Jelang Ramadhan, Ini Cara Pemerintah Jaga Ketersediaan Pangan Nasional
March 23, 2022
Hari Raya Besar Keagamaan Nasional (HKBN), Ramadhan di tahun 2022 akan berlangsung dalam dua minggu kedepan. Bagaimana cara pemerintah menjaga agar ketersediaan pangan tetap tersedia?.
“Pemerintah terus berkomitmen tinggi memastikan ketersediaan Pangan untuk Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H. Dan kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan agar pangan tersedia di masyarakat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto dalam Webinar yang digelar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) secara virtual, Jumat (18/03) malam.
Untuk itu, pemerintah telah merumuskan kebijakan yang fokus pada ketersediaan, keterjangkauan harga dan keamanan Pangan.Terkait ketersediaan pangan, penyediaan sarana dan prasarana produksi bahkan ketersediaan stok menjadi fokus pemerintah. Logistik antara daerah surplus dengan daerah defisit, didorong untuk diperlancar. “BUMN di bidang logistik dan transportasi terus didorong untuk memaksimalkan jaringan TOL LAUT untuk distribusi bahan pangan ke berbagai daerah,” jelasnya.
Dalam peningkatan kualitas Pangan, pemerintah terus melakukan diversifikasi Pangan melalui penganekaragaman Pangan yang dimiliki masing-masing daerah.
Solusi Harga
Meskipun telah merumuskan berbagai kebijakan, kenaikan harga beberapa komoditi Pangan sejak awal tahun 2022 ini diakui Menko Airlangga membuat inflasi di Tanah Air. Sampai Februari 2022, inflasi bahkan menghadapi deflasi sebesar 0,22 persen selama year to date. Hal ini terjadi karena kenaikan beberapa harga bahan pokok seperti minyak goreng, kedelai, daging Dan beberapa komoditas lainnya. “Secara keseluruhan akan dimonitor perubahannya,” tegasnya.
Karena itu, berbagai kebijakan sudah ditempuh oleh pemerintah untuk beberapa harga komoditas Pangan yang dirasa melonjak tajam. Misalnya minyak goreng, Pemerintah telah membuat kebijakan bahwa harga di tingkat konsumen dengan harga keekonomian di pasar modern seharga Rp 14 ribu per liter. Pemerintah melakukan subsidi selisih harga melalui BPDPKS.
Untuk komoditas kedelai, Pemerintah telah menugaskan BULOG untuk membantu suplai ke pengrajin. Dibantu dengan subsidi selisih harga sehingga harga jual bisa dijaga pada harga Rp 11 ribu.
Sedangkan untuk daging sapi, pemerintah terus mendorong ketersediaannya, termasuk menyediakan daging kerbau untuk menjadi penyangga. Alternatif protein hewani lain seperti ikan dan ayam akan terus didorong.
“Dukungan kepada masyarakat dalam bentuk program stabilisasi pasokan dan bantuan Pangan, dilakukan untuk menjaga daya beli serta kemampuan untuk mengakses harga,” jelasnya.
Dengan berbagai dinamika ini, Menko Airlangga Masih optimis jika tahun 2022, ekonomi dan perdagangan Masih diproyeksikan tumbuh positif di tengah resiko dan tantangan Covid 19, normalisasi kebijakan moneter, perubahan iklim, ketidakpastian geopolitik, disrupsi rantai pasok, kenaikan harga komodoti serta kenaikan inflasi berbagai negara.
Recent Comments