.030) turun Rp. 112,- dibanding tanggal 28 Mei (Rp. 5.142) atau turun 2,1%.

3. Harga di sentra besar produksi saat ini (Kab. Bima) Rp. 4.400 turun Rp. 400,-dibandingkan tanggal 26 Mei. Sedangkan harga di sentra produksi Jawa Timur Rp. 4.900 – Rp 5.150.

     – Arahan Direktur Serealia:

1. Ubinan konversi Kadar air sudah dilakukan BPS di 33 Peovinsi di Indonesia yang dilakuk        an sejak Subround 3 (September-Desember) dan dilanjutkan ke Subround 1 ( Januari-April). Diharapkan bisa dilanjutkan pada subround 2 sehingga data yang dihasilkan lebih akurat

2. Angka Konversi ini sangat penting untuk menentukan berapa produksi jagung siap pakai yang di produksi petani

3. Bagaimana hasilnya: Nanti sama –sama kita dengar hasil ubinan Konversi Kadar Air tersebut

4. Diharapkan bila sekiranya ada angka yang meragukan tentu bisa dilakukan pengecek bersama antara BPS Provinsi dengan Dinas pertanian Provinsi yang bersangkutan

5. Pada akhirnya Angka konversi ini akan mempengaruhi kebijakan Pertanian terhadap komoditas Jagung

6. Tingkatkan pelaporan data luas Tanam, Luas Panen ke PDPS dan SI PDPS dan Koordinasi dengan BPS agar kesejanggan data dapat dihindari. (Rizal/ Bidang TPH)

Bagikan