Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

NATA DE COCO KAYA AKAN GIZI

Nata de coco, semua orang pasti kenal dengan makanan yang bertekstur kenyal, berwarna bening, dan berasa manis ini. Jenis makanan unik ini memang cukup populer karena dalam suasana apapun nata de coco bisa membuat setiap momennya semakin terkesan. Sebagai contoh, nata de coco sering dihidangkan sebagai makanan penyambut tamu, makanan pembuka puasa, penyedap minuman sirup atau jus buah, pendingin tubuh ketika cuaca sedang panas, dan juga bisa digunakan sebagai makanan pencuci mulut. Jadi, tidak mengherankan jika nata de coco dapat dipasarkan secara luas, mulai dari jalanan, restoran, supermarket, dan lain-lain, tetapi tahukah kalau nata de coco sendiri bukan merupakan makanan khas yang langsung disediakan oleh nenek moyang, melainkan merupakan makanan yang terbuat dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi sebagai penemu jenis makanan baru memang terdengar cukup aneh karena seperti kebanyakan yang orang tahu kalau peran teknologi itu hanya untuk mempermudah manusia dalam menjalankan aktivitasnya, tetapi hal ini merupakan sebuah pengecualian bagi teknologi pangan.

Berikut tahapan bagaimana teknologi pangan dapat memproses bahan pangan menjadi produk pangan baru seperti nata de coco:

Fermentasi. Bentuk awal nata de coco adalah air kelapa. Jadi, agar air kelapa itu bisa diolah menjadi nata de coco, maka air kelapa harus mengalami proses fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum.

Bakteri ini dapat membentuk enzim yang membuat seluruh zat gula di sekitar permukaan air kelapa menjadi ribuan rantai yang biasa disebut sebagai serat nata atau krim kelapa.

Pembunuhan bakteri. Dari proses fermentasi ini, nata de coco masih belum layak dikonsumsi karena walaupun serat natanya sudah terbentuk, proses fermentasi ini membuat banyak mikroorganisme hidup bermunculan. Sehingga untuk menghilangkan mikroorganisme hidup khususnya mikroorganisme yang membahayakan kesehatan tubuh, nata de coco akan mengalami proses sterilisasi di mana seluruh organisme hidup yang ada di permukaan nata de coco akan dihilangkan sehingga nata de coconya aman untuk dikonsumsi.

Penambahan nilai gizi. Ternyata, kandung yang ada di dalam nata de coco tidak sekaya kandungan air kelapa sehingga cocok bagi orang yang ingin melakukan diet rendah kalori, tetapi bagi nata de coco yang ingin dipasarkan secara luas. Nata de coco itu akan mengalami proses fortifikasi pangan di mana kandungan nilai gizi nata de coco akan ditingkatkan oleh vitamin dan mineral sehingga dapat bersaing dengan produk pangan yang bernutrisi lainnya.

Pengemasan. Bakteri Acetobacter xylinum sangat sensitif terhadap sifat-sifat fisik dan kimia lingkungan sehingga jika bakterinya terkontaminasi oleh lingkungan luar, nilai gizi nata de coco akan rusak. Maka dari itu, nata de coco yang sudah jadi akan dikemas dengan peralatan, bahan, dan teknik pengemasan yang tepat sehingga nata de coco dapat bertahan lama tanpa kehilangan nilai gizinya sedikitpun.

Manfaat Nata De Coco bagi kesehatan yaitu untuk melancarkan pencernaan dan memperlancar proses pembuangan kotoran (feses) dari tubuh kita, memperkuat imunitas anak, mencegah diabetes, baik untuk diet, dan menurunkan kadar kolesterol. Adapun kandungan Gizi Nata De Coco menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Puslitbang Biologi LIPI, dari per 100 gramnya nata memiliki kandungan gizi sebanyak 80 % air, karbohidrat 20 gram, 146 kal kalori, 12 mg Kalsium, 20 gram lemak, 2 mg Fosfor dan juga 0,5 mg Ferrum (besi).

(Admin/ Dinpertan Pangan)

Bagikan