Sosialisasi Food Loss and Waste
July 27, 2023
Food Loss and Waste (FLW) merupakan salah isu strategis. Berdasarkan kajian Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), FLW di Indonesia pada tahun 2000-2019 berkisar 23-48 juta ton per tahun, setara dengan 115-184 kilogram kapita per tahun, yang berarti per orang menyumbang sekitar 1-2 kuintal sampah pangan per tahun. Sampah pangan ini berdampak pada kerugian ekonomi Rp. 213-551 triliun per tahun atau setara 4-5% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Timbulan FLW juga berdampak terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) yang diestimasi sebesar 1.702,9 Mt CO2 EK, dengan rata-rata kontribusi per tahun setara dengan 7,29% emisi GRK Indonesia. Di sisi lain, ancaman krisis pangan dan masalah kerawanan pangan dan gizi masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Sementara itu masih terdapat pangan yang terbuang kondisi baik dan aman sehingga perlu penyelamatan pangan dengan gerakan pencegahan pemborosan pangan.
Dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan mendukung percepatan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 yaitu target 2 (zero hunger) dan target 12 (zero food waste) melalui gerakan pencegahan pemborosan pangan, maka Dinas Ketahanan Pangan melalui Bidang Ketahanan Pangan melaksanakan Sosialisasi Food Waste pada tanggal 26 Juli 2023. Hal tersebut sesuai surat edaran Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah nomor 965/752 mengharapkan Dinas yang menangani Pangan Kab/Kota melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang gerakan pencegahan pemborosan pangan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Ibu Dewi Suciati, S.Pt, MM dengan peserta dari TP PKKdan juga KWT dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Demak. Narasumber pada kegiatan sosialisasi ini yaitu Bapak Hilman Fatoni, SE yang menjelaskan tentang program pencegahan pemborosan pangan. Dalam paparanya, Bapak Hilman Fatoni, SE mengatakan bahwa gerakan pencegahan boros pangan sangat penting dan memiliki urgensitas yang tinggi, karena berhubungan erat dengan penanganan rentan pangan dan gizi yang saat ini tengah di dorong pemerintah.
Isu ini juga menjadi perhatian serius negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, dengan adanya sosialisasi pencegahan pemborosan pangan ini, masyarakat dapat melakukan program-program yang dapat mencegah pemborosan pangan. (Bidang Ketahanan Pangan)
Recent Comments