Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELKementerian Pertanian

UPPO SEBAGAI SOLUSI KELANGKAAN PUPUK

Pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang penting dan sangat menentukan dalam keberhasilan usaha pertanian. Namun, keberadaannya masih saja belum sesuai dengan harapan terutama oleh petani yang paling berkepentingan. Tidak jarang, ketika musim tanam tiba, sang pupuk mulai langka. Kalaupun ada tersedia, tetapi pedagang sudah menaikkan harga. Alasannya bermacam-macam. Biasanya banyak pihak yang ingin mengeruk keuntungan melalui  berbagai permainan.

Adalah UPPO atau unit pengolah pupuk organik yang bisa dijadikan sebagai salah satu solusinya. UPPO merupakan kegiatan nasional yang melibatkan peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan dari pusat dan daerah. Banyak manfaat dari UPPO ini karena tujuannya adalah : a) memproduksi pupuk organik secara in situ dengan pemanfaatan limbah ternak; b) mendukung peningkatan produksi, produktivitas, mutu hasil serta memberikan nilai tambah dan peningkatan pendapatan petani.

Dengan menggunakan pupuk organik, berbagai keuntungan dapat diraih sekaligus. Sebutlah diantaranya, akan mengurangi penggunaan pupuk kimia serta memangkas biaya produksi karena sebagian kebutuhan pupuk dapat dipenuhi dari hasil produksi pupuk organik sendiri. Selanjutnya, harga jual produk hasil pertanian berbasis organik relatif lebih mahal serta laku di pasaran. Dan, yang perlu juga diingat dengan menggunakan pupuk organik, mutu lahan pertanian menjadi terselamatkan karena jika penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dan berlebihan akan menimbulkan kerusakan struktur tanah, soil sickness (tanah sakit) dan soil fatigue (kelelahan tanah) serta inefisiensi. Kebalikannya dengan pupuk organik. Disamping menyediakan hara tanaman pupuk organik juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air, serta memperbaiki drainase dan pori-pori dalam tanah.

Berangkat dari hal di atas, sudah saatnya-lah keberadaan pupuk organik ini terus dikembangkan dan dimasyarakatkan baik dalam hal produksi maupun penggunaannya.

Upaya untuk mendorong petani agar mulai beralih pada pupuk organik secara mandiri juga telah didukung dan difasilitasi pemerintah melalui keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian nomor 15/  KPTS / SR.210 /B /02/2021 tanggal 19 Februari 2021 tentang petunjuk teknis kegiatan pupuk menuju pertanian organik.

UNIT PENGOLAH PUPUK ORGANIK (UPPO)

Dengan berjalannya program UPPO sesuai target maka diharapkan: a)Tersedianya pupuk organik in situ produksi UPPO; b)Berkembangnya penggunaan pupuk organik dan berkurangnya penggunaan pupuk kimia; c)Berkurangnya biaya sarana produksi karena sebagian kebutuhan pupuk dapat dipenuhi dari hasil produksi pupuk organik sendiri. Lebih lanjut sebagai dampaknya, meningkatnya kesuburan lahan karena penambahan pemakaian pupuk organik ke lahan dan berkurangnya pemakaian pupuk kimia serta meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi pertanian dan pendapatan petani serta pemberdayaan kelompok.

PERSYARATAN DAN TEKNIS PENGADAAN BANTUAN

Bantuan pemerintah untuk kegiatan UPPO diberikan untuk beberapa tujuan yang meliputi : pembangunan rumah kompos dan bak fermentasi; pembangunan kandang komunal; pengadaan ternak; Pengadaan Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO); serta pengadaan alat angkut kendaraan roda 3.

