MANAGEMEN PENGENDALIAN RESIKO PRODUKSI DAN KESEHATAN TERNAK DOMBA
February 22, 2022
Pengendalian resiko dan penyakit hewan bertujuan untuk meminimalisir resiko kerugian akibat kematian pada domba maupun penyakit hewan yang membahayakan dalam rangka menjamin produk domba yang aman dan sehat. Berikut ini merupakan segitiga penting dalam managemen kesehatan ternak.
Pengenalan utama terhadap ternak sehat adalah keterampilan yang perlu dipahami dan diasah seiring dengan perjalanan beternak. Interaksi yang sering terhadap ternak dapat memudahkan peternak melihat kondisi perubahan fisiologisnya, baik dalam kondisi sehat maupun sakit. Ciri-ciri hewan sehat yaitu segar, lincah, rambut dan kulit baik, mata cerah, pangkal paha bersih, cermin hidung lembab. Sebaliknya ternak yang sakit cenderung lemas, mata sayu, pangkal paha kotor, tidak aktif. Waktu terbaik untuk mengamati domba atau kambing sakit atau sehat adalah saat pemberian pakan atau saat ternak sedang makan. Pada waktu tersebut akan terlihat aktivitas ternak dalam kondisi sakit atau sehat.
Prosedur Managemen Pengendalian Resiko dan Kesehatan Ternak
- Pencegahan Penyakit Hewan
Melaksanakan kegiatan biosecurity berupa penyemprotan dengan cairan desinfektan kepada seluruh material, hewan ternak dan manusia dari lingkungan eksternal sebelum memasuki area produksi. Khusus ternak domba dilakukan program rekondisi, isolasi, dan karantina hewan selama 10 hari sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan yang berbahaya dari luar.
- Program Kesehatan
Melaksanakan kegiatan pengawasan kesehatan hewan, desinfeksi kandang, pemberian obat cacing dan vitamin kepada seluruh domba dan menjaga kebersihan lingkungan, kandang dan peralatan produksi untuk meminimalisasi resiko ternak sakit dan kematian ternak.
- Identifikasi Penyakit dan Penyembuhan
Melaksanakan kegiatan isolasi atau pemisahan, pemeriksaan jenis penyakit dan penyebabnya, serta tindakan pengobatan bagi ternak yang terindikasi sakit. Untuk ternak yang tidak dapat berproduksi dengan baik akibat penyakit fisik atau cacat setelah proses penyembuhan akan dimasukan kedalam ternak afkir. Bagi ternak mati secara mendadak (sebelum dilakukan pengobatan) dan ternak yang dilakukan pemotongan paksa dilakukan pemeriksaan sederhana, bedah bangkai, dan uji laboratorium (jika diperlukan) untuk mengetahui penyebab kematian dan penyakit yang diderita. Identifikasi penyakit dan kematian ternak dilaporkan dan ditindaklanjuti untuk perbaikan terhadap proses maupun teknis pemeliharaan.
4. Tindakan Darurat
Melakukan kegiatan pelaporan ketika menemukan gejala klisnis penyakit zoonosis pada ternak domba yang sakit kepada pihak pemerintah berwenang untuk ditindaklanjuti pemeriksaannya dan dipastikan jenis penyakitnya. Tindakan darurat dilakukan setelah adanya kepastian jenis penyakit dan rekomendasi tindakan dari pihak pemerintah berwenang kepada peternak.
Pencegahan penyakit
- Kandang (Pembersihan, pencucian, desinfeksi)
- Nutrisi (Kenyang jumlah dan kenyang nutrisi)
- Pemeriksaan rutin (2 kali sehari)
Penanganan
- Pengenalan Penyakit
- Teknik
- Materi (Peralatan dan Obat)
- Hubungi paramedic atau dokter hewan
Penyakit pada kambing dan domba disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya diantaranya bakteri, parasite, virus, jamur, dan metabolic dari ternak itu sendiri. Berikut ini merupakan beberapa contoh penyakit yang umunya terkena oleh ternak domba.
5. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit
– Pakan tersedia dalam jumlah dan kualitas yang cukup.
– Air minum yang bersih harus selalu tersedia setiap saat.
– Ciptakan kondisi lingkungan yang meningkatkan nafsu makan : tempat pakan selalu dibersihkan minimal 2 kali sehari (pagi dan sore). Tidak boleh ada pakan sisa hari kemarin, bau dari pakan yang membusuk akan menurunkan nafsu makan domba/kambing.
– Perhatikan siklus hidup cacing parasit, biasanya pada pucuk rumput yang berembun mungkin terdapat larva atau anak cacing parasit. Jika hari panas maka larva akan turun dari pucuk rumput ke permukaan tanah, disarankan menyabit rumput pada pagi harisetelah embun menghilang.
– Air yang digunakan sebagai air minum harus berasal dari sumber air yang bersih (sumur). Air yang berasal dari sungai, sawah atau sumber air yang terbuka beresiko mengandung mengandung larva (kista, serkaria) dari cacing hati Fasciola Sp. yang dapat menyebabkan serangan penyakit hati pada ternak.
– Domba yang terserang penyakit dapat segera diobati dan dipisahkan dari ternak yang sehat. Lakukan pencegahan dengan menyuntikan vaksinasi pada domba-domba yang sehat. Pemberian vaksinasi dapat dilakukan setiap enam bulan sekali vaksinasi dapat dilakukan dengan menyuntikan obat kedalam tubuh domba.
– Vaksinasi mulai dilakukan pada anak domba (cempe) bila telah berusia 1 bulan, selanjutnya diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasi yang biasa diberikan adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum anti anthrax, vaksin AE, dan Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).
Recent Comments