Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELBERITADinpertan Pangan

Inilah Beberapa Penyakit Kedelai yang Patut Diwaspadai

Masalah penyakit pada tanaman kedelai harus mendapat perhatian penting. Pasalnya, jika tanaman terkena penyakit, maka sulit terdeteksi. Berbeda dengan hama yang mudah dilihat dengan kasat mata.

Loekas Soesanto, akademisi Universitas Jenderal Soedirman mengatakan, kedelai mempunyai peran penting dalam pangan masyarakat. Bahkan bagi wanita yang manapause disarahkan untuk meminum dan makan berbahan baku kedelai untuk mengurangi pengeroposan tulang. “Jadi peran kedelai sangat penting,” katanya.

Sayangnya, produksi kedelai dalam negeri turun. Tahun 2018 di atas 900 ton, tapi saat pandemi menurun drastis. Salah satunya masalah hama dan penyakit tanaman. “Ada lebih 100 patogen yang menyerang kedelai, tapi hanya sedikit yang menimbulkan kerugian ekoniomi dengan variasu 10-30 persen,” katanya.

Patogen tersebut ada yang berasal dari bakteri, virus, jamur atau cendawan, bahkan nematoda. Penyakit lebih banyak karena kombinasi patogen. Bahkan selalu muncul dalam setiap stadium kedelai, dari mulai stadium pertama, munculnya bunga hingga menjelang panen.

Beberapa penyakit penting, rebah semai yang muncul pertama kali saat menabur benih. Disebabkan Pythium, meski ada juga dari Pusarium. Namun masalah yang disebabkan Phythium sangat siginifkan, karena tanaman menjadi rebah pada sekitar batang, sehingga tanamn tidak tumbuh sempurna.

Kedua yang patut diwaspadai adalah penyakit tepung. Penyebabnya, fungi Peronospora manshurica dengan gejala khas yakni menimbulkan bercak berwarna kuning pada daun kedelai. “Biasanya akan muncul pada awal musim kemarau. Jadi kalau menanam pada saat akhir musim hujan dan awal kemarau, penyakit tepung ini akan selalu muncul,” katanya.

Penyakit lainnya adalah hawar daun bakteri disebabkan Pseudomonas syringae. Ciri khas tanaman kedelai yang terserang penyakit ini adalah bercak cokelat yang dikelilingi warna kuning. “Warna kuning ini ciri khas tanaman yang terkena bakteri,” ujarnya.

Selain itu penyakit karat daun yang disebabkan Phakoptora pachyrhizi. Penyakit ini selalu ada pada tanaman kedelai dan selalu muncul pada daun yang tua. Serangan penyakit ini akan mengurangi wilayah daun yang berfungsi untuk fotosintesis. Dampaknya akan mengurangi produksi atau jumlah polong kedelai.

“Penyakit ini mudah disebarkan oleh angin, percikan air dan hujan, dan juga oleh lalu lalang manusi dan hewan di sekitar tanaman kedelai,” tuturnya.

Penyakit lainnya ungkap Loekas adalah busuk pangkal batang yang disebabkan Sclerotium roifsil. Penyakit ini akan menyebabkan batang kedelai menjadi putih. “Penyakit kanker batang juga bisa menyerang kedelai dan menyebabkan warna batang kedelai menjadi cokelat,” tambahnya.

Beberapa startegi untuk mengamankan penyakit kedelai. Diantaranya, eksklusi melalui penanganan benih dari mulai pihak karantina maupun di tingkat penangkar agar menghasilkan benih yang sehat. “Strategi ini bisa dilakukan untuk wilayah yang masih bebas penyakit atau daerah pembukaan baru dan jauh dari lokasi pertanaman kedelai,” katanya.

Paling memungkinkan adalah dengan perlindungan. Caranya bisa dengan cara kimia, pengendalian hayati dan pengendalikan budidaya. Namun demikian, pengendalian hayati mempunyai peran penting dalam mengamankan tanaman, bahkan menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan tanah.

Sumber: https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/tekno-lingkungan/19643-Inilah-Beberapa-Penyakit-Kedelai-yang-Patut-Diwaspadai

Bagikan

Recent Comments