Tata Laksana Pangadaan Bantuan adalah: a)Transfer uang dari rekening kas Negara ke rekening penerima bantuan yang aktif dan tervalidasi oleh petugas bank; b)Rekening atas nama UPKK penerima bantuan dan hanya dapat dicairkan setelah ada rekomendasi dari Tim Teknis Tingkat Kabupaten/ Kota; c)Pencairan bantuan dalam  bentuk  uang  dilakukan  dalam  2  tahap (70 % dan 30 %) sesuai dengan persentase pekerjaan; d)Pencairan Tahap II dilakukan setelah Tim Teknis melakukan pemeriksaan terhadap fisik pekerjaan minimal 50% dan kelengkapan administrasi pertanggungjawaban; e)Tahap pencairan dana dinyatakan dalam surat perjanjian kerjasama (SPK) antara PPK Satker Pusat dengan penexima manfaat; f)Pembelian/ pengadaan bahan bangunan untuk rumah kompos dan kandang serta ternak mengacu pada harga wajar yang berlaku di daerah setempat disertai dengan bukti pembelanjaan yang sah; g)Penerima bantuan agar melengkapi dokumen pertanggungjawaban berupa Nomor Induk  Kependudukan (NIK) penerima bantuan, dokumentasi dengan open camera, kwitansi pembelian dan pembukuan sederhana.

SYARAT DAN KRITERIA PENERIMA BANTUAN

Bantuan UPPO diarahkan pada daerah yang memiliki potensi sumber bahan baku pembuatan kompos, terutama produk tanaman organik, kotoran ternak/hewan dan sampah organik pada sub sektor tanaman pangan, hortikultura dan  perkebunan rakyat. Syarat penerima bantuan UPPO: 1)Poktan/ Gapoktan/ Asosiasi/ Koperasi/ Lembaga Pemerintah/ Lembaga Non Pemerintah/ Kelompok Usaha Bersama yang mempunyai keabsahan (pengukuhan) dari instansi yang berwenang atau direkomendasikan oleh SKPD;2)Poktan/ Gapoktan/Asosiasi/Koperasi/ Lembaga Pemerintah/ Lembaga Non Pemerintah/ Kelompok Usaha Bersama merupakan kelompok yang dinamis, pro aktif dan diutamakan bertempat tinggal dalam satu wilayah/desa yang berdekatan dan diusulkan oleh Kepala desa dan atau KCD dan atau UPTD dan/atau Petugas Lapang/Penyuluh dan Pembina Kelompok lainnya; 3)Poktan/ Gapoktan/ Asosiasi/ Koperasi/ Lembaga Pemerintah/ Lembaga Non Pemerintah/ Kelompok Usaha Bersama yang mempunyai kepengurusan lengkap yaitu minimal ada          ketua, sekretaris, dan bendahara serta memiliki lahan berupa hibah, kas desa, milik kelompok tani atau beli dan mau mengikuti selumh rangkaian         kegiatan. Disamping itu dalam kegiatan UPPO akan memberikan akses kepada perempuan agar terlibat dalam tata cara pengelolaan UPPO; 4)Penerima bantuan UPPO bersedia menyediakan lahan sebagai tempat bangunan/rumah kompos dan kandang yang dikukuhkan dengan surat pernyataan hibah; 5)Poktan/ Gapoktan/ Asosiasi/ Koperasi/ Lembaga Pemerintah/ Lembaga Non Pemerintah/Kelompok Usaha Bersama masuk dalam daftar usulan Direktorat Jenderal Teknis untuk permintaan dukungan UPPO; 6)Kelompok penerima manfaat membuat surat pernyataan tertulis bersedia yang berisikan sebagai berikut: a)Bersedia memanfaatkan dan mengelola UPPO secara swadaya dengan baik sehingga menghasilkan pupuk organik; b)Bersedia memelihara ternak dengan sistem komunal dan menjamin pakan dan kesehatannya dengan baik serta mengembangkan populasi ternak; c)Bersedia menyusun dan membuat laporan kegiatan; d)Bersedia menyediakan biaya operasional (bahan bakar, pelumas, pemeliharaan ternak, penyediaan pakan ternak/ MMT, dan lain- lain; e)Bersedia membuat Berita Acara (BA) kematian ternak apabila terdapat ternak yang mati dan diketahui oleh instansi yang berwenang  (Inang Sariati).

http://cybex.pertanian.go.id/artikel/97972/uppo-sebagai-solusi-kelangkaan-pupuk/

Bagikan