Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca dengan Teknologi ini

Sektor pertanian seringkali dituding menjadi penyumbang emisi Gas Rumah Kaca (ERK) paling besar. Tetapi di sisi lain, sektor pertanian juga terdampak utama dari perubahan iklim yang terjadi karena ERK. Lantas seperti apa teknologi yang bisa dilakukan petani untuk sama-sama berkontribusi menekan serta menurunkan emisi ERK?

“Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi sebesar 29 persen dengan upaya sendiri di bawah business as usual (BAU) pada tahun 2030 dan sampai 41 persen dengan dukungan Internasional,” tutur Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi dalam kegiatan Mentan Sapa Penyuluh dan Petani (MSPP).

Kementan sendiri menyiapkan aksi antisipasi dan aksi mitigasi guna menekan pengaruh emisi ERK itu sendiri. “Kita butuh aksi adaptasi. Setiap aksi yang dilakukan, adalah untuk mengantisipasi dampak buruk perubahan iklim serta menjaga kedaulatan pangan. Hal ini menjadi prioritas utama pembangunan pertanian,” katanya. 

Dedi Nursyamsi mengatakan, dibutuhkan juga aksi mitigasi, dimana setiap aksi harus bertujuan pada penurunan emisi GRK, tetapi harus mendukung upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Ditambahkannya, sudah ada inovasi teknologi mitigasi GRK yang diterapkan petani. “Seperti menerapkan pengairan berselang, penggunaan bahan organik matang, varietas padi rendah emisi metana paket teknologi Climate Smart Agriculture (CSA / Pertanian cerdas iklim). Ada juga sistem integrasi tanaman dan ternak, Paket CSA, Penggunaan kalender tanam, Olah tanah bajak dalam, Pemberian bahan organik, Penggunaan PUTS dan BWD, juga pemanfaatan bibit unggul bermutu, Bibit usia muda, Jarak tanam legowo, serta Pengairan intermittent,” katanya.

Dedi menjelaskan, inovasi teknologi pertanian dapat menjadi andalan dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan ternak serta melestarikan kesuburan tanah. “Sehingga meningkatkan pendapatan dan nilai tambah petani, ramah lingkungan dan tangguh terhadap perubahan iklim,” katanya.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan menjaga lingkungan juga sangat penting dilakukan dalam aktivitas pertanian.”Di balik produktivitas pertanian yang akan kita genjot, lingkungan harus diperhatikan. Yang bisa kita lakukan adalah menurunkan emisi gak rumah kaca,” pesannya.

Sumber: https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/tekno-lingkungan/18904-Turunkan-Emisi-Gas-Rumah-Kaca-dengan-Teknologi-ini

Bagikan

Recent Comments