ANTRAKNOSE PENYAKIT PASCA PANEN BUAH PISANG
April 22, 2022
PENDAHULUAN
Pisang (Musa paradisiaca Linn.) sebagai tanaman buah yang hidup di negara tropis dan sub tropis memiliki banyak manfaat untuk obat tradisional, banyak mengandung vitamin, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan zat metabolit sekunder lainnya yang baik untuk tubuh, Oleh karena itu pisang termasuk tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pisang juga digemari , karena buah pisang merupakan sumber vitamin A, vitamin C, vitamin B1, vitamin B 2, karbohidrat protein, air dan lemak . Pada vitamin C dan vitamin A terkandung anti oksidan yang sangat bagus untuk mengurangi dampak radikal bebas dan mencegah terjadinya penyakit kanker .
Dari tahun ke tahun permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun ekspor semakin meningkat, selama ini produksi pisang mengalami turun naik. Produksi pisang pada tahun 2020 1,208 juta ton diLampung mengalami penurunan 0,05 % dibandingkan tahun 2019, 1,209 juta ton. Penurunan produksi tersebut salah satunya disebabkan oleh kerusakan buah akibat perlakuan pascapanen yang salah atau pun karena organisme pengganggu tanaman seperti patogen baik saat di lapang ataupun di penyimpanan. Salah satu patogen pada tanaman pisang adalah Colletotrichum musae yang menyebabkan penyakit antraknosa pada buah pisang.
Penyebab
Antraknose disebabkan oleh jamur Colletotrichum musae, yang bertahan dalam daun mati atau membusuk. Sporanya disebarkan oleh angin, air dan serangga, burung dan tikus yang memakan pisang. Jamur ini memasuki buah melalui luka kecil di kulitnya kemudian berkecambah dan mulai menimbulkan gejala. Jamur ini berkembang pada suhu, kelembaban dan curah hujan tinggi. Gejala timbul pada saat pematangan buah pada tandan pohon atau pasca panen selama penyimpanan. Penyakit ini mempengaruhi kualitas buah pisang selama transportasi dan penyimpanan.
Antraknose dan Gejala nya
Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit pascapanen pada buah pisang saat penyimpanan yang menyebabkan buah akan membusuk dan rusak sebelum matang dengan sempurna. Serangan dimulai dengan munculnya bercak-bercak berwarna coklat yang sedikit melengkung ke dalam kemudian akan segera membesar dan daging buah akan menjadi rusak.
Pengendalian
- Cara hayati, gunakan 10 % getah arab dengan 1,0 kitosan (turunan kitin) terbukti mampu mengendalikan penyakit selama penyimpanan. Sementara untuk mencegah pertumbuhan patogen, gunakan ekstrak sitrat, ekstrak rimpang zingiber.
- Secara kimiawi, gunakan mankozeb (0,25%) atau benzimidazol (0,05%) dengan cara tandan pisang disemprot selama penanaman lalu tutup untuk menghindari kontaminasi, Buah hasil panen dicelupkan atau disemprot juga dengan fungisida yang mengandung benzimidazol
- Lakukan pencegahan dengan cara: (a) hindari kerusakan jaringan pisang selama panen, pengemasan dan penyimpanan, (b) gunakan selongsong plastik setelah tandan pisang muncul untuk melindungi dari kontaminasi
- Bersihkan tempat penyimpanan
- Cuci buah agar kulit buah bebas dari spora jamur
- Singkirkan daun yang membusuk dan bagian buah yang tersisa.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/100837/antraknose–penyakit-pasca-panen–buah-pisang/
Recent Comments