Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELKementerian Pertanian

Manfaat Daun Ekor Naga (rhaphidophora Pinnata Schott.) Untuk Kesehatan.

Tanaman ekor naga berasal dari Himalaya, merupakan tumbuhan herba, epifit, merambat, memanjat dengan tinggi 5 hingga 20 meter.  Akar tanaman ekor naga melekat pada tumpuannya seperti tembok atau pohon dan juga memiliki akar gantung. Batang tanaman ekor naga berwarna hijau dan berbentuk bulat dan memiliki nodus-nodus. Tanaman ekor naga memiliki daun yang berwarna hijau, berbagi-bagi dan bertoreh serta ujung daunnya meruncing. Spatha berbentuk seperti kano, berwarna hijau dan spadic berbentuk silindris Boyce, 2001; Heyne, 1987; Lemmens and Bunyapraphatsara, 2003). Tanaman ini memiliki habitat yang tersebar luas di Asia selatan hingga Australia (Boyce, 2001; Heyne, 1987; Lemmens and Bunyapraphatsara, 2003).

Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi tanaman ini dengan cara meminum air rebusan daun untuk mengobati penyakit kanker, menurunkan lemak tubuh, anti hipertensi reumatik, salah urat (terkilir), batuk dan terapi stroke (Heyne, 1987; Lemmens and Bunyapraphatsara, 2003; Neldawati dan Gusnaedi, 2013). Karakter simplisia daun ekor naga (Rhapidophora pinnata, Schott) secara makroskopis yakni daun berwarna coklat, berkerut, bau menusuk dan memiliki rasa agak kelat. Secara mikroskopik memperlihatkan adanya kutikula, epidermis atas, epidermis bawah, stomata parasitik, jaringan palisade, jaringan spons dan seludang berkas pengangkut, kadar air 6,63%, kadar sari larut dalam air 19,15%, kadar sari larut dalam etanol 10,35%, kadar abu total 12,05%, dan kadar abu tidak larut dalam asam 0,24% (Rayani (2012).

Penelitian yang dilakukan Syafridah (2011) menunjukkan bahwa kandungan mineral esensial pada daun ekor naga (Rhapidophora pinnata, Schott) terdiri dari kalium (K), natrium (N), kalsium (Ca), besi (Fe) dan Magnesium (Mg).

Tanaman ini memang memiliki daun yang sekilas mirip dengan bentuk ekor naga.  Batang tanaman ekor naga tumbuh dengan melilit atau merambat, hingga mencapai tinggi sekitar 15 cm. Batang ini mempunyai akar yang menggantung di udara dan dapat melekat. Di balik bentuknya yang unik, daun ekor naga berkontribusi di dunia pengobatan herbal. Daunnya berkhasiat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, serta berguna untuk perawatan kecantikan.

Tanaman ekor naga orang Bali menyebutnya samblung, orang Jawa menyebutnya jalu mampang, sedangkan orang Sunda memberikan nama lolo munding.

Di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, tanaman ini tumbuh merambat baik ditembok maupun bergantungan pada pohon-pohon. Selain itu, masyarakat di Kecamatan Marga sudah banyak menanam tanaman ini di pot sebagai tanama hias. Namun demikian, secara umum masyarakat/petani yang  ada di Kecamatan Marga belum tahu bahwa daun ekor naga ini dapat bermanfaat sebagai obat herbal. Pada kesempatan ini kami akan informasikan manfaat dan khasiat daun ekor naga sebagai obat herbal.

1). Mengobati anemia, daun ekor naga mengandung zat besi yang berlimpah, yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah. Dengan meminum rebusan  daun ekor naga secara teratur, maka penyakit anemia dapat diobati.

2). Mengobati batuk, orang Vietnam sering menggunakan tanaman ekor naga sebagai obat batuk, paralisis, dan konjungtivitis. Cara membuatnya, ambil 3 lembar daun ekor naga dan rimpang jahe.

Rebus dengan 300 ml air hingga tertinggal 200 ml saja. Minum airnya saat masih hangat.

3). Mempercepat pemulihan luka, zat besi dalam daun ekor naga bermanfaat untuk mempercepat proses pemulihan jaringan kulit yang mengalami luka. Minum air rebusan daun ini setiap hari untuk mendapatkan hasil yang optimal.

4). Mengatasi nyeri dan bengkak akibat reumatik, pembengkakan dan rasa nyeri pada persendian dialami oleh penderita rematik. Rebus beberapa lembar daun ekor naga dengan air secukupnya, biarkan mendidih selama beberapa saat. Minum larutan ini dengan rutin sampai sembuh.

5). Membantu mengobati kelumpuhan (paralysis), orang Vietnam menggunakan daun ekor naga untuk mengatasi kelumpuhan pada bagian tubuh.Caranya tidak sulit, cukup dengan mengkonsumsi air yang diperoleh dari rebusan daun ini.

6). Menguatkan tulang, Mineral penting yang terdapat di dalam daun ekor naga, ternyata berguna untuk menjaga kekuatan tulang. Sehingga efektif untuk mencegah tulang keropos (osteoporosis). Minum air rebusan daun ini setiap hari untuk mendapatkan hasil yang optimal.

7). Mencegah kanker dan tumor, daun ekor naga terbukti secara empiris, mampu mencegah dan melawan sel abnormal penyebab kanker. Penggunaan daun ini sebagai anti kanker, telah lama dikenal di Singapura. Cukup dengan menyeduh daunnya sebagai minuman teh.

8). Mengatasi radang kulit , daun Ekor naga mampu mengatasi berbagai infeksi dan peradangan pada kulit, seperti kurap, ruam, bisul, dan kutu air. Caranya, iris-iris daun ekor naga kemudian tumbuk hingga lumat. Terapkan pada bagian kulit yang bermasalah. Biarkan selama 15 menit, sebelum dibilas dengan air bersih. Lakukan perawatan ini setiap hari, untuk hasil optimal.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/98055/manfaat-daun-ekor-naga-rhaphidophora-pinnata-schott-untuk-kesehatan/

Bagikan