PENGOLAHAN PASCA PANEN SOLUSI PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK HORTIKUTURA
December 16, 2021
Peningkatan nilai tambah dalam usaha bidang hortikultura menjadi sangat penting,, hilirisasi pasca panen produk hortikultura perlu diprioritaskan mengingat produk hortikultura tidak tahan lama sehingga perlu modifikasi olahan menjadi produk turunan yang mampu meningkatkan nilai tambah produk itu sendiri dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dn kesejahteraan petani.
Usaha bidang pertanian hortikultura akan lebih menguntungkan jika dikelola dari hulu sampai hilir yaitu melaui tanam, petik, olah, kemas dan jual karena melalui pengolahan pasca panen akan menambah nilai jual produk dan keuntungan lainya. Sifat produk hortikultura secara umum adalah (1) nilai ekonomis tergantung tingkat kesegarannya, (2) mudah rusak, (3) produknya melimpah pada musimnya, (4) bukan merupakan sumber karbohidrat utama, tetapi merupakan sumber vitamin, serat dan mineral, dan (5) sangat intensif dalam perawatan, baik dalam proses produksi, maupun dalam penanganannya.
Dari sifat- sifat prudk hortikultura yan mudah rusak dan tidak tahan lama tersebut maka perlu dilakukan pengolahan pasca panen dengan tujuan : 1) untuk mencegah susut bobot, 2) memperlambat perubahan kimiawi yang tidak diinginkan, dan 3) mencegah kontaminasi bahan asing dan mencegah kerusakan fisik. Keuntungan yang diperoleh dengan pengolahan pasca panen produk hortikultura tersebut antara lain: 1). memperpanjang waktu penyimpanan dan jumlah persediaan produk, 2) memudahkan penyimpanan dan distribusi, 3) mudah disimpan dan dikirim ke berbagai daerah lain, 4) meningkatkan nilai tambah ekonomis dan nilai tambah sosial, 5) memperoleh produk hasil pertanian yang menarik dari segi tampilan, rasa, dan sifat fisik, 6) mengurangi tingkat kerugian, 7) tersedianya limbah yang mungkin masih dapat digunakan untuk memproduksi bahan lain, dan 8) mendorong tambahnya industri non pertanian yang menunjang industri.
Salah satu produk hortikultura yang rawan pembusukan dan tidak tahan lama dalam penyimpanan adalah buah Tomat, sehingga untuk mempertahankan kualitas dan penyimpanan yang tahan lama perlu dilakukan pengolahan menjadi barang jadi sehingga akan dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani tomat tersebut. Tomat banyak mengandung vitamin dan mineral. Kandungan vitamin C dan antioksidan di dalam tomat bisa menangkal radikal bebas penyebab kanker. Disaat pandemi Covid-19 seperti saat ini masyarakat banyak butuh konsumsi vitamin C sehingga jadi peluang besar untuk mengoptimalkan manfaat dari produk tomat tersebut dengan melakukan olahan tomat menjadi produk turunan berupa dodol tomat yang memiliki umur penyimpanan produk lebih tahan lama.
Dodol tomat merupakan salah satu makanan camilan yang sehat untuk dikonsumsi keluarga, dodol tomat bahan utamanya dari bahan dasar buah tomat yang dicampur dengan bahan-bahan lain, membuat dodol tomat diperlukan buah tomat yang masih segar dan masih bagus supaya memiliki rasa yang enak dan kenyal. Dodol tomat banyak megandung vitamin, serat, karbohidrat, serta berbagai macam gizi yang lain-nya, yang sangat berguna untuk tubuh kita dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh/ bingkisan yang khas. Berikut resep mengolah tomat mejadi makanan ringan berupa DODOL TOMAT adalah sebagai berikut :
Bahan-bahan: 1) Siapkan tomat yang berwarna merah sebanyak 10 kg 2) 2 kg gula pasir, 3) bungkus agar-agar lalin atau merah secukupnya vanili bubuk secukupnya, 4) plastik parsel untuk membungkus. Cara mengolah dodol tomat : 1) Kupas kulit tomat, lalu iris-iris dan cuci, tiriskan, 2) Masak tomat sampai hancur dengan api sedang, lalu masukan bahan lain. Sambil terus diaduk agar tidak gosong, 3) Masak sampai mengental, kira-kira sekitar 3 jam, 4) Setelah mengental angkat, lalu dinginkan agar lebih mudah ketika membungkusnya. Sambil menunggu dodol dingin, gunting plastik parsel membentuk persegi dengan ukuran sekitar 7×7 cm, dan 5) Lalu ambil 1 sdm adonan, taruh ditengah plastik. Bentuk sesuai selera / kerucut.gunakan sendok plastik agar tidak lengket.
Recent Comments