Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELKementerian Pertanian

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH TANAMAN PANGAN

TEKNIK PRODUKSI BENIH

Teknik produksi benih padi, jagung, kedelai, pada dasarnya sama dengan budidaya tanaman tersebut yang pada umumnya menggunakan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) namun ada beberapa hal tambahan khusus diantaranya adalah : Pemilihan lokasi, Pemeriksaan lapang oleh Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dan beberapa persyaratan lainnya yang ditentukan antara lain :

Persyaratan yang harus dipenuhi.

Seorang produsen benih minimal ada  empat persyaratan yang sangat mendasar yang harus dipenuhi antara lain :

  1. Mempunyai lahan
  2. Mampu memelihara dan mengatur tanah
  3. Mempunyai fasilitas pengolahan dan penyimpanan
  4. Mematuhi segala petunjuk dari BPSB setempat

Disamping itu juga  sebagai calon penangkar benih harus mengajukan permohonan ke BPSB dengan mengisi formulir yang telah disediakan oleh BPSB diantaranya sebagai berikut :

  1. Formulir permohonan sertifikasi
  2. Formulir peta areal lokasi
  3. Formulir pemeriksaan lapangan
  4. Formulir hasil pemeriksaan lapangan
  5. Formulir pengambilan contoh benih untuk di uji laboratorium.

Dalam pengajuannya juga harus dilampirkan beberapa hal seperti : label benih yang akan ditanam, dan gambar / sketsa peta areal lahan yang akan digunakan sebagai penangkaran benih.

Isolasi jarak.

          Dalam budidaya tanaman  yang mengarah kepada penangkaran benih isolasi menjadi sangat penting guna menjaga kemurnian Varietas. Masing-masing komoditas mempunyai ketentuan yang sudah baku ditetapkan secara nasional melalui aturan yang dibuat oleh BPSB. Isolasi  tanaman yang akan di perbanyak sebagai penangkaran benih ada dua cara yaitu dengan menggunakan isolasi Jarak dan Isolasi Waktu. Isolasi jarak dan isolasi waktu yang diperlukan dari ketiga komoditas adalah sebagai berikut :

  1. Tanaman Padi dengan isolasi jarak 3 m, dan isolasi waktu 30 hari.
  2. Tanaman kedelai dengan isolasi jarak 8 m, dan isolasi waktu 15 hari.
  3. Tanaman jagung  dengan isolasi jarak 400 m, dan isolasi waktu 30 hari

PEMILIHAN LOKASI

  1. Pemilihan lokasi adalah kemudahan akses ke lokasi produksi ( kondisi jalan, transportasi), kondisi fisik lokasi dan isolasi.
  2. Lahan untuk produksi benih sebaiknya adalah lahan bero atau bekas pertanaman varietas yang mempunyai karakteristik pertumbuhan yang berbeda nyata.
  3. Lahan dengan kondisi subur dengan air irigasi dan saluran drainase yang baik, bebas dari sisa-sisa tanaman atau bebas dari aliran pencemaran
  4. Isolasi jarak sesuai dengan tersebut diatas,(kalu memungkinkan menggunakan isolasi jarak, tetapi kalau tidak memungkinkan gunakan isolasi waktu untuk menjaga kemurnian Varietas.

PEMERIKSAAN LAPANGAN OLEH BPSB

          Salah satu syarat benih bermutu adalah benih yang memiliki tingkat kemurnian genetik yang tinggi oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan lapang di pertanaman dengan benar sejak mulai persiapan lahan yang akan ditanami  sampai dengan selama masa pertumbuhan serta paska panen. Pemeriksaan lapangan dari vase vegetatif sampai dengan vase generatif diikuti dengan kegiatan seleksi/roging. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuang rumpun tanaman yang memiliki morfologi menyimpang dari cirri-ciri varietas tanaman yang benihnya diproduksi. Tujuan dari seleksi / roging adalah agar benih yang diproduksi bermutu dan memiliki kemurnian genetik yang tinggi dan seragam.

Pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh BPSB meliputi sbb:

  1. Pemeriksaan pendahuluan
  2. Pemeriksaan fase vegetatif ( pertumbuhan )
  3. Pemeriksaan fase pembungaan
  4. Pemeriksaan fase menjelang panen
  5. Pemeriksaan ulangan
  6. Pemeriksaan pengambilan sampel (setelah selesai pasca panen)

Adapun pemeriksaan yang dilakukan oleh BPSB adalah membuang tipe simpang artinya membuang segala macam bentuk dan tampilan yang menyimpang dari diskripsi tanaman yang kita tangkarkan sebagai calon benih. Beberapa macam tipe simpang antara lain sbb:

  1. Tipe pertumbuhan
  2. Kehalusan daun
  3. Warna dan bentuk helai daun
  4. Warna lidah daun
  5. Warna tepi daun
  6. Warna pangkal daun
  7. Bentuk malai (tanaman padi)
  8. Bentuk dan warna: gabah, polong, tongkol (padi,kedelai,jagung)
  9. Tinggi tanaman
  10. Umur tanaman

Khusus untuk pengambilan contoh benih yang akan di uji laboratorium dilakukan setelah selesai penjemuran dan seleksi. Pengambilan contoh benih yang akan diuji harus dari permintaan kita sebagai penangkar adapaun persyaratannya adalah sbb:

  1. Atas permintaan penangkar
  2. Benih harus diklasifikasi dalam ukuran dan varietas yang sama
  3. Pengajuan permohonan satu minggu sebelumnya
  4. Jumlah pengambilan 1000 gr / varietas
  5. Sampel benih tidak dapat diambil kembali

Pengambilan sampel benih oleh BPSB dimaksudkan untuk mengetahui :

  1. Uji kadar air
  2. Uji benih murni
  3. Uji campuran varietas lain
  4. Uji kotoran benih
  5. Uji tanaman lain (rerumputan)
  6. Uji daya tumbuh

KESIMPULAN

          Teknik perbenihan padi, kedelai, jagung pada dasarnya sama dengan budidaya pada umumnya yaitu menggunakan pendekatan PTT. Namun ada beberapa hal tambahan khusus, diantaranya adalah pemilihan lokasi, pemeriksaan lapangan oleh Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dan seleksi/rouging. Karena dengan demikian diharapkan akan menghasilkan benih bermutu yang mempunyai harga jual yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang Pertanian tahun 2007. Buku Pedoman Umum “Produksi Benih Sumber Padi”

Badan Litbang Pertanian. 2007. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi. Badan litbang pertanian. Departemen Pertanian Jakarta.

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 2007. Teknologi Budidaya Padi . Badan Litbang Pertanian.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/97827/teknologi-produksi-benih-tanaman-pangan/

Bagikan